
Setelah perginya Gibran dari pandangannya, Gibran pun kembali melanjutkan lagi laju kendaraannya. Sedangkan Cassandra yang sudah berada didepan dalam rumah, dengan segera ia pun merebahkan tubuhnya diatas ranjang.
"Jujur jika aku disuruh jujur aku juga tidak tahu perasaan apa telah aku rasakan saat ini, tapi apapun yang terjadi nanti aku sudah siap menerima semuanya.
Belum juga ucapan yang diucapkan Cassandra terhenti, tiba-tiba terdengar ketokan pintu yang terdengar dari luar kamarnya. Merasa bingung lantas ia membukanya. Setelah berhasil membukanya betapa terkejutnya Cassandra lihat siapa seseorang yang bertamu sekarang.
"Kamu?" bagaimana mungkin kamu bisa menyelinap masuk kesini?" tanya Cassandra dengan wajah terkejutnya.
"Itu tidaklah penting aku berhasil masuk dari mana. Karena semua ini memang sudah keahlian-ku menyelinap masuk kedalam Rumah tanpa pengetahuan orang-orang.
FLASHBACK
"Dengan cara apa aku bisa masuk kedalam sana tanpa sepengetahuan Erlangga. Karena aku tahu dia pasti tidak akan mengijinkan-ku masuk kesana untuk menemui Cassandra?" gumam Richard yang terlihat bingung. Dan kemudian ia melihat petugas yang hendak mau masuk kedalam sana. Tanpa berfikir ia lantas langsung menarik petugas tersebut.
"Tuan. Apa yang tuan lakukan kenapa tuan menarik-ku. Saya mohon jangan sakiti saya, saya hanya ingin cari uang Tuan!"
"Kamu punya tugas apa untuk masuk kedalam Rumah besar itu?" tanya Richard, kemudian seseorang itu membalasnya.
"Saya diutus tuan Erlangga untuk memeriksa listrik disana tuan," balasnya.
"Baiklah ambil uang 10 juta ini. Yang jelas apa aku boleh pinjam seragam yang kamu pakai ini?" tanya balik Richard. Dan beralih seseorang menatapnya dengan tatapan bingung.
"Maksud tuan?" tanya balik seseorang itu dengan wajah bingungnya. Richard yang melihatnya ia hanya membalasnya dengan senyuman sinisnya.
FLASHBACK
"Selicik ini kamu jadi seorang psikopath?"
__ADS_1
"Karena yang jelas sekarang aku tidak akan membiarkanmu pergi lagi dariku ayo kamu ikut aku sekarang," ajaknya yang tanpa aba-aba Richard langsung menariknya lagi.
"Apa maksud kamu? dan punya alasan apa kamu berani membawaku pergi dari tempat ini. Apa kamu lupa kita ini sudah memutuskan akan bercerai apa kamu lupa dengan semua itu?" gertaknya yang langsung menghempaskan tangan Richard darinya.
"Richard paling tidak suka sama orang yang memaksakan kehendaknya. Dan aku pertegaskan ke kamu? aku tidak akan pernah menceraikan mu kalau bukan aku sendiri yang menceraikan mu apa kamu mengerti?
"Apa seegois inikah kamu jadi orang. Apa kamu sadar kamu itu hanya mementingkan dirimu sendiri, kamu egois kamu egois karena kamu hanya mementingkan kebahagiaan kamu sendiri jadi mendingan sekarang kamu pergi karena aku tidak akan mau sudi menampung laki-laki seperti kamu, biar pun kita masih syah jadi suami istri tapi aku tidak akan pernah mau tidur atau pun tingal satu atap denganmu lagi apa kamu mengerti, jadi cepat kamu pergi ayo pergi..
"Terus Kalau aku tidak mau gimana?
"Kalau kamu tidak mau pergi itu artinya kamu memilih dengan caraku sendiri untuk mengusirmu, ayo cepat kamu keluar dari sini ayo cepatlah keluar.
Dengan berusaha Cassandra pun mendorong tubuh Richard untuk keluar dari dalam kamarnya. Akan tetapi belum juga ia berhasil mengusirnya ia sudah dibuat terkejut setelah Richard yang dengan tiba-tiba langsung mendorong Cassandra dan tepat dalam kondisinya yang terpojok lantaran belakangnya sudahlah tembok.
Cassandra yang tidak tahu lagi harus berbuat apa, ia lantas memberikan satu tamparan untuknya.
Plaaakk!
Sedangkan cengkraman yang dilakukan Richard yang semakin mempersulit Cassandra untuk melarikan diri darinya, sedangkan Richard yang sudah menatapnya dengan tatapan bergairah bibirnya yang hampir saja menyentuh lekuk lehernya. Dan pandangan Richard yang semakin menjadi setelah ia memandang bibir Cassandra yang sangatlah mungil.
