
Setelah kurang lebih satu jam kemudian, Siska kembali ke kantor Raihan.Saat Siska melewati meja kerja Daffa,dengan sengaja Siska menghampiri Daffa.
"permisi tuan Daffa... " sapa Siska yang kini sudah berganti pakaian yang lebih sopan.
Daffa pun mendongak menatap Siska yang berdiri di depan meja kerjanya.
"maaf... siapa ya...? " tanya Daffa datar.
"sial pria ini pura-pura lupa atau memang sengaja lupa...! " umpat Siska dalam hati.
"permisi tuan Daffa...? saya Siska,anak magang yang tadi pagi datang ke kantor ini. " jawab Siska sembari memaksakan untuk tersenyum.
Daffa menatap Siska dengan penuh menyelidik.Dirinya mengamati wajah dan tubuh Siska.
Siska yang mendapat sorotan seperti itu pun tersenyum dalam hati.
"aku yakin,kamu akan tertarik kepadaku.Dan jika itu terjadi,aku bisa dengan mudah memperalatmu. "pikir Siska.
Daffa yang masih setia menatap wajah cantik Siska,dan tubuh Siska yang bagaimana gitar Spanyol pun berdecak kagum.
" dia bagaikan bidadari yang tertinggal di dunia ini.Kecantikan nya,,, hm... tubuh nya,,, hm... sungguh sempurna..."batin Daffa.
"tu... tuan Daffa...? " panggil Siska dengan nada ucapan menggoda.
Daffa pun terlihat gagap, karena ketahuan melamun.
"i... iya cantik...?! " jawab Daffa konyol.
Siska pun tersenyum manis dan menyentuh tangan Daffa.
__ADS_1
"bisakah tuan Daffa mengantarkan saya...? " ucap Siska.
"ke ruangan tuan Raihan.Karena saya takut...! " ujar Siska dengan raut wajah bergedik ngeri.
"dengan senang hati honey." jawab Daffa sembari tersenyum bangga.
Ya,itulah Daffa teman yang sekaligus merangkap menjadi karyawan kepercayaan nya setelah si Sam sekretaris pribadi nya. Daffa tipe cowok mata keranjang, yang dengan mudahnya mengatakan kata cinta kepada gadis yang baru dirinya temui, termasuk Siska. Entah sudah berapa banyak gadis yang tertipu dengan ucapan janji manisnya. Karena bagi Daffa,gadis itu hanya butuh perhatian dan bukan cinta. Mereka hanya membutuhkan uang Daffa dan tidak yang lain.
Baru saja mereka akan melangkah kan kakinya, tiba-tiba Daffa berhenti.Sembari menepuk keningnya.
"aduh...! aku lupa,tuan Daffa tidak ada di kantor. " jawab Daffa sembari mengingat kalau saat ini, Raihan dan Sam sedang ada meeting di luar kantor.
"terus saya gimana tuan Daffa...? " ucap Siska dengan raut wajah kecewanya.
Daffa yang tidak tega melihat gebetan barunya kecewa,dirinya pun berinisiatif untuk menghubungi Raihan.
"jangan sedih gitu dong...?! kan ada aku,sebentar ya...? " jawab Daffa sembari mengambil benda pipih berbentuk persegi yang ada di dalam saku celananya.
"ya, oke." jawab Daffa dengan menekuk wajah tampan nya.
"ada apa tuan Daffa...? " tanya Siska dengan wajah polos nya.
"em... itu anu. " jawab Daffa bingung, mau bicara apa. Pasalnya Raihan kali ini sibuk, dan tidak bisa diganggu. Tadi saja yang menjawab nya si Sam asisten pribadi Raihan yang terkenal sebelas duabelas dengan Raihan.
Wajah Siska pun terlihat lesu. Dirinya tau kalau mungkin kali ini misinya tidak akan berhasil. Sedangkan Daffa yang melihat nya pun tak tega.
"Siska...? " panggil Daffa.
"iya tuan Daffa, ada apa...? " jawab Siska.
__ADS_1
"pasti tuan Raihan tidak mengizinkan saya ya tuan...?Maaf saya tidak tahu,kalau melamar pekerjaan harus memakai pakaian seperti ini.Jujur ini adalah pertama kalinya saya magang. Dan mengapa saya memakai pakaian seperti itu...?jawabannya karena teman saya yang menyarankan nya tuan, agar saya cepat di terima diperusahaan dimana saya akan magang. " kata Siska lagi dengan wajah sedihnya.
"jadi alasan nya itu...? " batin Daffa.
"kamu jangan sedih dulu,tuan Raihan tidak bilang kok kalau kamu tidak di terima diperusahaan ini.Dia masih sibuk. Begini saja,besok kamu datang lagi kesini. " tawar Daffa kepada Siska.
"jangan lupa pakailah pakaian yang sopan.! " ucap Daffa kemudian.
Siska pun mengangguk.
"terimakasih tuan Daffa, atas kebaikan anda kepada saya. " ucap Siska sembari tersenyum.
"hm... " jawab Daffa dengan tersenyum manis.
Saat Siska hendak melangkah kakinya.
"Siska tunggu...! " ucap Daffa.
Siska pun menoleh. "iya tuan Daffa, ada apa...? " jawab Siska.
"bolehkah saya meminta nomor ponsel mu...? " kata Daffa sembari memperlihatkan deretan gigi putih nya yang dihiasi dengan pagar.
"tentu boleh tuan Daffa. " balas Siska membalas ucapan dari Daffa.
Siska pun memberikan nomor ponsel nya kepada Daffa. Sedangkan Daffa dengan tersenyum puas menyambutnya.
"yes...! " batin Daffa.
"saya permisi tuan Daffa. " ucap Siska berpamitan kepada Daffa dan berlalu pergi. Siska pun tersenyum menyeringai.
__ADS_1
"aku berhasil,kamu masuk ke perangkap ku. " batin Siska bersorak ria.