
"Sekarang apa yang harus aku lakukan dan dengan cara apa agar aku bisa bebas dari dalam sel ini, sedangkan pengacara yang dulunya ingin membantuku mereka malah meninggal secara tidak wajar," batin Erlangga dengan duduk termenung melamunkan sesuatu. Dan kemudian salah seorang polisi pun mendatanginya sekaligus membuka borgol pintu penjara ini.
"Ini ada apa pak kenapa saya dibukakan apa ada seseorang lagi yang ingin menjengukku? tanya Erlangga.
"Selamat, Tuan sekarang sudah bebas jadi selamat melanjutkan aktivitasnya seperti dulu lagi," balas polisi dengan merangkulnya.
"Bebas, tapi bagaimana mungkin dan siapa seseorang yang telah membebaskan ku? tanyanya yang tidak percaya.
"Akulah orang yang membebaskan mu," sambung seseorang yang tiba-tiba melangkahkan kakinya menghampiri Erlangga, ia yang tak lain adalah Richard.
"Kamu? untuk apa kamu datang kesini dengan pakaian kamu yang rapi seperti itu. Apa kamu sengaja ingin memanas-manasi aku. Dan apa katamu bilang kalau kamulah orang yang membebaskan ku? tanyanya
"Erlangga apa kamu masih tidak sadar akan kehadiran ku ini? tanya Richard dengan nada mengeceknya.
"Kamu? apa kamu sudah gila aku berbicara dengan mu jadi jangan coba-coba untuk mempermainkan ku!. gertak Erlangga yang terlihat marah.
"Ternyata biar pun selama lima hari kamu mendekam dipenjara dan mendapatkan siksaan tak ada perubahan yang terjadi pada dirimu. Kamu masih saja terlihat bodoh dan sombong.
"Sudahlah jangan melebarkan cerita. Apa kamu pikir dengan kamu membebaskan ku aku akan berterima kasih dan sujud di kaki kamu ini, tidak, itu tidak akan mungkin terjadi. Dan apa mau mu sebenarnya dan rencana apa lagi yang kamu rencanakan kenapa kamu dengan tiba-tiba membebaskan aku dari jeruji ini?
__ADS_1
"Jika kamu sangat ingin tahu apa rencana kenapa aku tiba-tiba membebaskan ku, lebih baik kamu tanya sama sama seseorang yang akan hadur nanti, karena menurutku dengan kehadirannya nanti kamu akan paham dengan rencana ku ini masuklah sekarang juga," perintah Richard dan kemudian seseorang yang ia maksud pun masuk menghampirinya.
"Cassandra apa yang terjadi kenapa kamu dengan rapinya memakai gaun pengantin cantik ini. Apa yang terjadi sayang? tanya Erlangga dengan wajah paniknya.
"Aku...aku..maafkan aku kak, maafkan aku..."
Mulutnya yang seketika terkunci bahkan ia tidak tahu lagi harus dengan cara apa ia bisa menjelaskan semua ini pada Erlangga. Hanya dengan menundukkan kepalanya, itulah yang ia lakukan saat ini bahkan untuk menatapnya langsung rasanya ia tak mampu lagi sekarang.
"Apa maksud kamu sayang kenapa kamu berkata seperti itu. Apa yang sebenarnya terjadi kenapa kamu menangis. Dan kenapa kamu bisa bersama dengannya dan pakaian kalian? kenapa kalian bisa kompak mengenakan pakaian calon pengantin seperti ini? ayo jawab kakak kenapa kamu malah diam, ayo jawab," tegas Erlangga yang dengan memberontak tubuh Cassandra.
"Mmm baiklah kalau kamu sudah sangat penasaran dengan apa yang terjadi. Aku bakal memberi tahu mu kakak ipar? apa kamu masih tidak sadar dengan apa yang sebenarnya terjadi. Kita... kita sekarang sudah syah menjadi sepasang suami istri jadi itu artinya kamu sekarang sudahlah jadi kakak ipar ku jadi apa kamu tidak keberatan jika aku memangil mu dengan sebutan itu yaitu kakak ipar? ucap Richard yang dengan tatapan sinis dan menyunggingkan bibirnya.
"Maafkan aku kak, maafkan aku. Aku tahu aku salah apa yang ia katakan semua itu memang benar. Aku..aku memang sudah menikah dengannya dan kita sudah syah menjadi sepasang suami istri maafkan aku kak, maafkan aku..
"Tidak itu tidak mungkin, aku tahu kamu pasti lagi bercanda kan sayang?
"Maafkan aku kak, maafkan aku..aku ðŸ˜ðŸ˜.
"Tapi kenapa? tapi kenapa kamu melakukan ini semua Cassandra dan apa alasannya?kamu tahu dia itu laki-laki bajingan yang hanya akan menghancurkan mu tapi kenapa kamu malah mau menikah dengannya kenapa?
__ADS_1
"Aku tidak bisa menjelaskan semuanya pada kak Erlangga maafkan aku..maafkan aku.
"Sudahlah waktu kalian untuk bertemu sudah habis jadi ayo kita pergi sekarang? dan kamu kakak ipar kamu gak masalah kan kalau adik kesayangan kamu ini akan aku bawa sekarang?" gertak Richard yang langsung menarik tangan Cassandra agar menjauh dari Erlangga.
"Apa maksud mu. Dan apa hak kamu memberi jatah waktu pada istrimu untuk menemui kakak kandungnya sendiri? apa kamu ingin cari mati padaku? dan punya hak apa kamu berani memanggilku dengan sebutan Kaka ipar? tegas Erlangga dengan mengepalkan kedua tangannya.
"Sudahlah aku malas mencari keributan dengan mu, jadi lebih baik untuk kali ini kita berdamai kan kita baru aja melakukan pernikahan jadi kita perlu beristirahat apa kamu mengerti kakak ipar ku?
Suara yang terdengar sedang mengejeknya, raut wajah Erlangga yang tidak bisa ia hindari lagi, ingin rasanya ia memberikan satu bogeman untuknya tapi ia sadar akan tempat yang ia injak saat ini.
"Kali ini kamu bebas Richard tapi lihat saja jika kamu sampai berani melukainya, maka bersiaplah untuk mendapatkan bogeman pahit yang siap menghajar mu secara habis-habisan apa kamu paham!. gertaknya dengan lirikan matanya yang semakin tajam
"Kak aku pamit pergi dulu, jaga kondisi kakak baik-baik.
"Kamu tenang aja sayang kakak akan menjaga diri kakak sendiri. Kabari kakak kalau laki-laki ini berbuat kasar sama kamu, ingatlah jangan menyembunyikan kemampuan yang kamu miliki jika ia berani menembak atau pun melukaimu maka kamu juga harus melawannya apa kamu mengerti,"
"Iya kak," balas Cassandra dengan menganggukkan kepalanya.
BERSAMBUNG
__ADS_1