
Saat panggilan untuk wanita di persilahkan datang, aku langsung membawa nabila ke meja ijab qobul dan sekilas aku mendengar bisik-bisik dari junior kak bram dan dio sedang membicarakan aku dan nabila.
" eeh pengantinnya yang mana tu lek? Hijab pink atau yang putih?" Ledeknya mengarah ke kak bram hahahaha
"beruntung kali bram dan dio mendapatkan wanita kayak mereka" timpal yang lainnya.
"Ehemmm genit kali yang matanya liatin aku sampe segitunya . Kan kamu udah kiat aku dari pagi tadi" suaruku disamping kak bram yang berhasil membuat sadar dirinya dari lamunan.
Akhirnya acara ijab qobul nabila dan dio selesai akupun menangis haru melihat sahabatku yang kini sudah sah menjadi istri orang. aku kembali mengantar nabila kekamar untuk mengganti baju dan riasannya ke pakaian resepsi.
Selesai foto bersama aku dan kak bram pulang , karena kamipun banyak yang harus di urus untuk persiapan acara pengajian esok hari
***
Setelah pernikahan nabila dan kak dio, dua hari kemudian acara pengajian dan siraman di rumahku. Ada perasaan sesih ketika acara ini berlangsung, karena aku di haruskan membaca sebuah surat yang bertuliskan permohonan maafku pada ayah dan ibu semakin ku baca semakin deras air mataku mengalir, terbayang semua perjuangan mereka untuk diriku betapa tegarnya ayah dan ibu melawan kejamnya kehidupan ini .
Betapa sabarnya mereka menahan cacian hinaan tentang keadaan ini . Yaaaa ayah dan ibu adalah contoh yang baik untukku .
setelah selesai acara siraman dan pengajian, aku membersihkan tubuhku, kemudian aku duduk keruang tamu bergabung dengan yang lainnya untuk sekedar bercerita dan mendengarkan wejangan yang diberikan oleh sesepuh keluargaku hheheeeee karena pernikahanku tinggal 3 hari lagi .
***
Hari ini tanggal 10-10-2020 acara yang paling spesial dalam hidup diriku, dimana hari ini aku akan menjadi nyonya bram alias istri sah kak bram baik secara agama maupun negara.
" Cha kamu udah siap?'' tanya nabila yang baru Saja masuk kamarku .
" Insyaallah aku siap bil, aku dedegkan banget" ucapku saat di peluk nabila.
" Ini yang kurasakan saaat kemarin hijab qobul ,udah kamu berdoa saja Bismillah ya semuanya akan berjalan lancar" kata nabila menguatkan.
__ADS_1
Semua keluarga dan kerabat bedatangan hingga acara ijab qobul sampai selesaipun masih banyak yang berdatangan.
" Sayang, apakah kamu lelah?". Tanya kak bram yang terus saja menggenggam tanganku erat.
" Lumayan sayang, tapi gappa aku bahagia sekali sayang karena akhirnya perjuangan kita berujung di pelaminan" ucapku agar kak bram tidak khawatir.
Saat acara akhir, bernyanyi bersama anggota kesatuan kak bram tiba-tiba kami kedatangan tamu wanita cantik. Yaaaa bahkan sangat sangat cantik. Dirinya mengenakan seragam seperti pramugari lion air, aku bingung melihatnya , karena aku sama sekali tidak mengenalnya bahkan begitu asing bagiku.
" Hallo selamat ya bram dan icha" sambil tersenyum sinis memeluk kak bram di depan mataku.
" Terimakasih" ucapku singkat padat jelas dan ketus.
Aku memang tidak mengenal perempuan ini, tapi aku sangat kesal melihat oerlakuannya terhadap suamiku.
" Hmmmm sudah ya acara pelukannya, ini acara pernikahan saya bukan acara Teletubbies yang setiap bertemu berpelukan" ucapku kesal,
" maaf ya cha, aku hanya rindu pada mantan kekasihku ini" ucapnya yang bergaya seolah-olah suamiku adalah miliknya.
" Perkenalkan nama saya diana, saya cinta pertama bram, kita pacaran 2 tahun sebelum dirinya bersamamu " jelasnya seakan dia orang yang paling lama bersama kak bram.
