Ternyata Dia Jodohku

Ternyata Dia Jodohku
RAIHAN BAK TERKURUNG


__ADS_3

"dimana dia, telepon genggam nya saja tertinggal. " ucap Raihan.


Raihan pun turun ke lantai bawah. Dirinya hendak keluar dan rumah Mala. Namun sayangnya, ketika dirinya hendak membuka pintu. Ternyata pintu terkunci dari luar.


"sial...! pintu nya dia kunci,apa dia tidak tahu kalau aku masih dirumah nya. " ucap Raihan frustasi.


Raihan pun mencari cara lain. Dirinya hendak keluar lewat jendela, namun sayangnya. Ternyata jendela rumah Mala,di lapisi jeruji besi. Raihan tak mau kalah dengan keadaan, dirinya pun naik ke atas lagi. Guna mencari telepon genggam miliknya, untuk menghubungi seseorang. Namun ketika sampai di lantai atas, Raihan mendapati jika baterai telepon genggam nya kehabisan baterai.


"sial...!" guman Raihan.


Raihan pun meraih telepon genggam milik Mala. Dan ternyata telepon genggam milik Mala juga kehabisan baterai.


"Sungguh sial betul hari ini. " gerutu Raihan.


Raihan pun mencari cas handphone milik Mala,ia pun mendapatkannya. Raihan pun segera mengeces handphone milik nya.


Baru mengeces handphone miliknya beberapa detik,tiba-tiba saja ada pemadaman lampu.


"sungguh aku tidak pernah menyangka, akan ada dalam posisi seperti ini. " keluh Raihan sembari lesu.


Tak ada lagi yang bisa dirinya lakukan,selain menunggu kedatangan Mala. Raihan pun kembali rebahan, sembari menunggu Mala datang. Kurang lebih satu jam kemudian,perut Raihan pun mulai berdemo ria. Mereka menuntut untuk meminta jatah sarapan pagi. Raihan pun akhirnya turun ke bawah untuk mencari apakah ada makanan yang bisa dirinya makan...? Raihan mengamati meja makan, dan membuka tudung saji disana. Namun lagi dan lagi, hanya kekecewaan lah yang dirinya dapatkan.


"apa yang salah dengan aku Tuhan...! kenapa juga aku harus menderita seperti ini. Seumur hidupku, baru kali ini aku sepayah ini. " ujar Raihan.


Raihan pun membuka lemari es, dan syukurlah ada beberapa bahan makanan yang bisa dirinya olah.

__ADS_1


"terimakasih Tuhan, syukurlah masih bisa ada harapan. " ucap syukur Raihan kepada yang maha Esa.


Raihan pun mengambil beberapa bahan untuk dirinya olah. Walaupun Raihan adalah seorang CEO yang sukses dan anak horang kaya.Namun untuk urusan dapur, Raihan masih bisa diandalkan.


Setelah selesai dengan kegiatan memasak nya,Raihan pun segera memakan masakan nya sendiri.


"emmm, lumayan, tidak begitu buruk. " ucap Raihan sembari menikmati masakan yang dirinya masak sendiri.


Selesai makan, tidak lupa untuk Raihan membersihkan dapur Mala. Setelah di rasa telah cukup, Raihan pun kembali ke atas untuk rebahan di kasur yang tadi malam dirinya tempati.


Sejenak Raihan berpikir,bagaimana bisa dirinya terkurung di rumah Mala kekasih hati nya.


"lucu saja jika ini terjadi. Apa Mala tidak ingat jika tadi pagi-pagi sekali,aku datang kemari. Tapi tunggu...!! Bu... bukankah aku tadi naik taksi online. Pantas saja, Mala tidak ingat. Pasti dirinya menganggap tadi itu hanya mimpi bertemu denganku. Karena tidak melihat mobil ku yang terpakir di depan rumah nya...! Ya, pasti itu pikir Mala. Kenapa juga aku tidak menyusul nya semalam ke kamar nya.Mana si Mala orang pelupa lagi...! " ucap Raihan panjang kali lebar dengan menepuk kepala nya sendiri dengan pelan.


Sedangkan di tempat lain.


"encik bosss nak kemane...? " ucap Amar basa basi.


Haslan pun menoleh ke arah Amar.


"awak dah tak marah ke...? " jawab Haslan menggoda Amar.


"masih...! " ucap Amar ketus.


"akan tetapi, saye tahu awaklah...! " ucap Amar kemudian sembari meruncingkan mulut nya.

__ADS_1


Haslan yang melihat hal itu pun malah bergelak.


"hahaha.... jadi nak macam mana...? masih mau marah ke...? " goda Haslan sembari tersenyum menyeringai.


"tak...! " jawab Amar singkat.


"baguslah kalau macam itu. " kata Haslan datar.


"saye nak jemput Mala,awak terserah lah nak buat ape. Saye berangkat.... " kata Haslan lagi dan pergi berlalu.


Setelah kepergian Haslan.


"terserah lah nak buat ape...! " ucap Amar sembari menirukan ucapan dari Haslan.


"sesuke encik boss, nak buat ape...! " ujar Amar kemudian.


Kini Haslan pun telah sampai di depan rumah Mala. Lampu depan masih terlihat menyala,berarti Mala masih di dalam rumah. Kira-kira itulah pemikiran dari Haslan. Haslan pun turun dari mobil, untuk menemui Mala. Dirinya mengetuk pintu rumah Mala, dan sesekali memijit tombol bel yang berwarna merah yang berada di samping pintu.


tingtong.... satu pijatan di tombol merah tersebut. Tidak ada respon dari dalam rumah. Haslan pun menekan satu kali lagi tombol merah tersebut. Hasilnya pun masih sama tidak ada perubahan apapun dari dalam rumah. Tak ada bunyi gerakan maupun suara dari dalam rumah. Haslan pun mengambil telepon genggam milik nya yang dirinya taruh di saku celana nya. Dengan segera Haslan menghubungi nomor telepon Mala.Namun tidak dapat tersambung.


"mungkinkah dia sudah berangkat ke kampus nya...?" ucap Haslan pelan. Dirinya pun bergegas meninggalkan rumah Mala.


Tanpa Haslan sadari sedari tadi ada seseorang yang tengah mengamatinya.


"pria itu...! " geram Raihan dari balik tirai jendela rumah Mala.

__ADS_1


"syukurlah kalau Mala tidak bareng dirinya. Setidaknya aku sedikit lega.... " ucap Raihan lagi kemudian.


"walaupun aku disini bak terkurung, tapi aku bisa lega jika Mala tidak bersama dengan lelaki itu. " guman Raihan lagi.


__ADS_2