Ternyata Dia Jodohku

Ternyata Dia Jodohku
TEMAN DEKAT


__ADS_3

Rumah megah nan besar itu, bernuansa putih.Hampir tidak terlihat dari luar, karena tertutup pagar yang dibangun dengan kokohnya bak benteng kerajaan.


Mala pun turun dari mobil Robby, dirinya pun hendak memencet bel rumah tersebut yang berada diluar pagar. Belum sempat dirinya menyentuh bell tersebut, Mala dihentikan oleh seorang satpam yin bekerja disitu.


"permisi nona, ada yang bisa saya bantu...? " sapa satpam tersebut kepada Mala.


Mala pun mengurungkan niatnya untuk menyentuh bell tersebut. Dan berkata,


"saya Mala dari toko olshop,kedatangan saya kesini mau mengantarkan pesanan dari mis Yenika. Apakah benar pemilik rumah ini bernama mis Yenika...? " tanya Mala kepada satpam.


"iya mbak benar, " ucap satpam yang muncul dari balik pagar.


Tidak heran rumah sebesar ini memiliki dua orang satpam, bahkan mungkin lebih. Dilihat dari interior kemegahan rumah nya saja sudah mewah, pasti banyak barang-barang didalam nya yang berharga.


"sebentar ya mbak, saya hubungi orang dalam dulu. " kata satpam yang satunya.


"iya, pak. " jawab Mala.


Beberapa saat kemudian munculah seorang wanita paruh baya. Wanita itu adalah kepala asisten rumah tangga di rumah tersebut.


"dengan mbak Mala...? " sapa wanita paruh baya tersebut.


"iya benar bu, " jawab Mala.


"taruh saja disini mbak barang nya. Dan ini uangnya. " ucap wanita paruh baya tersebut sembari menyerahkan uang di amplop kepada Mala.


"hitung dulu mbak jumlahnya, takutnya kurang. " kata wanita paruh baya tersebut.


Mala pun menghitung ulang uang tersebut,setelah pas dirinya pun bergegas untuk meminta tolong kepada Robby untuk menaruh barang-barang pesanan mis Yenika.


"sebentar ya bu, " ucap Mala kepada wanita paruh baya tersebut.


"iya, " jawab wanita paruh baya tersebut.


Mala pun pergi menghampiri Robby yang sedari tadi enggan untuk turun dari mobil.


"Rob, tolong angkatkan barang-barang itu. " perintah Mala kepada Robby.


Robby bilang, "siap bos, " jawabnya. Robby pun mengambil topi yang berada di kotak depan dan memakainya. Tidak lupa dirinya juga memakai masker agar tidak dikenali oleh satpam dan kepala asisten rumah Yenika. Karena mereka mengenal Robby, sebab dulu Robby sering berkunjung di rumah Yenika.


Untung saja kepala asisten itu pun tidak begitu memperdulikan nya.Sehingga Robby tidak terlalu kesulitan untuk menutupi identitas nya.

__ADS_1


"taruh situ saja Rob, " perintah Mala.


"siap beb, " jawab Robby dengan sedikit membuat suara nya berbeda.


"kenapa Rob, dengan suara kamu...? tenggorokan kamu sakit...? " tanya Mala bingung yang mengetahui perubahan suara Robby.


Robby hanya menganggukkan kepala nya.


Setelah selesai Mala dan Robby pun berpamitan untuk pulang.


"terimakasih bu,tolong sampaikan kepada mis Yenika. Jika ada keluhan yang sekiranya kurang memuaskan, mis Yenika bisa menghubungi pihak kami. " terang Mala.


"iya mbak, nanti saya akan sampaikan. " jawab wanita paruh baya tersebut dengan nada datar.


"iya bu, terimakasih. Kami permisi, " ucap Mala.


Wanita paruh baya tersebut hanya menganggukkan kepala nya saja.


Dan pada saat wanita paruh baya tersebut akan masuk ke dalam rumah. Secara tidak sengaja dirinya melihat plat nomor mobil Robby.


"bukankah itu plat nomor mobil tuan Robby. " guman wanita paruh baya tersebut. Dirinya pun masuk ke dalam rumah dengan beberapa pertanyaan di benaknya.