" Ohh begitu, aku ucapin makasih ke mbak karena udah menjaga dengan baik mantan mbak ini dan sekarang sudah menjadi suami sah saya" jawabku dengan begitu berwibawa, membuat diana semakin tersulut api amarah.
" Sudah hentikan, kamu diana siapa yang mengundang kamu datang ke pernikahan ku " tanya kak bram dengan nada yang sedikit tinggi.
" Aku di undang mami papi bram" jelasnya. "
" iya mami dan papi yang udang diana kesini bram, maaf ya mami ga bilang dulu, tujuan kita cuman mau diana tahu kalau kamu sudah menikah nak, dan dia berhenti mengejarmu. " Jelas mami kepadaku, karena saat ini aku sedang menangis.
" Ya sudah saya datang kesini hanya ini memberi selamat bukan untuk mengacaukan pernikahan kalian " jelasnya seolah-olah tidak bersalah.
__ADS_1
Diana pun langsung berpamitan kepadaku , seraya memeluku diana berbisik " aku akan merebutnya kembali darimu" kalimat itu berhasil membuatku kaget sekaligus takut.
Setelah wanita ukar itu pergi aku langsung masuk ke kamar yang memang disiapkan untuk aku dan kak bram .
" Kak kok kamu jahat banget kak, kenapa kamu tega nyakitin perasaan aku di saat hari bahagia kita" aku berbicara dengan diriku sendri sambil menahan sakit di hatiku.
" Sayang , anak ibu yang cantik ga boleh nangis ya sayang, ini semua salah paham, biarkan yang lalu berlalu, saat ini kamulah masa depannya jadi jangan terlalu dipikirkan." Ucap ibuku yang tiba-tiba masuk kamarku
" bukan masalah wanita itu bu, aku tau dia hanya masalalunya kak bram tapi selama ini kenaoa kak bram tidak bercerita sama sekali kepadaku tentang masa lalunya, aku merasa tidak di hargai bu. " ucapku semakin menangis dalam pelukan ibuku
" nak dengarkan ibu, kamu lebih segalanya dari perempuan itu. Kamu percaya sama ibu . Ketika bram memilih tidak bercerita tentang perempuan itu kepadamu pasti dirinya memiliki alasan tersendiri, jadi nanti kamu bicara baik-baik ke bram ya nak, jangan pakai emosi. Sudah jangan menangis lagi nanti make up mu luntur dan malu dilihat tetangga".
Tak lama ibuku keluar dari kamar aku juga lebih memilih membersihkan diriku daripada kembali duduk di pelaminan . Jangan tanya kemana kak bram, saat aku lari ke kamarpun kak bram tidak menahan atau mengejarku sama sekali, mungkin dirinya lebih memikirkan perasaan mantannya itu daripada aku istrinya.
***
Di tempat lain tepatnya di parkiran tamu bram mengejar diana untuk memperingatkan wanita itu untuk tidak macam-macam kepada istrinya. "
Heei tunggu diana" panggil bram yang berhasil menghenntikan langakah kaki diana. "
Looohhhh sayang kok kamu mengejarku, aku merasa senang sekali, kamu lebih memilihku di banding perempuan itu". Jawab kirana penuh bangga diri.
" jaga ucapanmu diana, aku datang kesini bukan untuk mengejarmu tapi untuk memperingatimu jangan macam-macam pada istriku, aku sudah menikah dan istriku jauh lebih baik segalanya daripada dirimu, jadi berhenti mengganggu kami."
" kita lihat saja nanti bram, aku ga bisa janji untuk tidak menggangu kalian, kamu sendri tahu seberapa besar cintaku padamu" ucap diana sambil mengedipkan matanya kemudian berlalu meninggalkan bram.
" dasar gila kamu diana" ucap bram kemudaian pergi.
*** hayoo pada penasaran gak sama lanjutannya,
__ADS_1
ikutin ceritanya terus ya, jangan lupa komen, like dan votenya ❤️
buat yang sudah komen, like dan votenya saya ucapkan terimakasih 😇❤️