
"encik boss, awak nak kemane...? " tanya Amar kepada Haslan.
"awak tak perlu ikut,beristirahat lah di apartemen. " jawab Haslan sembari memakai sepatu nya.
"encik boss,percume lah saya ikut encik bos kat sini. Jike ujung-ujungnye saye hanya berdiam diri kat apartemen sahaje. Saye boering lah...!? " ujar Amar dengan raut wajah nya yang dibuat memelas.
"jika awak boering, bosan. Kenapa awak tak keluar untuk berjalan-jalan.Sudah-sudah aku dah terlambat ini...! " jawab Haslan dan beranjak pergi.
Ya, hari ini Haslan mempunyai janji untuk pergi makan siang dengan Mala. Di restoran dekat rumah mereka dahulu waktu masih kecil, tepatnya dekat rumah ibu Mala.
"punye atasan yang tidak mempunyai hati, eh kesel deh...! " gerutu Amar.
Di tempat lain.
Kini Haslan sudah menjemput Mala di rumahnya.
"assalamu'alaikum, cantik...? " sapa Haslan yang melihat Mala sudah ada di luar pagar rumah nya.
"Waalaikumsalam.Kok telat sih,aku kira tadi ki,kita gak jadi jalan. " jawab Mala saat mau masuk ke dalam mobil Haslan.
"maaf ya,tadi si Amar rewel. " kata Haslan.
"kenapa dia...? " jawab Mala.
"biasalah dia. " ucap Haslan dengan tersenyum.
"jom...! " ucapnya lagi.
Haslan pun segera melajukan mobilnya. Dan tanpa mereka sadari sedari tadi ada yang mengawasi mereka.
"siapa lelaki itu ya...? " gumam lelaki tersebut yang tidak lain adalah Raihan.
Ya,Raihan berencana mengajak Mala untuk makan siang.Dirinya sengaja memakai kendaraan bermotor, agar terkesan romantis. Pikir Raihan. Namun sayangnya saat dirinya baru sampai di depan rumah Mala,dirinya melihat Mala masuk kedalam sebuah mobil milik seorang lelaki.
__ADS_1
"aku percaya dengan kamu sayang. " ucap Raihan dengan raut wajah kecewa.
Tanpa menunggu lama lagi, Raihan pun mengikuti arah mobil tersebut pergi.
Di dalam mobil.
"kita mau kemana dulu La...? " tanya Haslan kepada Mala.
"sesuai rencana awal saja,kita makan dulu. Karena isi perutku udah pada ngedemo minta diisi, hehe... " jawab Mala sembari tersenyum renyah.
"siap tuan putri...! " balas Haslan dengan senyuman.
"apa sih yang enggak buat kamu La. " batin Haslan dengan senyuman bahagia.
Tak terasa mereka pun sampai di depan sebuah restoran yang mereka tuju.
"em tempat ini tak berubah sedikitpun. " gumam Haslan.
Mala pun menyahuti nya dengan anggukkan.
"ayo, aku juga sudah tidak sabar lagi untuk memakan menu makanan ku. " jawab Mala disertai dengan senyuman.
Mereka pun memasuki restoran tersebut. Sedangkan Raihan,dirinya mengikuti mereka dari kejauhan. Tatapan mata Raihan tak lepas dari Mala, dirinya terus mengawasi gerak gerik Mala.
"sampai saat ini,hanya sebatas wajar. Bagaimana kalau aku hanya mengawasi nya saja dari sini. " gumam Raihan dalam hati. Sembari duduk tidak jauh dari tempat Mala duduk.
"kamu mau pesan apa La...? " tanya Haslan kepada Mala yang tengah membuka telepon genggam miliknya.
"biasa aja,kamu tahu kan...? " tanya Mala kepada Haslan tanpa menoleh.
"Yups,oke." jawab Haslan kemudian.
Saat ini Mala tengah mendapat pesan whatsapp dari Raihan.
__ADS_1
"sayang,kamu dimana...? tadi aku ke tempat kamu, tapi kamunya gak ada dirumah...? " pesan whatsapp dari Raihan.
"iya sayang, aku memang tidak ada dirumah. Aku ada janji makan siang dengan teman lama. " balasan dari Mala.
"boleh tahu gak...? temannya cewek atau cowok...? " tanya Raihan membalasi pesan whatsapp dari Raihan.
"cowok sayang. " jawab Mala.
"dia hanya teman, jadi jangan berpikir yang aneh-aneh. " jawab Mala lagi.
"iya sayang, aku percaya kok kepada kamu. " balas Raihan.
"oke,dilanjut sayang. Nanti aku hubungi kamu lagi. " balas Raihan lagi.
"iya sayang,kamu jangan lupa makan siang ya...!? " jawab Mala.
"oke, siap my queen. " balas Raihan balik.
Raihan pun tersenyum bahagia, ternyata kekasih nya tidak berbohong. Mala berkata jujur jika dirinya memang tengah makan siang dengan seorang pria.
"siapa La...? " tanya Haslan kepada Mala dengan menaikan sebelah alisnya.
"dia Raihan, kekasihku. " jawab Mala tanpa ditutupi.
Duaaarrr.... Mendengar kata kekasihku, membuat jantung Haslan seakan berhenti berdetak. Rasa cinta nya yang selama ini dirinya pendam ternyata sia-sia belaka. Mala.Nama yang bertahun-tahun mengisi hatinya, ternyata sudah ada yang memiliki hati nya.
Mala yang melihat perubahan wajah Haslan pun akhirnya bertanya.
"kamu kenapa Lan...? " tanya Mala kepada Haslan.
"tidak, tidak ada apa-apa kok.O... ya,tadi kamu bilang apa...? kekasih...? sejak kapan...?em maksud aku,sejak kapan kamu memiliki kekasih...? "pertanyaan dari Haslan yang beruntun.
" hm.Iya, aku lupa memberitahu kan kamu ya. Sorry...!! "jawab Mala polos.
__ADS_1
Sedangkan di meja lain nampak seorang pria tersenyum bahagia.
" aku tahu ternyata laki-laki itu mempunyai harapan yang lebih kepada sayangku. "gumam Raihan dengan tersenyum bahagia.