
Lukas tersadar dari pingsannya,dirinya merasa heran karena kini dirinya sedang berada di sebuah ruang rawat inap.Yang satu tangannya terpasang infus. Datanglah seorang perawat,yang sedang mengecek suhu badannya.
"anda sudah sadar tuan...? " tanya sang perawat.
Lukas yang masih lemas pun, hanya terdiam.
"maaf,maksud saya... " ucapan perawat wanita itu pun tergantung karena Lukas memotongnya.
"dimana saya...? " ucap Lukas dengan datar.
"anda berada di rumah sakit X, tuan. " jawab sang perawat sembari tersenyum ramah.
"siapa yang membawaku kesini...? " tanya Lukas kepada sang perawat. Namun belum sempat sang perawat menjawab nya, terdengar sahutan dari balik pintu.
"aku,aku yang membawamu kesini... " ucap Raihan yang baru datang.
Lukas pun kaget,dan terdiam sesaat.
"kau...?! " katanya.
"ya, aku. " jawab singkat Raihan.
Raihan pun melirik sang perawat,dan sang perawat pun mengerti akan maksud Raihan dan meninggalkan mereka berdua.
Dengan perlahan Raihan mendekati Lukas yang masih terbaring lemah di kasur pasien.
"untuk apa kau membawaku kesini...? kenapa tidak kau bunuh saja aku. " ucap Lukas dengan dingin tanpa melihat ke arah Raihan.
"apa kau sungguh ingin mati...?" tanya Raihan kepada Lukas dengan tersenyum devil's.
"a... apa maksud kamu...!? " ucap Lukas dengan nada sedikit bergetar.
Raihan hanya membuang senyum, dan berkata.
"jangan percaya dengan apa yang kamu lihat,karena yang kamu lihat belum tentu itu benar. " ucap Raihan.
"lantas apa...?" jawab Lukas getir.
"carilah sendiri kebenaran nya,dan jangan kamu dengar omongan orang lain. Karena apa...? karena omongan orang lain belum tentu benar. Ada yang di tambahi dan ada pula yang dikurangi. Pandai-pandailah mencerna setiap ucapan yang kamu dengar. " ucap Raihan dan pergi begitu saja.
Lukas pun terdiam mendengar kata-kata dari Raihan. Karena apa yang dikatakan oleh Raihan ada benarnya juga.
Selang dua hari kemudian,Lukas pun sudah sembuh seperti sediakala. Hal pertama yang akan dirinya lakukan adalah menemui Raihan.
Kini Lukas sudah berada di depan kantor perusahaan Raihan.Setelah dirinya membuat janji temu. Lukas pun masuk ke dalam kantor Raihan. Salah satu pegawai Raihan pun mengantarkan dirinya untuk menemui atasannya.
"silakan masuk tuan...! " ucap seorang karyawan wanita yang mengantarkan nya.
"ya, terimakasih. " jawab Lukas dengan tersenyum.
__ADS_1
Lukas pun masuk ke dalam ruang kerja Raihan. Disana dirinya melihat Raihan dan asisten pribadinya, Sam. Kedua pria dewasa tersebut pun mempersilahkan Lukas untuk masuk dan duduk di kursi sofa yang tersedia disana.
Setelah menyapa Lukas,Raihan menyuruh Sam untuk keluar. Sam pun keluar dari ruangan kerja Raihan,dan membiarkan mereka berdua untuk leluasa berbicara.
"kak Raihan...! " ucap Lukas dengan nada ragu.
"ya, ada apa...?apa ada sesuatu yang penting, sampai kau mau jauh-jauh datang kesini...? " tanya Raihan dengan mengangkat sebelah alisnya.
"a... aku minta maaf.Karena sudah salah paham terhadap mu. Dan untuk Mala,aku benar-benar tidak tahu kalau dia kekasih kamu kak. Aku menculiknya,karena aku terobsesi oleh dirinya.Karna dia menolak cintaku,dan karena itulah aku nekat untuk menculik dirinya. "terang Lukas.
" dan itu bukan karena aku membalas dendam,itu murni aku lakukan sendiri. Jika aku tau,dia kekasih mu aku tak akan pernah untuk melakukan nya. "ucap Lukas kemudian.
Raihan hanya terdiam mencerna ucapan dari Lukas.
" aku kesini mau berpamitan kepada kak Raihan. Setelah kupikirkan kembali,aku ingin melanjutkan studi ku ke luar negeri. Aku ingin memulai hidup baru, dengan keadaan, tempat,dan teman yang baru juga. Kak Raihan,maafkan aku. "kata Lukas dengan berlutut dihadapan Raihan dan memegang kakinya.
" apa yang kamu buat...?! "ucap Raihan kaget,karena dengan tiba-tiba Lukas memegangi kakinya.
" maafkan aku...! "mohon Lukas kemudian.
