
Daffa dan Sam kini sudah berada di dalam ruangan kerja Raihan. Tanpa disuruh, si Daffa sudah duduk di kursi depan meja Raihan bekerja.
"ck paling juga mau ceramah. " gerutu si Daffa pelan, namun masih bisa di dengar oleh Raihan maupun si Sam.
"ni orang ya... " gemas Raihan walaupun hanya di dalam hati. Sembari menatap Daffa dengan wajah datar.
"oke, kita langsung saja ke topik. Begini Daf,saya mau kamu menyelesaikan proyek yang berada di kota B. Proyek itu sudah tertunda cukup lama,dan saya mau kamu segera menyelesaikan nya. Kenapa saya suruh kamu...!! jawabannya hanya satu. Karena saya percaya sama kamu. Apalagi dengan kinerja kerja kamu yang pastinya sudah tidak perlu diragukan lagi. " ucap Raihan panjang lebar.
Sedangkan Daffa mendengar nya dengan penuh antusias, tanpa menjeda ucapan yang dikatakan oleh Raihan.
"boleh gak, kalau aku mengajak si Siska...? " tanya Daffa dengan wajah sumringah.
"jawabannya tidak...! " kata Raihan dengan nada dingin.
"alasannya karena Siska,bukan pegawai tetap diperusahaan ini.Dan dia hanya pegawai magang. " ucap Raihan kemudian.
Mendengar penjelasan dari Raihan. Daffa pun akhirnya menerima nya dengan pasrah.
"baiklah boss,saya mau. " jawab Daffa dengan raut wajah kecewa.
"kamu bisa pergi dengan Maynard,dia juga akan aku kirim kesana." ucap Raihan.
"iya boss. Kapan saya akan berangkat kesana boss...? " tanya Daffa kepada Raihan.
"lusa... bukan kah lebih cepat lebih baik. " jawab Raihan.
"baik boss. " jawab Daffa sembari hendak berdiri dari kursinya.
"Kamu jangan khawatirkan yang lain-lain, karena semua fasilitas dan kebutuhan kamu disana ditanggung oleh perusahaan. Kamu cukup fokus dengan pekerjaan kamu saja disana. " kata Raihan sembari tersenyum.
"semua fasilitas dan kebutuhan saya ditanggung oleh perusahaan. Maaf boss, apakah itu juga termasuk kebutuhan B saya....? " ucap Daffa dengan sumringah.
Dan tiba-tiba saja.
pletak.... sebuah pulpen mendarat di kepala Daffa.
"auw... " seru Daffa sembari mengelus kepala nya yang terkena pulpen.
"sakit boss...! " seru Daffa.
"jaga ucapan kamu itu...! " kata Raihan dengan geram.
"hehe... si boss. Saya kan cuma tanya dan memastikannya. " jawab Daffa dengan cengengesan.
Sedangkan Sam hanya diam saja. Karena sudah tahu kalau pasti akan terjadi hal seperti ini.
"sudah sana keluar...!dan persiapkan diri kamu lusa... " ucap Raihan dengan ketus.
"asiap boss. " jawab Daffa dengan enteng dan berlalu pergi tanpa permisi.
Setelah Daffa meninggalkan ruangan Raihan,dirinya berpapasan dengan Siska.
"Hai cantik...!! " sapa Daffa dengan tersenyum lembut.
__ADS_1
"eh mas Daffa. " ucap Siska tidak lupa dengan tersenyum pula.
"mau kemana cantik...? " tanya Daffa kepada Siska.
"mau ke ruangan tuan Raihan mas,ini mau nyerahin berkas. " jawab Siska.
"oke lanjut cantik... mas Daffa mau lanjut kerja dulu ya. " ujar Daffa sembari mengedipkan sebelah matanya.
Sedangkan Siska,dirinya menganggukkan kepala nya sembari tersenyum.
"permisi mas Daffa,Siska kesana dulu. " jawab Siska dengan menunjuk arah ke ruangan Raihan.
Daffa tersenyum dan menganggukkan kepala nya.
Tak berapa lama Siska pun mengetuk pintu ruangan Raihan.
tok... tok... tokk.... bunyi suara ketukan.
"masuk...! " seru Raihan dari dalam ruangan.
Siska pun menongolkan kepala nya, dan langsung masuk ke dalam ruangan kerja Raihan."permisi tuan Raihan,ini berkas yang anda minta. " ucap Siska sembari berjalan ke arah Raihan dan memberikan berkas yang dirinya bawa sedari tadi.
Raihan pun menerimanya,dan segera melihat berkas tersebut. Sembari membacanya, Raihan sesekali menganggukkan kepala nya. Dirinya puas dengan hasil kerja Siska.
"kerja bagus Siska,saya suka dengan kinerja kerja anda. " ucap Raihan.
