
Mendorong dengan kasar tubuh Amel yang akhirnya tersungkur pada ranjang yang membuat Amel tak henti-hentinya meneteskan air matanya.
Langkahnya yang mulai mendekati Amel, membuatnya tambah merasa takut akan niat jahat yang hendak inggin dilakukan pria bertopeng tersebut.
Bahkan tatapan yang diberikan Pria itu, membuat tatapan Amel pun beralih menatap kearah meja yang terdapat sebuah botol kaca kosong, lantas tanpa mau menunggu ia pun bergegas mengambil, dan memukulnya tepat mengenai kepala si pria tersebut.
Darah segar seketika keluar dari kepala pria, tapi tak lama ia tak menghiraukannya. Dan beralih fokus pada Wanita yang sudah berada dihadapannya.
"Kamu sudah gila berani sekali kamu memukul kepalaku. Apa kamu bosan hidup!" gertaknya.
Dan langkah demi langkah semakin mulai mendekatinya, Amel yang mulai panik ia pun Berlari menuju kearah pintu, tapi sesampainya ia pun terkejut lantaran kunci ternyata telah disimpan pada saku celana milik pria itu sendiri.
Menyadari jika nasibnya sudah berada diujung tanduk, Amel pun bingung harus melakukan dengan cara apa sekarang. Dan tanpa diduga oleh Amel, pria itu membopong tubuh Amel yang kemudian dengan kasarnya ia melemparkannya keatas ranjang lagi.
Lantaran sudah tidak bisa lagi melawan tenaga pria itu yang pastinya lebih kuat darinya. Dan cengkeramannya yang mencengkram kedua tangannya membuat Amel pun tidak berdaya dan akhirnya dengan pasrah, Amel mengikhlaskan kesuciannya untuk direbut oleh Laki-laki yang selama ini ia anggap orang baik.
S
E
N
S
O
R
__ADS_1
Dalam sehelai kain putih terdapat lah noda darah yang melekat disalah satu selimut berwarna putih tersebut. Dan selain noda tersebut, terdapat lah seorang gadis yang hanya bisa meratapi nasibnya, melihat jika tubuhnya sudah tidak lagi tertutup oleh sehelai kain apapun untuk bisa menutupi tubuh polosnya, hanya sehelai selimut berwarna putih lah yang ia gunakan sebagai penutup tubuhnya.
laki-laki itu berhasil membuat air mata Amel tak henti-hentinya mengalir dari kedua sudut matanya.
"Apa kamu sudah puas sekarang? Kamu sudah berhasil merebut kesucian ku apa lagi yang ingin kamu rebut dariku. Apa kamu ingin membunuhku sekarang?"
"Apa yang aku inginkan sudah aku dapatkan, jadi jika kamu ingin pergi, pergilah ini kuncinya," balasnya dengan melemparkan kunci kepadanya.
Berlagak seolah-olah tidak ada hal yang terjadi, laki-laki itu dengan santainya hanya bersikap biasa. Dengan terduduk santai dan menyilangkan kedua tangannya ia hanya menunjukkan tatapan sinisnya pada Amel.
Melihat Amel yang berhasil keluar dari kamar ini, segera laki-laki itu pun melepaskan sesuatu yang tertempel pada wajahnya. topeng, ia sebuah topeng wajah yang berhasil ia tarik dan menghasilkan pandangan yang sangat mengejutkan dimana selesai topeng itu dilepas. Wajah pria itu yang tadinya sangat mirip dengan wajah Erlangga, kini wajah itu pun telah berubah menjadi wajah seseorang yang lain.
Dengan menunjukkan senyuman liciknya pria itu mengambil benda pipih yang berada didalam sakunya. Menekan salah satu nomor yang tertera pada layar ponselnya dan berlalu ia pun menyambungkannya pada saluran telefon.
📞 Rencana masuk dengan sangat sempurna. dan Gadis itu percaya jika seseorang yang sudah menodai dirinya adalah Erlangga musuh terbesar kakaknya sendiri. Jadi sekarang rencana apa yang perlu kita lakukan lagi Tuan Victor?"
