
Kini Mala dan Haslan sudah sampai di depan mansion milik keluarga Haslan. Di sinilah Mala akan tinggal untuk sementara waktu. Keluarga Haslan sangat lah baik terhadap Mala. Mereka menganggap Mala bagaikan anak sendiri.
Tak terasa sudah dua hari ini Mala tinggal di rumah Haslan. Waktu demi waktu hanya Mala gunakan untuk rebahan saja, mungkin saja dirinya kecapean.
Sedangkan keluarga Haslan,tidak begitu mempermasalahkan. Mereka malah sibuk menawarkan Mala agar Mala mau berjalan-jalan untuk melihat-lihat keindahan kota Kuala Lumpur,terlebih lagi pada saat malam hari.
Haslan berjalan ke arah Mala yang kini tengah berada di balkon.Haslan melihat, Mala tengah duduk di atas kursi dengan mengenakan henset yang menutup di kedua telinganya.Nampak Mala sedang menikmati suara musik. Karena dirinya sesekali ikut bersenandung dan menghayati lagu yang didengar nya itu.
"hai...?. " sapa Haslan kepada Mala.
Tidak mendengar sahutan dari Mala,Haslan pun menyentuh pundak Mala dan mengulang ucapan nya tadi untuk menyapa Mala.
"hai...? " ucap Haslan.
Mala pun menoleh ke arah Haslan karena kaget.
"Haslan....! " seru Mala sembari melepaskan henset yang ia kenakan.
Haslan tersenyum,dan ikut duduk di samping Mala.
"awak tak bosan ke...? hari-hari di rumah saja...? jom kita jalan...? " ajak Haslan.
"kamu sudah pulang ya...? " kata Mala.
"Jom...? " ajak Haslan lagi.
"aku malas Haslan,lagipula ini sudah malam.Besok saja ya, " jawab Mala dan berdiri hendak pergi dari sana.
Namun dengan segera Haslan meraih tangan Mala.
"Jom...!awak tak tau ke kalau kat sini pada waktu malam hari kota Kuala Lumpur terlihat lebih indah. " ucap Haslan sembari menarik paksa tangan Mala.
Mala pun akhirnya dengan terpaksa menurut,dirinya pun mengekor dibelakang Haslan dengan pasrah.
Bukit Bintang terkenal dengan Jalan Bukit Bintang, jalan raya utama yang padat dengan mal kelas atas dan butik busana mewah. Bar berkonsep outdoor dan kelab musik live berjajar di jalan Changkat Bukit Bintang. Sementar itu, Jalan Alor adalah jalan yang terkenal dengan restoran di tepi jalan yang menyajikan kuliner China, seperti sup kerang dan udang mentega. Di dekatnya, KL Forest Eco Park memiliki jalan setapak alami dan jembatan gantung.
Cewek-cewek Pasti Senang ke Bukit Bintang Malaysia, Ini Alasannya mengapa Haslan mengajak Mala kesini.Selain itu
Bukit Bintang merupakan kawasan pusat perbelanjaan dan hiburan yang ngehits di Kuala Lumpur. Haslan berfikir Mala akan senang. Karena setau Haslan para wanita akan menyukai jika mereka di ajak shoping. Itu menurut pemikiran Haslan ya,bukan author 😅.
__ADS_1
"kita sudah sampai, jom turun...? " ajak Haslan kepada Mala.
"untuk apa kita kesini Haslan...? " jawab Mala dengan malas. Karena dirinya berfikir ingin mencari ketenangan bukan keramaian.
"kita shoping,nonton bioskop,atau sekedar jalan-jalan, apa lagi... " kata Haslan.
"kita pulang saja ya,aku ingin tidur. " ucap Mala sembari pura-pura menguap, biar terlihat mengantuk.
Haslan memutar matanya dengan malas,dirinya pun turun dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk Mala. Dengan sedikit paksa'an Haslan menarik Mala.
"jadi jika awak tak nak turun dari mobil ini, dengan terpaksa saya akan gendong awak... macam mana...? " ucap Haslan dengan mengertak Mala, supaya Mala mau turun.
Mala yang mendengar ucapan dari Haslan pun segera turun dari mobil. Dengan malas dirinya pun berjalan mendahului Haslan yang masih setia menunggu nya. Haslan menggelengkan kepala nya melihat kelakuan Mala,dirinya pun menyusul Mala.
"tunggu, La...! " teriak Haslan dengan berlarian kecil.
Mala pun menghentikan langkah kakinya dan menunggu Haslan,mereka pun berjalan bersama.