Merasa dipuji oleh Raihan, Siska pun tak melewatkan kesempatan ini. Dirinya hendak merayu Raihan walaupun dengan kata-kata yang ringan.
"terimakasih mas Raihan. " jawab Siska sembari tersenyum lembut.
"maaf kamu memanggilku tadi apa...? mas...?? " sarkas Raihan.
"ops...! maaf tuan, saya terlalu senang. Jadi ngelantur deh ngomong nya. " jawab Siska.
"aku tahu maksud kamu,semua jelas terlihat." batin Raihan.Sembari menatap Siska dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.
Sedangkan Sam,dirinya hanya diam. Dan mengamati setiap gerak dan ucapan dari keduanya.
"tuan,saya harap anda jangan lemah. Ingat tuan, wanita ini adalah suruhan tuan Girhan.
" tuan Raihan,saya.... "belum selesai Siska berbicara, namun sudah di sela oleh Raihan.
" cukup nona Siska. Jangan pernah kamu bertindak di luar batasanmu...! "ucap Raihan dengan tiba-tiba karena melihat Siska yang akan hendak memeluknya.
" saya tahu siapa anda...!"ucap Raihan lagi.
Siska pun menganga,dirinya tidak tahu maksud dari ucapan Raihan.Karena dirinya sudah menyimpan rapat privasi nya.
"anda tahu tuan, siapa saya...? " tanya Siska kepada Raihan, dengan tampang polosnya.
"ya." jawab singkat Raihan.
"Sam,berikan semua berkas itu...! " perintah Raihan kepada Sam sembari menunjuk ke arah berkas yang dipegang oleh Sam.
__ADS_1
"baik tuan. " jawab Sam.
Sam pun berjalan mendekati Siska,dan menyerahkan berkas yang dibawanya.
"ini nona, silakan anda baca. " kata Sam dengan wajah datar nya.
Siska pun menerima berkas tersebut dan segera membacanya.
Siska membelalakkan kedua bola matanya. Dirinya kaget,karena Raihan sudah mengetahui misinya. Siska pun menangis.
"maafkan saya tuan Raihan, maafkan saya. " ucap nya sembari menangis.
Raihan menatap Siska dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.Dirinya tak habis pikir,Girhan ternyata masih menyimpan dendam dengan nya.
"aku tahu kamu sebenarnya orang baik. Tapi kenapa kamu berpikir jika Lukas akan menerima semua ini. Aku mengenal Lukas,lebih dari Girhan mengenalnya. " ucap Raihan dengan nada suara datar.
"percayalah kamu hanya diperalat oleh Girhan. " ucap Raihan kemudian.
"maaf tuan. " jawab Siska dan bergegas pergi dari sana.
"tuan." seru Sam.
"biarkan saja dia. " kata Raihan.
Sam pun menganggukkan kepala nya.
Sementara Siska dirinya kini mengambil tas yang berada di meja kerja nya.Setelah itu dirinya pun pergi dari kantor Raihan.
Saat sampai diparkiran, Siska tanpa sengaja menabrak seorang wanita.
braakkk.... suara tabrakan di antara keduanya.
"auww... " keluh wanita yang ditabrak nya.
Siska pun segera menolong wanita tersebut.
"ma... maaf mbak, sa... saya tidak sengaja. " ucap Siska cemas. Sedangkan yang ditabrak nya malah tersenyum lembut.
"iya mbak saya tahu mbak tidak sengaja menabrak saya. " jawab wanita tersebut dengan tersenyum lembut dan ramah.
"apakah mbak nya terluka...? " tanya Siska yang masih dalam mode cemas.
"tidak mbak. " jawab wanita tersebut berbohong. Padahal jelas-jelas tadi dirinya jatuh dan lututnya tergores karena menahan berat tubuh nya.
Siska menatap wanita tersebut dengan rasa canggung. Pasalnya dia tahu kalau tadi wanita di depannya ini lutut nya lecet.
"kenapa kamu berbohong mbak...? " batin Siska.
Siska kemudian menarik lengan wanita tersebut, untuk mendekat dirinya. Kemudian Siska mengambil sesuatu dari dalam tasnya.
"pakailah ini mbak.Ini bisa untuk mengobati luka nya mbak,yang tergores itu. " ucap Siska dengan memberikan wanita tersebut botol kecil yang di ambilnya dari dalam tas, sembari menunjuk ke arah lutut wanita tersebut.
Wanita tersebut pun menerima nya. "terimakasih mbak. " jawab wanita tersebut yang tidak lain adalah Mala.
__ADS_1
"ya mbak, sama-sama. Maaf karena saya mbak nya terluka. " ucap Siska meminta maaf.
"iya mbak, gapapa kok. Lagian, mbaknya kan gak sengaja. " sahut Mala dengan tersenyum.