Terjerat Cinta Sang CEO Kejam

Terjerat Cinta Sang CEO Kejam
Untung selamat


__ADS_3

Selesai operasi dilakukan, brangkar yang ditumpangi Cassandra akhirnya dipindahkan ke ruang rawat biasa.


"Gimana keadaan adik saya Dok, apa dia baik-baik saja?" tanya Erlangga yang terlihat masih belumlah lega.


"Pasien menggalami luka tembakan tepat pada bagian perutnya. Dan untungnya saja pel*ru itu tidak mengenai bagian orban dalam pasien jadi pasien masih punya kesempatan untuk bertahan hidup." balas Dokter, berlalu Erlangga mau pun Verrel bisa bernafas dengan lega.


"Syukurlah, tapi apa Pasien sudah sadar Dok?" tanya Verrel kemudian.


"Untuk saat ini Pasien belum juga sadar. Karena pasien masih terpengaruh obat penenang yang kami berikan tadi."


"Ya sudah mari saya tinggal dulu."


"Baik Dok."


"Syukurlah Cassandra sudah sadar .


"Iya dan sekarang yang perlu kita lakukan, kita perlu penjagaan ketat disini agar tidak ada anak buah Richard yang berencana inggin menculiknya lagi." balas Verrel lagi.


"Iya yang kamu katakan memang benar, Richard sudah dipenuhi dengan amarah yang menguasai dirinya. Jadi biar pun kita menantangnya itu akan percuma karena itu tidak akan bisa mempengaruhi pikirannya," sambung Erlangga lagi.


"Richard. Siapa dia?" tanya Gibran yang menyahut pembicaraan mereka.


"Richard adalah musuh terbesarku. Alasan dia bertindak dengan kejam semua ini terjadi karena kesalahpahaman jadi yang perlu kita lakukan kita perlu menjaga Cassandra agar dia tidak menjadi kambing hitamnya," balas Erlangga.


"Apa dia pria yang kita kenal dengan kejamnya menembak seorang wanita dengan cara seperti ini?"

__ADS_1


"Dia adalah seorang psikopat, seorang psikopat ia bisa dengan mudahnya membunuh musuh hanya dengan satu tembakan. Karena apa yang ada dipikirannya hanyalah dendam dan dendam, jadi akan sangat sulit untuk dijelaskan.


"Baiklah ayo kita masuk sekarang,"


"Baiklah.


*****


"Ada dimana aku ini kenapa aku bisa ada disini?" gumamnya yang kemudian Cassandra pun ingat penembakan yang dilakukan Richard.


"Iya, aku ingat sekarang dia...dia... benar-benar tega menembak ku. Dia beneran laki-laki yang tidak punya hati


Menangis dengan tersedu-sedu dan mengingat kejadian yang baru aja dia alami. Dan tak lama seseorang pun datang dan membuka pintu.


Cklek.


"Kamu tidak perlu khawatir Cassandra kami kakak kamu," balasnya yang langsung memeluk Cassandra.


"Kak Erlangga," balasnya yang kemudian ia membalas pelukan Erlangga.


"Kamu tidak kenapa-kenapa kan sayang. Kamu tidak dinodai si brengsek itu kan, maafkan kakak, maafkan kakak karena kakak tidak ada disaat kamu sedang membutuhkan bantuan kakak maafkan kakak.


"Kakak tidak boleh berkata seperti itu, semua ini bukanlah salah kakak semua ini terjadi karena adanya ke salah pahaman kita padanya, jadi kakak tidak perlu menyalahkan diri kakak.


"Selain ditembak kamu gak menggalami luka yang serius kan sayang? Kamu juga gak sampai dinodai olehnya kan?"tanya Erlangga dengan wajah kepanikannya.

__ADS_1


"Kakak tenang aja aku hanya mendapatkan satu tembakan darinya. Biar pun dia membenciku dia tidak akan mungkin berbuat sekejam itu, jadi kakak jangan cemaskan soal itu.


"Baiklah jika itu memang keyakinan kamu sayang, sekali lagi maafkan kakak ya.


"Iya Cassandra kakak juga minta maaf karena harus tahu kabar ini dengan sangat dadakan. Dan kami percaya kalau bukan kamu lah orang dibalik pembunuhan yang dialami oleh Amel. Aku yakin ada seseorang yang sudah merencanakan semua ini dari awal dan merencanakan dengan sangat matang. Dan aku yakin diantara kegaduhan antara geng Black blacer dan Tayger ada seseorang yang merasa puas atas permusuhan ini.


"Iya kak Verrel apa yang kakak katakan memang benar, semua ini memang ada seseorang yang menjalankan rencana ini dengan sangat matang. Dan menurutku seseorang itu pasti seseorang yang dipercayai oleh Richard sendiri. Atau mungkin seseorang itu memang ada dendam pada kakak jadi dia gunakan kesempatan ini untuk membalaskan dendam ini," sambung Cassandra.


"Tapi kalau itu memang benar, maka itu artinya kegaduhan ini akan terus berlanjut. Dan permusuhan ini akan terus terbakar sebelum kita menemukan siapa dalang dari si biang rusuh itu sebenarnya," sambung Gibran.


"Iya aku juga sangat penasaran ingin tahu siapa seseorang itu, tapi kayaknya akan sangat sulit untuk menemukan identitas yang sebenarnya akan seseorang itu. Dan soal kasus pembunuhan yang dialami oleh Amel, aku sudah mendatangkan para detektif untuk mencari barang bukti yang berada diatas gedung Universitas itu. Bahkan CCTV yang terdapat tak jauh dari lokasi kejadian, aku rasa diantara salah satu dari CCTV itu bakal ada yang bisa membantu kita untuk menyelesaikan kasus ini.


"Baik kak lebih baik, lebih cepat. Karena semakin lama kita menunda-nunda penyelidikan ini, penjahat itu akan terus berulah dan membuat rencana yang baru lagi untuk mengadu domba antara Black blacer dan Tayger sky.


"Iya betul, sekarang kamu istirahatlah kakak masih ada tugas yang harus kakak selesaikan saat ini. Dan kamu Gibran kamu tidak masalah kan kalau aku minta bantuan kamu untuk menjaga Cassandra disini?"tanya Erlangga.


"Iya tidak apa-apa Erlangga, aku sudah kenal Cassandra dan kalian sejak dulu jadi mana mungkin aku akan menolak bantuan dari kalian ini. Cepatlah lakukan apa yang ingin kalian lakukan, soal Cassandra jangan cemaskan aku akan menjaganya seperti menjaga adikku sendiri," timpal Gibran dengan lapang dada.


"Baiklah sekali lagi terima kasih ya Gib."


"Baiklah sama-sama berhati-hatilah."


"Baiklah Cassandra kakak pergi dulu ya?"


"Iya Kak berhati-hatilah."

__ADS_1


"Baiklah."


BERSAMBUNG


__ADS_2