Ternyata Dia Jodohku

Ternyata Dia Jodohku
BALAS DENDAM GIRHAN PRADESH


__ADS_3

Seorang lelaki dengan perawakan tinggi berjalan dengan tergesa-gesa,karena dirinya mendapat kabar dari salah satu mata-mata nya. Kalau adiknya Lukas telah pergi meninggalkan Indonesia.


"cari tahu kemana dia pergi,dan temukan secepatnya...! " perintah lelaki tersebut dengan nada datarnya. Kepada seseorang yang sedang ditelepon nya itu.


"kenapa baru memberi kabar,kalau kepergiannya sudah beberapa hari yang lalu.Dasar tidak becus,hanya untuk mengawasi satu orang saja. Bisa-bisanya mereka bisa kecolongan. " gerutu Girhan Pradesh yang tidak lain adalah kakak kandung dari Lukas Pradesh.


"aku sudah mengatur semua dari awal,tapi tak terduga keluarga Anggoro lebih maju dua langkah dari perkiraanku. SIAL...!! " umpat Girhan Pradesh.


Girhan pun dengan langkah lebarnya mempercepat langkah kakinya.


Di tempat lain.


"Hai,Dea...! " sapa Ratih yang baru sampai di tempat kerja nya.


"Hai juga Ratih. " jawab Dea lemah.


"Hai kamu kenapa De,kamu oke kan...?? " tanya Ratih yang penasaran dengan Dea, karena Dea terlihat letih dan nampak pucat.


"kepala ku pusing mbak,rasane berat. " jawab Dea.


"kenapa masuk kerja kalau kepala kamu pusing De. " ucap Ratih.


"aku kira tadi, pusingnya cuma sebentar mbak. Eh malah lanjut. " jawab Dea kemudian.


"ya udah kalau gitu kamu pulang saja! biar aku ma teman-teman yang meng-handle disini. Lagipula ini bukan hari weekend jadi tak begitu ramai. " ujar Ratih.


"tapi benar mbak gapapa...? " balas Dea.


"iya." jawab Ratih sembari menganggukkan kepala nya.


"aku pulang ya mbak...! " kata Dea.


Ratih membalasnya dengan menganggukkan kepala nya. Dengan melihat Dea yang keluar dari toko.


"aku tahu kamu pasti merindukan Robby. Karena aku tahu kamu menyukainya. " batin Ratih sembari tersenyum.


"Robby kamu sekarang berada dimana...? aku belum sempat meminta maaf kepadamu...! " seru Ratih dalam hati.


Ratih pun melanjutkan pekerjaan nya kemudian.


Di tempat lain.


Raihan bersiap-siap untuk pergi ke kantor nya. Tidak lupa dengan Sam yang selalu setia mendampingi nya.


"Sam,apa saja jadwal ku hari ini...?! " ucap Raihan, sembari membenarkan dasi yang dipakai nya.


"ada beberapa pertemuan penting yang harus anda datangi tuan Raihan. " jawab Sam.


"salah satu nya, jamuan penting dengan perusahaan Pradesh group. " ucap Sam.

__ADS_1


"sejak kapan itu...!? " tanya Raihan, yang sudah selesai dengan dasinya.


"semalam tuan...! " jawab Sam singkat.


"batalkan itu...!Aku tahu itu tak begitu penting. Karena aku tahu tujuan busuknya di balik pertemuan ini. " kata Raihan dengan nada datar.


"tapi tuan, saya....! " ucapan Sam terputus karena Raihan terlebih dahulu memotong nya.


"aku tidak mau tahu, dan tidak menerima alasan apapun...! " jawab Raihan datar.


"baik, tuan...! " jawab Sam.


Di tempat lain.


"masukan orang kita di perusahaan nya,aku ingin lihat sampai mana dia bisa bertahan jika berurusan dengan lawan jenis. " ucap Girhan.


"cari ja***g yang paling cantik dan seksi.! " perintah Girhan kemudian.


"Baik tuan...! " jawab pesuruh Girhan dari balik telepon.


"aku tidak akan membuatmu,bisa merasaka kebahagia Raihan...!! Aku akan selalu hidup di bayang-bayanganmu, sampai kau merasakan hal sama seperti yang aku rasakan selama ini. " guman Girhan.


