Ternyata Dia Jodohku

Ternyata Dia Jodohku
BUKAN CEMBURU TAPI JEALOUS


__ADS_3

"La tunggu," ucap Haslan dengan berlarian kecil ke arah Mala.


Mala yang mendengar nya pun berhenti.Dan menoleh ke arah Haslan.


"kenapa ikut...?kasihan gadis tadi kamu tinggal...! " ucap Mala dengan ketus.


Haslan pun tersenyum,dan berjalan mendekati Mala.


"awak cemburu ke...? " goda Haslan dengan pedenya.


"cemburu... siapa bilang aku cemburu... pacar bukan suami juga bukan...?! kepedean situ...! " ucap Mala sembari meninggalkan Haslan begitu saja.


Haslan pun masih dengan pedenya menggoda Mala.


"lantas apa pasal awak bertingkah seperti ini,kalau bukan awak cemburu. " ucap Haslan dengan senyum menyeringai.


"apa'an sih. Aku ini gak cemburu sama awak Haslan,tapi jealous saja. " gerutu Mala dan berhenti di sebuah pakaian brend ternama.Haslan pun mengikuti kemana Mala pergi. Semua itu tidak terlepas dari pandangan si Molly,karena sedari tadi Molly mengikuti kemana mereka pergi tanpa sepengetahuan dari mereka berdua.


Molly pun dengan segera masuk ke dalam toko yang mana Mala dan Haslan masuk.


Mala memilih-milih baju untuk dirinya. Sedangkan Haslan,dirinya juga ikut memilih pakaian. Bukan untuk dirinya melainkan untuk ia berikan kepada Mala. Setelah Haslan mendapatkan pakaian yang kiranya cocok untuk Mala, dirinya pun menghampiri Mala.


"La dress ini nampak bagus untuk awak pakai,maukah awak memakai nya...? " tawar Haslan kepada Mala.


Mala melihat dress yang sedang di pegang oleh Haslan.


"dress yang cantik,aku coba ya. " ucap Mala sembari tersenyum kepada Haslan.


Haslan pun menganggukkan kepala nya. Dan dirinya duduk di sebuah kursi yang tersedia disana. Sembari menunggu Mala yang tengah mencoba dress tadi di ruang ganti.


Saat Haslan menunggu Mala,datanglah Molly dengan berjalan berlenggak-lenggok ke arah Haslan yang tengah duduk.


"hallo encik bos,tak sengaje kite berjumpe lagi. Bukankah ini adalah kode alam kalau kite ini berjodoh. Iye ke...? " ujar Molly yang kini berdiri di depan Haslan.


Haslan tersenyum devil's ke arah Molly.


"kode alam...?ape awak kire,saye tak tau ke...? kalau sedari tadi awak menguntit saye...! " ucap Haslan dengan datar.


"mane ade,saye tak pernah lah menguntit encik bos. Apa pasal encik bos bisa berfikir macam tu...?! " kata Molly dengan mencari alasan.

__ADS_1


"awak yakin ke...? " ucap Haslan sembari berdiri mengelilingi Molly yang tertangkap basah karena telah berbohong.


Mala pun datang ke arah Haslan dengan masih memakai dress yang melekat di tubuhnya. Melihat wajah Haslan yang kesal karena di depan nya saat ini ada Molly, Mala pun berinisiatif untuk pura-pura menjadi pacar Haslan. Mala berjalan mendekati Haslan.


"sayang... dress ini cantik sekali,aku suka. " ucap Mala manja.


Mendengar ucapan dari Mala,Haslan pun terkejut karena tiba-tiba saja Mala memanggil dirinya dengan kata sayang. Hal itu membuat Haslan senang, karena sebenarnya Haslan memang sudah menaruh hati kepada Mala sejak lama.


"sayang...? " ucap di lagi.


Haslan pun tersadar dari lamunan nya.


"iya sayang kamu terlihat cantik sekali. " puji Haslan kepada Mala dengan tersenyum.


Sedangkan Molly pun dengan geram menabrak Mala begitu saja, dan pergi dari sana.


Setelah kepergian Molly, Mala pun menyenggol Haslan.


"sudah pergi kan dia...! "ucap Mala tiba-tiba yang berhasil membuyarkan lamunan Haslan.


" i... iya. "jawab Haslan terbata.


