Ternyata Dia Jodohku

Ternyata Dia Jodohku
Episode 81


__ADS_3

"Hai Dea, Ayu. Kenapa toko nya jam segini sudah tutup...? " sapa Raihan yang baru sampai.


"Tu... tuan Raihan...? kompak keduanya berseru dan saling memandang.


" ada apa dengan kalian, kenapa nampak terkejut seperti itu. "jawab Raihan sembari mendekati kedua gadis tersebut.


Dan belum sempat mereka menjawab, " oh... ya tadi aku lihat kok ada tanda polisi di sana,seperti nya baru terjadi kecelakaan ya...? "ucap Raihan kembali.


Dea yang mendengar kata kecelakaan, dirinya pun seketika menangis kembali.


" hiks... hiks... hiks... "tangis Dea. Sedangkan Ayu pun juga ikut menangis.


Raihan yang melihat pemandangan tersebut pun terheran-heran.


" Hai kalian kenapa...? apa yang terjadi...? "tanya Raihan penasaran.


Dea tak sanggup menjawabnya,dan Ayu pun mewakili nya untuk menjawab pertanyaan dari Raihan.


" tu... tuan Raihan, mbak Mala, mbak Mala... "Ucap Ayu yang berhenti menjeda ucapan nya.


" ya, Ayu. Mala kenapa...? dan dimana dia...? kenapa aku tidak bisa menghubungi nomor ponsel nya...? apa kalian tahu dimana dia sekarang...? "jawab Raihan dengan beberapa pertanyaan kepada Ayu.


Ayu pun menghela nafas nya...Dengan berat dirinya pun berkata, " mbak Mala masuk ke rumah sakit tuan Raihan, dia mengalami kecelakaan. Tepatnya disana tadi... hiks... hiks... hiks... "


"a... apaa...? kecelakaan...?! " seru Raihan dengan sangat terkejut. Seketika Raihan pun panik,jantungnya seakan berhenti berdetak mendengar jawaban dari Ayu.


Dirinya pun kembali sadar,dan bertanya lagi kepada Ayu.


"katakan Ayu,dirumah sakit mana Mala dilarikan...?! " ucap Raihan.


"maafkan kami tuan, kami tidak tahu. Karena tadi kami tengah sibuk melayani pembeli.Kami dapat kabar dari salah satu pelanggan kami yang kebetulan ada ditempat lokasi kecelakaan. " ujar Ayu.


Raihan pun merasa frustasi. Dirinya kemudian menghubungi seseorang, "cari tahu kecelakaan yang terjadi di jalan XX, dan dimana korban dilarikan..! " ucap Raihan yang berbicara pada seseorang di balik telepon genggam milik nya. Dia pun memutuskan panggilannya kemudian.

__ADS_1


Sedangkan Dea, dia masih saja menangis sesenggukan.


"apa penabrak nya sudah ditangkap...? " tanya Raihan kepada kedua gadis didepan nya itu.


Dan kali ini Dea lah yang menjawabnya. "sudah tuan,saat ini si penabrak sudah di amankan di kantor polisi terdekat. "


Dan beberapa menit kemudian, terdengar suara telepon dari ponsel Raihan. Dirinya pun mengangkat panggilan tersebut.


"ya, hallo. " ucap Raihan. Dirinya pun mendengar ucapan dari sang penelepon.


"Baik, terimakasih. " jawab Raihan kemudian.


"saya sudah menemukan dimana Mala dirawat, apakah kalian akan ikut...? " ucap Raihan.


"ya, kami ikut tuan. " jawab Dea maupun Ayu yang hampir bersamaan.


Raihan pun menganggukkan kepala nya, "ayoo...! " jawab nya.


Sedangkan di rumah sakit.


"Ya, Allah semoga tidak terjadi apa-apa padanya. Tolong selamatkanlah dia Ya Allah. " ucap pria tersebut dalam hati.


Lima belas menit kemudian pintu ruang operasi pun terbuka. Seorang dokter pria pun keluar dari sana.


Sedangkan pria tadi mendekati sangat dokter.


"dokter, bagaimana dengan dia...? " tanya pria tersebut dengan raut wajah paniknya.


Dokter pun berkata, " alhamdulillah tuan,operasi nya berjalan dengan lancar."jawab sang dokter dengan lembut.


"Terima kasih dokter,terimakasih." jawab pria itu.


Sang dokter pun menjawabnya dengan anggukkan kepala, dan hendak pergi namun dari sana.

__ADS_1


Namun, "dokter maafkan atas kesalahan saya yang tadi, saya sungguh menyesal karena telah berkata dengan kasar. " ucap pria tersebut sembari menundukkan kepala nya.


Sang dokter pun berkata, "saya memaklumi situasi tadi,seharusnya saya juga meminta maaf atas ucapan saya tadi kepada Anda. " jawab sang dokter dengan menundukkan kepala nya,dan pergi meninggalkan pria tersebut.


Kini Mala sudah dipindahkan ke ruang VVIP, pria tersebut lah yang mengurus segala keperluan Mala. Dengan setia pria tersebut menunggui Mala seorang diri.


Sedangkan Raihan, Dea dan Ayu baru saja sampai di rumah sakit.Mereka pun segera mencari keberadaan Mala, yang sudah Raihan ketahui dari orang suruhan nya tadi.


Sampai lah mereka di depan kamar VVIP, Raihan pun mengetuk pintu ruang tersebut.


Tok... tok... tok... bunyi suara ketukan pintu.


Seseorang pun membuka pintu tersebut dari dalam kamar VVIP tersebut. Nampak lah seorang pria tadi yang sedang menunggui Mala.


"maaf, anda siapa...? " tanya pria itu kepada Raihan.


Raihan yang melihat pria tersebut pun terdiam seketika, pikirannya kembali pada siang di mana dirinya sedang membuntuti Mala dengan seorang pria. Pria itu adalah pria yang sama yang sedang berdiri di hadapan nya sekarang ini.


Raihan segera menepis pikiran itu, dirinya kembali fokus tentang keadaan Mala sekarang.


"maaf, apa benar Mala di rawat di ruangan ini...? " tanya balik Raihan kepada pria tersebut.


Pria tersebut pun menganggukkan kepala nya, dan berkata."dan anda siapa...? " ucap nya.


"saya Raihan Anggoro, saya tunangan Mala. " jawab Raihan.


Pria tersebut pun terdiam, dan mempersilakan Raihan dan kedua gadis itu masuk.


Setelah masuk ke dalam ruang tersebut, Raihan, Ayu dan Dea pun melihat tubuh Mala yang terbaring lemah di atas tempat tidur pasien. Mereka pun mendekati Mala,


"sayang, apa yang terjadi sama kamu. Maafkan aku,karena tidak bisa menjaga mu dengan baik. " ucap Raihan pelan,yang masih bisa di dengar oleh pria tersebut yang kini berdiri di belakang Raihan.


"maaf, aku tidak memberi kabar kepada kamu. Maupun keluarga Mala, karena aku tidak memiliki kontak telepon kamu maupun mereka.Ponsel Mala pun entah hilang dimana. " jawab pria tersebut dengan pelan.

__ADS_1


Raihan pun menatap pria tersebut dan berkata, "siapa anda sebenarnya,karena saya pernah melihat anda bersama dengan Mala sebelumnya. "


Pria tersebut pun tersenyum simpul, "perkenalkan nama saya Haslan, saya teman Mala. " jawab Pria tersebut yang tidak lain adalah Haslan.


__ADS_2