Keesokan harinya,datanglah seorang wanita cantik dengan pakaian seksi memasuki area perkantoran Raihan.


Dengan memakai pakaian kurang bahan,wanita cantik tersebut berjalan berlenggak-lenggok menebar pesona di kantor Raihan. Banyak mata yang memandangnya,karena wanita cantik tersebut seakan kehilangan urat malunya. Karena dengan percaya dirinya dia memamerkan belahan gunung kembar milik nya yang hampir keluar. Dengan sesekali melambai-lambaikan tangan nya pada setiap orang yang dilewati nya.


Lelaki tersebut pun dengan sumringah menjawabnya dengan semangat.


"Hai cantik...! " jawab nya.


"perkenalkan nama aku Siska,boleh minta tolong...? " ucap wanita cantik tersebut yang mengaku nama nya Siska.


"tentu boleh cantik...! dengan senang hati... " jawab karyawan lelaki itu.


"boleh antarkan saya ke ruangan tuan Raihan...? " ucap Siska.


"boleh, dengan senang hati cantik...! " jawab karyawan lelaki tersebut dengan tersenyum nakal.


Sedangkan Siska membalasnya dengan senyuman nakal pula.


"mari ikuti saya...! " perintah karyawan lelaki tersebut.


"aku bisa memanfaatkan orang ini ke depannya, seperti nya tidak sulit untuk didekati. " batin Siska dengan tersenyum kecut.


Siska pun mengekor di belakang karyawan lelaki tersebut.


Sampai pada mereka tiba di depan ruangan Raihan.


tok... took... took... bunyi ketukan pintu.

__ADS_1


"masuk...! " sahutan dari balik pintu.


Siska dan karyawan lelaki tersebut pun masuk kedalam ruangan Raihan.


"permisi tuan Raihan... " sapa karyawan lelaki tersebut.


Raihan maupun Sam,menatap karyawan tersebut, dengan penuh tanda tanya...?


"Daffa, siapa dia...!? " tanya Sam yang mewakili Raihan berbicara.


"perkenalkan nama saya Siska,saya anak magang dari Universitas G. " jawab Siska dengan nada lembut.


"maaf saya tidak tanya anda...!! " jawab Sam dengan nada datar.


Siska pun bagaikan membeku sesaat,karena mendengar jawaban dari Sam. Ucapan Sam begitu datar dan terasa dingin menyelimuti auranya.


Tak ada jawaban dari Siska.


Daffa pun berkata.


"dia anak magang dari Universitas G tuan. " jawab Daffa dengan serius.


"Sam,jika dia ingin magang disini. Suruh dia ganti dulu pakaian nya.Saya tidak suka melihat nya...!! " Sahut Raihan dengan nada dingin.


"baik tuan Raihan... " jawab Sam.


"jika kamu ingin magang di kantor ini,silakan anda pulang dulu untuk mengganti pakaian anda nona Siska. " ucap Sam dingin.


"kantor tutup jam empat sore,jadi masih ada cukup waktu untuk anda mendaftar magang kesini. " ucap Sam lagi dengan nada yang masih sama.


"i... iya, tuan. Saya permisi...!! " balas Siska dengan sedikit kecewa. Lalu dirinya pun berpamitan untuk pulang.


"ayolah boss, terima saja dia...! dia cantik seksi lagi,biar tambah semangat kita-kitanya. " kata Daffa mengusulkan.


Daffa adalah teman Raihan. Dirinya berkerja dengan Raihan sudah cukup lama. Raihan maupun Daffa, mereka adalah teman satu Universitas di London.


"sudah jangan banyak protes...! atau kamu mau angkat kaki dari sini...! " jawab Raihan dengan sedikit tersenyum menyeringai.


"hehe... kan mulai lagi...! nasib jadi bawahan. " gerutu Daffa. Yang hendak meninggalkan ruang kantor Raihan.


"tuan Daffa...! " seru Sam tiba-tiba.


Daffa pun menoleh ke arah Sam, dan dengan berat mengucapkan.


"saya permisi tuan-tuan...! " pamit Daffa sembari membanting pintu masuk ruang Raihan.


Raihan dan Sam yang melihat nya hanya menggelengkan kepala nya saja.


"orang ini ya...! " geram Raihan dan kemudian dirinya pun tertawa sendiri.

__ADS_1


__ADS_2