" aku gak mau dress ini. "kata Mala.


" bukan nya gak suka,tapi harganya selangit. "bisik Mala di dekat telinga Haslan.


Haslan yang mendengar ucapan dari Mala pun tertawa.


" awak ada-ada saja. Kalau awak nak ambillah,nanti biar aku yang membayar nya. "kata Haslan.


" kita pulang saja yuk...!? "ajak Mala.


" oke jom, "jawab Haslan dan berjalan keluar dari toko. Namun pada saat Mala dan Haslan keluar dari toko tiba-tiba ada seorang lelaki tampan menyapa Haslan.


" tuan Haslan... "ucap lelaki tampan tersebut kepada Haslan.


Haslan pun melihat lelaki tersebut dan berbisik.


" bungkus dress yang tadi, "ucap Haslan dan berlalu.

__ADS_1


Lelaki tampan tersebut pun hanya menganggukkan kepala nya. Ternyata lelaki tampan tersebut adalah asisten pribadi Haslan. Dan pemilik toko pakaian breand tersebut adalah Haslan. Jadi tak heran karena dengan mudahnya Haslan membeli dress yang harga nya jutaan rupiah.


Di Indonesia...


Raihan akhirnya pergi ke Solo untuk mencari Mala. Namun sudah dua hari ini dirinya tidak mendapatkan hasil apa-apa.


" apa kamu yakin kalau Mala benar-benar ada di Solo. "ujar Raihan kepada Sam asisten pribadi nya.


" menurut informasi yang saya terima seperti itu tuan. "jawab Sam.


" sudah dua hari ini kita mencari nya namun tidak mendapatkan hasil apa-apa. Apa mungkin Mala sudah pergi ke luar negeri...? "ucap Raihan.


" mungkin saja tuan. "jawab Sam.


Sam membuka handphone milik nya karena mendapatkan kiriman sebuah video. Video tersebut adalah rekaman dari cctv di area kampus Mala. Sam pun segera memperlihatkan rekaman tersebut kepada Raihan. Betapa terkejut nya Raihan melihat video tersebut. Dapat terlihat dengan jelas kalau Mala tengah diculik dan diberi obat bius oleh salah satu dari mereka. Mereka berjumlah tiga orang, dan semua lelaki dengan tubuh yang kekar bagaikan seorang algojo. Dengan marah Raihan menyuruh Sam untuk segera mencari tahu siapa dalang dari ini semua.


" Kira-kira siapa yang berani melakukan hal ini kepada Mala, Sam. "tanya Raihan kepada Mala.


" saya kurang tau tuan. Saya akan mencari taunya dengan segera. "jawab Sam.


" semoga kamu baik-baik saja Mala. Maafkan aku karena tidak dapat menjaga mu dengan baik. "ujar Raihan dengan frustasi.


Di tempat lain.


Di sebuah mansion besar,Lukas dengan berteriak-teriak memanggil nama Mala.


" Mala... Malaaaa... "teriak Lukas sembari menjambak rambut nya sendiri.


Girhan pun datang,dan mencoba mendekati adiknya itu.


" Lukas...? "sapa Girhan dengan berhati-hati,karena melihat kondisi adiknya yang berantakan.


" kamu...? untuk apa kamu kemari...? bukankah Mala sudah kamu ambil dari ku...! "ucap Lukas dengan nada bicara nya yang ketus.


" dulu Priyanka sekarang Mala... apa tidak ada gadis lain lagi selain mereka. Yang jelas-jelas adikmu sukai. "ucap Lukas lagi dengan meneteskan air mata nya.


Girhan hanya terdiam mendengar ucapan dari adik satu-satunya itu. Girhan menghampiri Lukas, dan memegang pundak Lukas.


" maaf, maafkan aku Lukas. "itulah yang terdengar dari mulut Girhan.

__ADS_1


Lukas pun berdiri dan menepis tangan Girhan yang ada di pundaknya.


" jangan sentuh aku,jangan sentuh apapun yang aku miliki. Karena kalau itu kamu lakukan,aku akan memberi mu saksi. Bahkan aku akan nekat untuk melampaui batasanku. "ucap Lukas dan berlalu pergi tanpa memperdulikan Girhan yang mematung ditempat setelah mendengar ucapan dari Lukas.


__ADS_2