Raihan pun membungkuk dan memegang tangan Lukas. Dengan perlahan dirinya menyuruh Lukas untuk berdiri dan duduk kembali di sofa.
" aku sudah memaafkan kesalahan kamu Lukas,berdiri lah dan duduklah disofa. "perintah Raihan.
Lukas pun mengikuti apa yang disuruh oleh Raihan. Kini dirinya dan Raihan pun sudah duduk di sofa.
" bagaimana dengan Mala kak Raihan...?maafkan aku karena telah membuatnya pergi. "ucap Lukas sedih.
" semua telah terjadi Lukas,jika jodoh pasti kami akan bertemu kembali. "jawab Raihan.
" carilah Mala kak Raihan,dia adalah gadis yang baik. "jawab Lukas.
Raihan pun menganggukkan kepala nya dan tersenyum hambar.
" sekali lagi aku minta maaf kak Raihan,aku permisi. "kata Lukas dan berpamitan.
Setelah kepergian Lukas, " aku akan mencari siapa dalang dari semua ini. Dan aku pastikan,mereka akan menyesal. "guman Raihan pelan.
Di negara Malaysia...
Kemana pun Mala pergi,Robby terus mengikutinya. Hal itu membuat Haslan tidak bisa fokus dengan pekerjaan nya.
" pria itu,kenapa selalu mengikuti kemana pun Mala pergi... "guman Haslan pelan
Haslan pun memanggil asisten pribadi nya yang bernama Amar.
" Amar...!! "teriak Haslan.
Amar yang tak biasa mendengar bos besar nya berteriak,dengan segera dia berlarian.Sampai-sampai tak melihat ada pintu kaca di depannya,dan ia pun menabrak pintu kaca tersebut.
__ADS_1
Braaaak... suara benturan kepala Amar yang menabrak pintu kaca.
" auhhh... nasib baik kaca ini tak retak. "ucap Amar.
Sedangkan para karyawan yang melihatnya,alih-alih menolong Amar. Mereka malah menertawakan Amar,karena hal itu bukan yang pertama kali mereka lihat.
Inilah Amar asisten pribadi Haslan,yang selalu bertindak konyol dan sering menghibur para bawahannya.Dia adalah tipe orang yang humoris, dan terkadang bertindak nyeleneh. Haslan saja sering kali pusing dibuat nya. Dan kenapa Haslan tidak memecatnya...?Karena Amar masih saudara sepupu Haslan,bukan hanya itu. Amar juga orang yang memiliki sifat yang jujur dapat dipercaya. Dan untuk soal pekerjaan, Amar lah jagonya dia bisa di andalkan. Itulah alasan Haslan masih mempertahan kan Amar. Walaupun terkadang, penampilan Amar yang berbeda dengan karyawan lain. Karena dirinya lebih suka memakai pakaian yang ingin dirinya pakai.Yang jelas,bukan seperti pakaian kantoran pada umumnya. Itulah yang menjadi ciri khas dari Amar.
cekreek.... suara pintu terbuka.
" permisi encik bos... "ucap Amar dengan sedikit menongolkan kepala nya dari balik pintu.
Haslan pun menghela nafas. " masuk...! "ucap Haslan kemudian.
Amar pun masuk ke dalam ruangan kantor Haslan. Dan duduk tanpa disuruh oleh Haslan.
" kamu...! "ucap Haslan ragu-ragu.
" iye, ada apa...? "tanya Amar penasaran.
" aku mau awak,awasi pria tersebut...! "perintah Haslan kepada Amar sembari memberikan Amar sebuah foto seorang lelaki tampan.
" kacak nye...! "seru Amar mengagumi ketampanan pria yang dirinya lihat di foto tersebut.
" jangan lah nak berhayal...! saye nak, awak awasi diee dari jauh sahaje. Dan ingat jangan sampai awak ketauan...! "ucap Haslan.
" saye nak awak cari informasi tentang orang itu. "ucap Haslan kemudian.
Amar pun mengerti,dan ada rasa penasaran. Kenapa saudara nya itu menyuruh nya untuk mengawasi lelaki tersebut.
" encik bos. "tanya Amar.
" ya. "jawab Haslan singkat.
" siape die,die kacak lah. "ucap Amar dengan tersenyum.
" awak tak perlu tau siape die...! awak cukup cari informasi die saja,selebihnye terserah awak. "ucap Haslan dengan tersenyum menyeringai.
" boleh tak,saye.... hehe... "jawab Amar sembari terkekeh.
Haslan pun membalasnya dengan anggukan. Sedangkan Amar,berlarian kecil menghampiri Haslan dan mencium pipi Raihan.
" muaaach... "
"apa yang awak buat, hah...?! " marah Haslan.
Namun Amar sudah berlari jauh dan keluar dari ruang kerja nya.
"iiissh... nasib punya saudara... " ucap Haslan sembari menggeleng kan kepala nya dan lanjut mengerjakan perkerjaan nya yang sempat tertunda.
__ADS_1