Dan tanpa sepengetahuan mereka, sedari tadi ada sepasang mata yang sedang memperhatikan mereka dari kejauhan.


"Robby, kenapa dengan kamu... kamu sakit...? " tanya Mala menyelidik.


"tidak kok beb,sudah jangan terlalu mengkuatirkan aku. " jawab Robby lebai.


"lebai kamu Rob,siapa juga yang mengkuatirkan kamu. Aku cuma gak mau saja, kalau kamu sakit setelah mengantarkan aku dari customer. " ucap Mala asal karena kesal.


"gak papakan aku lebai, kan lebai nya cuma sama kamu beb. " canda Robby.


"gombal kamu ah,kalau mau gombal sama yang belum punya cowok dong. " ucap Mala.


"ya,emangnya kenapa...?kan baru pacar, belum bersuami kan...? Masih sah-sah saja kali. " ucap Robby menggerutu.


Di tempat lain, Singapura.


Sam saat ini benar-benar dibuat pusing oleh tingkah Raihan. Bagaimana tidak pusing, jika di setiap rapat dan bertemu dengan klain dirinya lah yang harus mengambil alih tempat Raihan. Karena Raihan sibuk menghubungi nomor whatsapp Mala yang tidak kunjung aktif. Bahkan sampai satu persatu teman dan karyawan Mala,dirinya hubungi untuk mendapatkan informasi dan kabar tentang keberadaan Mala.


Orang kalau lagi bucin ya beginilah jadinya, seperti Raihan.

__ADS_1


"Sam,bagaimana dengan hasil rapat nya. " ucap Raihan kepada Sam.


"ini tuan, " ucap Sam sembari memberikan setumpuk berkas-berkas yang harus di tanda tangani oleh Raihan.


"apa ini Sam...? " ujar Raihan terkejut karena melihat tumpukan berkas-berkas tersebut.


"ini adalah berkas-berkas yang harus anda tanda tangani tuan. " ucap Sam dengan tenang.


"banyak banget Sam, kamu bercanda ya...? " kata Raihan dengan menyeringai.


Sam pun tersenyum dan mendekat ke arah Raihan, dan berkata.


"Ada salah satu investor kita yang tidak bisa datang hari ini tuan. Karena ada hal yang mendadak untuk harus dihadiri nya. Mungkin lusa baru bisa, " ucap Sam menerangkan kepada Raihan.


"sial,kenapa aku harus menunggu lagi. " kesal Raihan sembari menggebrak meja di depan nya.


Di tempat lain, Jakarta.


"Girhan,sudah lama kamu tidak berkunjung di rumah aku. " sapa Yenika kepada Girhan.


"tak sengaja aku tadi lewat di depan rumahmu. " jawab Girhan dengan nada datarnya.


"aku tertarik pada seorang wanita yang kebetulan tadi ada di depan rumahmu. " ujar Girhan lagi.


"wanita...? siapa...? Sedari tadi tidak ada satu pun temanku yang singgah ke rumah ku. " ucap Yenika bingung.


"kalau tidak salah aku melihat nya sembari membawa beberapa paketan dan di turunkan di rumah kamu. " ucap Girhan.


"maksud kamu wanita yang mengantarkan pesanan paket ku. Kurir maksud kamu...? " tanya Yenika dengan sedikit mengejek Girhan.


"sejak kapan seleramu berubah tuan Girhan Pradesh...? " tanya Yenika lagi.


"entahlah, yang jelas dirinya dapat mencuri perhatian dari diriku. " ucap Girhan dengan tersenyum.


"ini ambilah, " ucap Yenika sembari memberikan selembar kertas kepada Girhan Pradesh.


"apa ini...? " tanya Girhan Pradesh bingung.


"bacalah,apa karena selera mu menurun pikiran mu juga ikutan memudar. " cibir Yenika dengan menyeringai kecut.


"terimakasih cantik, " ucap Girhan Pradesh dan pergi begitu saja tanpa melihat Yenika.

__ADS_1


"dasar pria kaya yang aneh. " cibir Yenika karena kesal.


__ADS_2