📞 Dia tadi sempat memukulku dengan botol kaca, akibatnya kepalaku mengalami luka ringan. Apa perlu kita melakukan tindakan ini pada Erlangga?" tanyanya dengan tersenyum sinis.
📞 Itu ide bagus, jadi cepat laksanakan lah!"
📞 Baik Tuan saya akan melaksanakan rencana selanjutnya.
📞 baguslah."
Berjalan sendiri dengan adanya langkah kaki yang berat, ditambah lagi dengan adanya bayang-bayang kejadian tadi membuat Amel pun tak henti-hentinya meneteskan air matanya.
Bahkan langkah kakinya yang tak mampu lagi untuk melangkah membuatnya bersimpuh di tanah.
__ADS_1
"Aku sudah hancur! Aku sudah hancur sekarang apa yang harus aku lakukan, dengan cara apa aku bisa menyelesaikan semua permasalahan ku ini. Aku takut! aku takut kalau aku akan hamil tanpa adanya seorang Ayah dari anakku nanti, aku takut!"
Langkah yang pelan, ditambah lagi awan mendung yang nampak terlihat gelap, tetesan hujan pun perlahan-lahan mulai bergerombolan menjadi satu yang akhirnya dalam hitungan menit, tetesan hujan itu menjatuhi tubuh Amel hinga membuatnya basah kuyup.
Rasa dingin akibat tersiram air hujan tidak membuat langkahnya terhenti. Ia terus berusaha berjalan dan berjalan untuk menemukan tempat yang cocok untuk ia beristirahat.
Tangisannya yang sudah tidak bisa ia tahan lagi, dengan tepatnya dari depan ia bersimpuh sekarang, terdapat lah sebuah mobil yang mengarah kearahnya dengan kecepatan ringan. Menyadari jika ada seseorang yang telah bersimpuh di tengah jalan, lantas pengendara itu pun bergegas turun dan siapa sangka pengendara itu yang tak lain ia adalah Richard saudara kandungnya
"Astaga Amel kamu dari mana aja? Apa kamu tahu kakak kesusahan mencari-mu ternyata kamu ada disini. Kamu tidak lagi ada masalah kan? Ini kenapa kamu malah berlutut dijalan ayo bangunlah," ajaknya Richard yang kemudian ia membantu Amel untuk berdiri.
"Kira-kira apa yang akan dilakukan oleh kak Richard jika ia tahu kalau adik kesayangannya ini telah ternodai, kira-kira apa yang akan ia lakukan apa ia akan membunuhku?" batin Amel yang tidak bisa menyembunyikan rasa sedihnya.
"Amel kamu kenapa? Kenapa kamu terlihat bersedih apa kamu ada masalah?"tanya Richard yang terlihat agak panik.
"Tidak kok kak, Amel baik-baik saja kok, aku baru bisa pulang sekarang karena tadi itu banyak tugas yang harus Amel kerjakan, jadi maafin Amel karena amel udah buat Kak Richard khawatir seperti ini, maafkan Amel ya Kak?"
"Ya sudah tidak apa-apa tapi lain kali kamu jangan melakukan itu lagi ya, setidaknya kalau kamu inggin nginap di rumah temen kamu harus kabarin kakak dulu. Kakak juga minta maaf karena tadi kakak tiba-tiba tidak mendukung kamu maafin kakak ya?" ucapnya dengan membelai wajah adiknya.
"Oh iya kak apa Amel boleh memeluk kakak?" tanyanya yang membuat Richard pun bingung.
"Baiklah sini peluk kakak," balas Richard yang tanpa berkata ia langsung mendekapnya.
"Ada apa dengan Amel , kenapa sikapnya terlihat beda seperti itu. Apa yang sebenarnya terjadi padanya apa dia ada masalah?"batin Richard yang terus-menerus memandang Amel dengan tatapan penasarannya, sesekali ia mengusap pucuk rambutnya tapi entah apa perasannya tiba-tiba tidak enak.
"Sayang kamu kenapa apa kamu sedang memikirkan sesuatu?"tanya Richard yang melihat pandangan Amel berbeda dari biasanya.
BERSAMBUNG
__ADS_1