Setelah berjalan-jalan cukup lama,mereka pun merasa kecapean. Akhirnya mereka berhenti untuk istirahat sembari mengisi perut yang telah lapar.
"awak nak makan ape...? " tanya Haslan kepada Mala saat seorang pelayan restoran ada disana untuk menunggu menu yang akan dipesan oleh Mala dan Haslan.
"oke." jawab Haslan dengan tersenyum.
"kita nak dua nasi lemak spesial. " kata Haslan kepada pelayan restoran.
"oke,duwe nasi lemak spesial. Maaf tuan,nak minum ape...? " tanya pelayan restoran kepada Haslan.
"awak nak minum ape La...? " ucap Haslan menanyai Mala.
"es teh sama air mineral. " jawab Mala sembari mengedarkan pandangannya ke sembarang arah.
"oke baiklah. " jawab Haslan.
"mineral water du'we. Ice tea satu, dan orange juice satu. " kata Haslan kepada pelayan restoran.
"baik tuan,silakan tunggu ye. " jawab sang pelayan restoran dengan tersenyum ramah dan pergi meninggalkan mereka berdua.
Tanpa mereka sadari ada tiga pasang mata yang sedang memandangi mereka. Mereka adalah Luna,Aisyah, dan Molly.Mereka bertiga adalah karyawan yang bekerja di perusahaan Haslan.
"bukankah itu bos Haslan...!?"seru Aisyah dengan menunjuk ke arah Haslan.
__ADS_1
" ya benar,itu encik bos... "jawab Luna menimpali.
" mana...? "ucap Molly penasaran.
" itu...! "jawab Aisyah dan Luna hampir bersamaan.
Molly pun akhirnya dapat melihat keberadaan bos Haslan.
" siapa yang sedang bersama dengan bos Haslan... berani sekali dia tersenyum di depan encik bos. Aku saja,tidak berani. Walaupun kite dekat dengan nya. "ucap Molly dalam hati.
" wah,,, siapa gadis itu...? nampak tak seperti orang Melayu. "ucap Luna sembari mengamati wajah Mala yang terlihat jelas di depan pandangan nya. Saat ini Haslan dan Mala duduk disebelah meja Luna,Aisyah dan Molly.
Tiba-tiba saja Molly berdiri dan menghampiri Mala dan Haslan. Sedangkan kedua temannya hanya menatapnya dengan penuh tanda tanya.
" permisi,encik bos...? "sapa Molly.
" Molly...? "jawab Haslan.
Mala hanya memandangi keduanya setelah itu dirinya melanjutkan memakan makanan nya.
" iye encik bos... hehe... boleh ke saye ikut gabung kat sini. "ucap Molly dengan tersenyum.
Sesaat Haslan melirik ke arah Mala,dan setelah melihat Mala Haslan pun mempersilakan Molly untuk bergabung.
Molly mengambil ponsel nya dan mengirimkan pesan singkat kepada kedua temannya,agar mereka pergi dari sana. Setelah mendapatkan pesan singkat dari Molly kedua temannya pun bergegas meninggalkan cafe.
" awak sendiri ke...? "tanya Haslan kepada Molly.
" iye encik bos, saye sendirian saje. "jawab Molly sembari tersenyum dengan menggoda, tanpa memperdulikan keberadaan Mala yang ada di sampingnya.
Mala hanya memutar kedua bola matanya dengan malas dan mengambil jus yang hendak dipegang oleh Haslan, Mala pun meneguk habis jus tersebut. Haslan pun melongo dan menggelengkan kepala nya.
" aku mau beli beberapa pakaian,kalian lanjutkan saja... "ucap Mala dan pergi begitu saja.
" tunggu Mala... kita sudah selesai. "jawab Haslan dan pergi menyusul Mala. Tidak lupa Haslan berpamitan terlebih dahulu pada Molly.
" saye pergi dulu. "ucap Haslan yang tiba-tiba saja wajahnya datar seperti biasanya saat berada di perusahaan nya..
Molly pun menciut dan dirinya menganggukkan kepala nya. Molly hanya bisa memandangi punggung belakang Haslan yang semakin menjauh dari pandangan nya dan menghilang di balik keramaian.
" ape gadis itu girlfriend encik bos...?kalau tidak mana mungkin encik bos begitu takut ditinggal oleh gadis itu.Siapa pun die,selama encik bos belum berganti status menjadi suami.Saye tak akan pernah mundur untuk mendapatkan nya. "ucap Molly dalam hatinya sembari tersenyum dengan devil's.
__ADS_1