
Setelah Sam keluar dari ruangan Raihan. Mala mendekati Raihan yang masih duduk di kursi nya semula.
"sayang." panggil Mala kepada Raihan.
"hm." jawab Raihan dengan dehemam.
"kamu sibuk gak...? aku mau minta tolong nih, " kata Mala lagi.
Sesaat Raihan menatap Mala dan tersenyum.Lalu dirinya pun berdiri dari kursinya. Raihan memeluk pinggang Mala dari belakang, "tidak sayang, aku tidak sibuk. Kamu mau aku tolong untuk apa, emm...? " jawab Raihan dengan nada bicara selembut mungkin.
Raihan menempelkan wajah nya di atas pundak Mala. Yang berhasil membuat Mala salah tingkah. Karena baru kali ini mereka sedekat ini. Walaupun kenyataannya mereka sudah lama berpacaran.Hanya sebatas bergandengan tanganlah yang mereka lakukan.
"sayang bisa gak kamu jangan kayak gini, aku risih. " ucap Mala sembari berusaha untuk menghindari Raihan.
Raihan yang merasa kalau Mala menghindari nya pun segera melepas pelukan nya.
"maaf sayang. " ucapnya sembari tersenyum lembut.
"aku berjanji,kelak sesudah kamu menjadi istriku. Tak akan aku biarkan kamu lepas dari dekapanku." batin Raihan dalam hati.
"iya sayang gapapa. " jawab Mala.
"oh... ya, tadi kamu bilang. Kalau kamu minta tolong ke aku,mau aku tolong apa ya...? " ujar Raihan.
"apa ya...? aku lupa sayang...hehe... " jawab Mala yang lupa akan tujuan nya ke kantor Raihan.
Raihan pun tersenyum. "semoga saja kamu tidak lupa,kalau aku ini pacar kamu sayang. Dan bukan hanya pacar, karena sebentar lagi aku akan menjadi imam mu. " jawab Raihan dengan tersenyum lembut bahagia.
"sayang kamu ini ya.Walaupun aku ini pelupa, tapi aku tidak pernah melupakan kamu sayang. " jawab Mala dengan senyuman.
__ADS_1
Raihan melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya. Jam menunjukkan pukul sebelas tiga puluh. Bearti sebentar lagi waktu makan siang. Raihan pun mengajak Mala untuk makan siang.
"sayang kita makan yuk," ajak Raihan kepada Mala.
Mala pun menjawab, "yuk."
"tapi aku mau hanya kita berdua sayang,tanpa ada Sam. " celetuk Mala kemudian.
Raihan mengernyit kan sebelah alisnya, dirinya heran dengan ucapan Mala barusan.
"sayang kok kamu bilang gitu sih, memang kenapa kalau si Sam ikut...? " tanya Raihan.
"ya pengen saja. " jawab Mala asal.
Raihan pun nampak sedang berpikir sejenak. "baiklah kali ini Sam tak perlu ikut. " putus Raihan.
Mala pun tersenyum lembut, "terimakasih sayang. " jawab Mala.
Sebelum pergi Raihan menemui Sam terlebih dahulu. Dirinya menyerahkan urusan kantornya kepada Sam. Setelah dirasa semua cukup, Raihan pun meninggalkan kantornya bersama Mala.
Saat hendak berjalan meninggalkan kantor, Raihan maupun Mala berpapasan dengan Daffa. Dan Daffa pun menghentikan keduanya.
"Hai cantik, " sapa Daffa kepada Mala tanpa memperdulikan Raihan yang berjalan di dekat Mala.
Mala pun tersenyum,menanggapinya.Sedangkan orang yang berjalan di dekatnya,menatap tajam ke arah si Daffa.
"hmm... " suara Raihan berdehem.
"ayo sayang, " ucap Mala kemudian.
__ADS_1
Si Daffa yang mendengar ucapan Mala memanggil Raihan sayang pun terkejut. Pasalnya baru kali ini, ada seorang wanita memanggil Raihan dengan sebutan sayang. Siapa lagi wanita itu kalau bukan kekasih Raihan.
Deg.... jantung Daffa seakan berhenti secara tiba-tiba. Dirinya menangkap hawa dingin yang dikeluarkan oleh Raihan. Untuk menepis pikiran yang membuat hatinya tidak enak, Daffa pun dengan basa basi menyapa Raihan. Dirinya kembali ingat Ucapan Sam tadi,saat si Sam berjalan dengan si wanita cantik itu.
Glekk... tiba-tiba Daffa kesulitan untuk bernafas.
"bo... bosss. " sapa Daffa dengan canggung dan takut.
"apa pekerjaanmu sudah selesai...! " jawab Raihan dengan menatap tajam ke arah Daffa.
"su... sud... sudah boss. " jawab Daffa gagap, yang kesulitan untuk berbicara dengan atasan nya.
Raihan berjalan dan menatap sekilas ke arah Daffa. Sorot mata Raihan, seakan ingin memberi perhitungan kepada Daffa. Sedangkan Daffa yang menerima sorotan mata itu pun, langsung menciut.
"duh si boss, biasa saja kali. Kok tatapannya itu serem banget sih. Ya deh, ampun. Kan aku gak tahu kalau gadis cantik itu milikmu boss. " pikir Daffa.
"sayang ayo...! " seru Mala lagi.
"iya sayang, tunggu. " jawab Raihan kemudian.
Mereka berdua pun pergi meninggalkan kantor, dan menuju ke sebuah restoran tempat biasa mereka kunjungi.
Dan setelah kepergian Raihan dan Mala. Di kantor menjadi heboh,banyak karyawan wanita yang patah hati karena si boss yang ganteng nya gak ketulungan ternyata sudah memiliki kekasih.Sedangkan si Daffa,dirinya khawatir akan apa yang terjadi selanjutnya terhadap dirinya. Karena tanpa sengaja membuat Raihan marah.
"apapun itu, aku terima. " ucap Daffa dengan yakin.
Di tempat lain.
braaakkk.... semua barang yang ada di meja bertaburan entah kemana. Setelah seorang pria menendang meja tersebut dengan kuatnya.
__ADS_1
"wanita itu ternyata tidak bisa di andalkan. Aku akan mencari cara lain untuk menghancurkan Raihan Anggoro. Aku bersumpah, tidak akan pernah membiarkan Raihan Anggoro hidup bahagia. " ucap pria tersebut dengan lantang.
"jika dia bisa mengambil wanitaku, kenapa tidak dengan aku. Aku juga akan mengambil wanitanya. Hahaha..... " ucapnya lagi sembari tertawa.