Sayang, belum sempat bibir itu meng*cap dan menguasainya. Sebuah tendangan kasar mendarat tepat di antara tengah-tengah kaki Richard. Membuat lelaki itu menjerit seketika. Dan tersungkur dari belakang dan saat itulah Cassandra gunakan kesempatan itu untuk terlepas dari jeratan Richard.
Tersungkur ke belakang. Hantaman dari lutut Cassandra sangatlah kuat dan membuat Richard pun menjadi tidak berdaya.
Ternyata rasa sakit itu tidak hanya terasa pada bagian ****** . Akan tetapi juga sampai ke perut yang membuatnya merasa sangat nyeri hinga ulu hati.
"Aww sakit...."
__ADS_1
Melihat Richard yang masih terlihat menahan rasa sakit pada bagian *****, Cassandra lantas langsung membopong tubuh Richard dan segera mengeluarkannya dari dalam kamarnya.
Mendengar ada suara kegaduhan didalam kamar Cassandra bergegas Erlangga pun menghampirinya. Dan berapa terkejutnya ia melihat Richard.
"Kamu?" dari arah mana kamu berhasil menyelinap masuk kedalam rumah ini?"
"Itu tidaklah penting karena tujuan awal-ku aku ingin menemui Cassandra dan menemui anak kita.
"Richard ...apa kamu sudah kehilangan akal. Atau mungkin kamu hanya bersandiwara agar kamu bisa mengelabui kita dengan tipuan kamu itu?"
"Aku tahu aku memang banyak salah sama kalian? bahkan bisa dibilang kesalahan yang aku perbuat sudah sangat melampuai batas dan pastinya sangat sulit untuk kalian bisa memaafkan. Tapi aku mohon untuk kali ini maafkan aku ...maafkan aku.
"Ucapan tidak semudah membuktikan Richard. Apa yang sudah kamu lakukan pada adikku sampai kapan pun aku tidak akan pernah mau memaafkan-mu. Jadi sudahlah buatlah tenaga kamu untuk bisa membodohi kita jadi cepat pergilah ayo cepat pergilah.
"Yang dikatakan kak Erlangga benar. Aku minta sekarang kamu pergi kalau kamu tidak mau aku akan berteriak memanggilmu dengan sebutan maling, jadi cepat pergilah sekarang," perintahnya yang tanpa berkata lagi, Cassandra bergegas ia langsung masuk kedalam kamarnya dan mengunci pintunya dari dalam ruangan.
"Baiklah jika sekarang kamu berencana untuk menghindar dariku. Aku pastikan kamu tidak akan berhasil melakukan itu, karena Richard bukanlah Pria lemah yang akan diam dan menyerah dengan begitu aja.
"Saat ini aku sudah tidak mau membuang-buang tenaga hanya untuk menghadapi pria seperti-mu. Jadi cepat pergilah jika kamu tidak ingin menerima deguman dari kita.
"Kamu tenang saja tanpa kamu susah-susah memaksa-ku untuk pergi dari hadapan kamu. Aku sendiri yang akan pergi meninggalkan kediaman ini," balasnya yang kemudian Richard pun melangkahkan kakinya keluar dari ruangan ini.
Dengan segera ia pun masuk kedalam mobilnya yang berlalu ia mulai melajukan lagi laju kendaraannya. Berada didalam mobil, Richard pun terlihat gusar. Ia mencengkram kemudinya dengan sangat erat. Tatapannya pun tak henti-hentinya menunjukkan wajah geramnya baru aja ia melihat jika Cassandra sama sekali tidak mau memaafkannya. Akan tetapi bukanlah Richard namanya kalau dia tidak akan berjuang untuk mendapatkan apa yang ia inginkan.
Hatinya terasa panas. Darah dikepalanya seakan akan mendidih, bahkan raut wajahnya tidak bisa lagi dibohongi. Teringat akan apa yang telah ia lakukan selama ini membuatnya sadar jika apa yang dilakukan Bintang memang sangatlah benar, di dunia tidak ada seorang Wanita yang akan diam ketika harga dirinya selalu diinjak-injak oleh Suaminya.
Akan tetapi bodohnya Richard karena ia baru menyadarinya sekarang sesaat semuanya sudahlah menjadi bubur. Rasa kecewa dan rasa sakit yang sudah terlanjur tertanam didalam hati Cassandra membuatnya engan untuk mengucapkan kata maaf.
__ADS_1
"Aku tidak akan menyerah. Aku akan mendapatkanmu kembali Cassandra. Kamu hanya akan menjadi milikku. Selain Richard aku pastikan tidak ada ada orang yang akan bisa memilikimu tidak akan bisa," gumam Richard dengan tatapan sinisnya.
BERSAMBUNG.