
Kini Robby sudah berada di bandara Soekarno Hatta beserta Mala,Raihan, Sam dan nenek Rania.
Robby berjalan menghampiri Mala yang sedang duduk di samping Raihan.
"kak." ucap Robby,sembari menatap Mala.
Raihan yang duduk disamping Mala,dia pun menoleh. Dan menyenggol lengan Mala. Mala menoleh ke arah Raihan,dan melihat Robby yang tiba-tiba berada di depan nya itu.
"kau memanggil aku...? " tanya Mala.
"kenapa...? kamu tidak suka dengan panggilan itu...? " tanya Robby balik.
"ah,apa maksud kamu Robby. " sela Raihan.
Sedangkan Mala hanya mencerna ucapan Robby.
"aku titip kakak dan nenekku,tolong jagalah mereka. " ucap Robby sembari tersenyum.
Mala hanya menganggukkan kepala nya saja, dan membalas senyum Robby.
"Andai, lelaki yang kau cintai bukan kak Raihan. Aku pasti akan mempertahankan hati ini untukmu beb. " kata Robby dalam hati.
Nenek Rania yang melihat tatapan Robby terhadap Mala,seakan tahu. Bagaimana perasaan Robby saat ini.
"maafkan nenek Robby. " batin nenek Rania dalam hati. Sembari memandangi cucunya itu.
"beb,eh kak maksudnya. Aku pergi dulu ya, ingat pesanku tolong jaga kakak dan nenek ku tersayang. " kata Robby.
Mala pun menganggukkan kepala nya. Robby beralih di depan kakak nya.
"kak Raihan,Robby titip teman Robby ya. Tolong jangan buat dia menangis.Doakan, semoga Robby sukses. " ucap Robby kepada Raihan.
"iya,kakak akan menjaganya. Dan kakak juga akan berdoa semoga kamu sukses selalu. Ingat,,,! harus benar-benar berangkat ke London. Disana,kakak sudah siapkan semua untuk kamu. Kamu tinggal belajar dan masuk sekolah saja. " ucap Raihan.
"terimakasih Kak. " jawab Robby.
__ADS_1
Raihan pun menganggukkan kepala nya dan tersenyum lembut ke arah Robby.
Kini Robby pun berpamitan kepada nenek Rania.
"nenek...! " seru Robby sembari memeluk nenek Rania.
"jangan kecewakan nenek. Maafkan nenek. " ucap nenek Rania pelan. Sembari meneteskan air mata nya.
"iya nek,Robby janji. Kali ini tidak akan mengecewakan nenek dan kakak. " sahut Robby mantap.
Robby pun berpamitan kepada mereka semua termasuk dengan Sam sekretaris Raihan. Pesawat Robby pun akhirnya berangkat menuju ke negara London, Inggris.
Raihan, Mala, nenek Rania dan juga Sam pun pulang. Raihan dengan Mala memutuskan untuk pergi berdua menaiki taksi. Sedangkan Sam, disuruh Raihan untuk mengantarkan nenek Rania pulang.
"kita mau kemana sayang...? " tanya Mala kepada Raihan. Yang saat ini sudah berada dalam taksi.
"aku mau mengajak kamu ke suatu tempat. " jawab Raihan sembari tersenyum.
"kemana...? " tanya Mala penasaran.
"ada deh,ikut saja. " jawab Raihan.
Kurang lebih satu jam, mereka pun sudah sampai di suatu tempat.
"i... ini...? " tanya Mala sembari meneteskan air mata yang mengalir dari sudut kedua mata nya. Dia melihat sebuah spanduk yang bertuliskan will you merry me. Dan disekitarnya berdekorasi berbagai jenis warna bunga mawar,bunga yang paling disukai oleh Mala.
"iya sayang, apakah kamu mau menikah dengan aku...? " ucap Raihan kemudian.
Tak selang waktu lama,dari balik spanduk itu. Sejumlah orang yang Mala kenal, menampakkan diri mereka dan bersorak-sorai.
"Terima, terima, terima... " ucap mereka serentak.
Dengan malu-malu,Mala pun menerima lamaran Raihan di depan orang-orang tersebut. Dengan antusias Raihan pun memeluk Mala.
"terimakasih kasih sayang. " jawab Raihan dengan senyum bahagia nya.
__ADS_1
Nenek Rania,Sam dan semua karyawan Mala pun semua hadir. Termasuk Ratih yang sedari tadi mengedarkan pandangan nya untuk mencari Robby.
"kamu dimana Robby...? " ucap nya pelan. Sembari celinguk'an mengedarkan pandangannya.
Ratih melihat Mala yang sedang duduk sendiri di dekat kolam ikan, dengan wajah termenung.
"aku merindukan kamu Rob. " batin Mala. Sembari menatap ikan-ikan yang berenang bebas di dalam kolam.
"Mala...! " seru Ratih.
Mala pun mencari sumber suara itu. Dan mengedarkan pandangannya mencari sumber suara yang memanggilnya.
Mata Mala pun menangkap sosok Ratih yang berjalan mengarah nya.
"Ratih...? " ucap Mala sembari tersenyum.
"Hai." sapa Ratih sembari melambaikan satu tangannya.
"Ratih." ucap Mala dan langsung berbaur memeluk Ratih.
"Mala bagaimana kabar kamu...? Aku gak menyangka, kalau kamu benar-benar akan jadian sama tuan Raihan. Selamat ya... " ucap Ratih memberikan selamat kepada Mala.
Mala pun tersenyum lembut.
"terimakasih, Ratih. " jawabnya.
"dimana Dea...? " tanya Mala kemudian.
"oh... si Dea. Dia tidak bisa datang. Sejak semalam dia terus saja menangis. Aku tanya kenapa...? dia nya gak jawab. " jawab Ratih.
"ada apa ya...? " jawab Mala bingung.
"entahlah...! " kata Ratih yang tak mau ambil pusing tentang masalah Dea.
"kok Robby kok gak ada ya,apa dia tidak di undang oleh tuan Raihan...? " tanya Ratih penasaran.
__ADS_1
"Robby...! " jawab Mala terdiam sesaat.
"kamu ikut aku...! ada yang ingin aku bicarakan sama kamu Tih. " jawab Mala sembari menggandeng erat tangan Ratih.