Ternyata Dia Jodohku

Ternyata Dia Jodohku
EPISODE 87


__ADS_3

Maaf ya teman-teman,dikarenakan author baru hamil muda jadi cerita nya lama gak up. Insyaallah mulai sekarang akan rutin lagi seperti dulu up nya,sembari menunggu lahiran πŸ™πŸ™πŸ™.


#####


Episode 87


Keesokan harinya,Raihan datang menemui Mala yang mana masih berada di rumah sakit.


"tok... took... toookkk... bunyi ketukan pintu.


" Masuk....!! "terdengar suara sahutan dari dalam ruangan.


Raihan pun membuka pintu tersebut dan masuk ke dalam. Dilihat nya wanita yang menempati hatinya itu tengah berjalan menuju kamar mandi.


" kamu mau mandi, sayang...? "tanya Raihan sembari menghampiri Mala.


Mala hanya menatapnya sekilas, lalu berkata, " Om, kenapa sih...! om panggil aku sayang...?!! aku itu risih om,gak suka dipanggil om kayak gitu...!! "protes Mala mendengus kesal.


Raihan pun tak bergeming, dirinya pun malah tersenyum lembut kepada Mala.


" Maaf ya,... "jawab Raihan.


Mala hanya menatap Raihan dengan jengah dan segera pergi masuk ke dalam kamar mandi.Raihan pun tersenyum simpul dan memandangi punggung Mala yang menghilang masuk ke dalam kamar mandi.


Baru saja Raihan ingin mendaratkan pantatnya untuk duduk, tiba-tiba terdengar suara teriakan dari dalam kamar mandi. Ya, Raihan mendengar Mala menjerit histeris dari dalam kamar mandi.

__ADS_1


Dengan segera Raihan pun berlari ke kamar mandi yang pintu nya ternyata di kunci oleh Mala dari dalam kamar mandi.


" Sa,Mala....?? kamu kenapa...??? "tanya Raihan dengan panik dari luar kamar mandi.


" Ke... kenapa dengan wajahku om...?? ke... kenapa wajahku berubah...??? "jawab Mala yang memegangi wajahnya sendiri. Dirinya pun segera keluar dari dalam kamar mandi.


Raihan yang mendengar ucapan dari Mala pun mengernyitkan dahinya.


" Berubah...?? "jawab Raihan pelan.


" iya om,lihatlah wajah Mala.Ke... kenapa wajah Mala seperti ini...? bukankah usia Mala masih 15 tahun...? ta... tapi kenapa seperti usia dua puluh limaan...?? "seru Mala dengan bingungnya.


Raihan pun menyadari apa yang dikhawatirkan oleh Mala. Dirinya pun meraih tangan Mala,dan menuntunnya untuk duduk di sofa.


Setelah duduk, " Mala, tenangkan diri kamu dulu. "ucap Raihan karena melihat Mala yang tengah khawatir.


Mala pun mengambil air mineral tersebut lalu meneguk nya. "terima kasih, " ucapnya setelah meminum air mineral tersebut.


Raihan pun tersenyum sembari menganggukkan kepala nya.


"Om...? " sapa Mala.


"hmmm, " sahut Raihan.


"coba om jelaskan, apa yang sebenarnya terjadi...??! " tanya Mala antusias kepada Raihan.

__ADS_1


"apa kau akan percaya dengan setiap ucapanku,??... " tanya balik Raihan.


Sejenak Mala menatap Raihan, lalu dirinya pun berkata, "insyaallah Mala akan percaya,dengan apa yang om Raihan ucapkan. Semoga om Raihan tidak menyalah gunakan kepercayaan dari Mala. " ungkap Mala kemudian.


Raihan pun tersenyum,dirinya pun mulai menceritakan segalanya kepada Mala tanpa ada satupun yang terlewatkan. Dari awal pertemuan nya dengan Mala sampai saat terjadinya kecelakaan yang menimpa Mala.


Mala pun nampak antusias mendengarkan cerita dari Raihan.


"om... bolehkah om meninggalkan Mala sendiri disini. " ucap Mala kemudian.


Raihan pun menghentikan ucapan nya, dan memandangi Mala.


"kenapa...? apakah kamu tidak mempercayai semua ucapanku...? " jawab Raihan dengan raut wajah bingung.


"bu... bukan itu om,tapi aku masih bingung saja. Dan mungkin aku butuh penyesuaian diri.


Raihan pun tersenyum lembut, " baiklah, aku akan keluar. Jika kamu perlu sesuatu,panggil saja aku. Aku ada di luar ruangan ini. "jawab Raihan.


Mala pun menganggukkan kepala nya dengan tersenyum simpul.


Setelah Raihan keluar, Mala mengingat kembali setiap ucapan Raihan. Dirinya pun berusaha untuk menerima kenyataan hidupnya. Dan lima belas menit kemudian, terdengar suara ketukan pintu.


" iya, masuk...! "ujar Mala.


Beberapa saat kemudian pintu pun terbuka, dan nampak lah seorang lelaki yang mana wajahnya tak begitu asing di ingatan Mala.

__ADS_1


" kamu....! "


__ADS_2