Ternyata Dia Jodohku

Ternyata Dia Jodohku
KEMBALI


__ADS_3

Yenika melongo mendengar ucapan dari nenek Rania.Tanpa sepatah kata apa pun Yenika pun pergi begitu saja meninggalkan mansion nenek Rania.


"dasar nenek tua,seenak jidatnya saja dia berbicara. " gerutu Yenika pelan setelah meninggalkan mansion nenek Rania.


"aku harus bagaimana ini,sial...!! " kesal Yenika.Dan segera melajukan mobil yang dirinya kendarai.


"awasi gadis itu,jika perlu pake kekerasan atau dengan cara apapun.Jangan sampai dia kabur...!! Dia wanita licik,hati-hati jangan sampai lengah. " ucap nenek Rania kepada seseorang dibalik telepon. Dan menutup kembali telepon nya.


flashback of...


"cepatlah bangun Raihan... nenek ada disini. " ucap nenek Rania sedih.


"nenek akan membawa nya kembali kepada mu Raihan. Cepat bangun lah...!! " ucap nenek Rania pelan dengan nada sedih.


Di tempat lain.


"Dea kamu kenapa...?? " tanya Ratih kepada Dea.


"mbak Ratih,Dea dapat kabar dari tuan Sam.Kalau tuan Raihan,kini sedang dirawat di rumah sakit." ucap Dea sembari meneteskan air mata yang keluar dari kedua sudut mata nya.


"aku akan menghubungi Mala Dea.Siapa tahu dia akan kembali pulang. " ucap Ratih.


"emangnya mbak Ratih tahu,kalau mbak Mala sekarang ini ada dimana...? " tanya Dea kepada Ratih.


"ops... " ucap Ratih sembari menutup mulut nya dengan kedua tangan nya.


"e, e, e,,, i...itu... duuhh...apa ya... " ucap Ratih gagap karena ketahuan bohong.


"mbak Ratih...!! Sekarang coba jelasin ke Dea...!?mbak Ratih tahu ya,kemana mbak Mala pergi...?! "tanya Dea menyelidik.


" Dea,a... aku bisa jelasin ke kamu De... Dea... "ucap Ratih gagap.


" mbak tega ya,bohongin Dea...! terlebih lagi bohongin kita semua. " ucap Dea sedih.


"maaf Dea,tapi semua ini atas permintaan Mala. Dia yang menyuruhku untuk menutup rapat keberadaan nya. Karena dia tidak mau,kalau tuan Raihan menemui nya. " jawab Ratih.


"tapi kenapa mbak...? bukankah mereka saling mencintai...? " jawab Dea heran.


"maaf Dea, sebenarnya ada sesuatu yang tidak kamu ketahui.... " ucap Ratih panjang lebar menceritakan semua yang dialami oleh Mala.


Dea pun mendengarkan nya dengan seksama.

__ADS_1


"hiks... hiks... hiks... kenapa Dea baru tahu mbak Ratih.Dea rasa kalau Dea ini, teman yang tidak berguna, hiks... hiks... hiks... " ucap Dea ditengah tangisan nya.


"sudah jangan nangis,ayo ikut aku...! " ajak Ratih kepada Dea.


"mau kemana mbak Ratih...? " tanya Dea bingung.


"pokoknya,ikut aja.Ayo...! " jawab Ratih.


Dea pun akhirnya mengikuti Ratih tanpa protes. Sampai lah mereka di tempat yang di maksud oleh Ratih.


"untuk apa kita kesini mbak...? " tanya Dea penasaran.


"sudah diamlah. " jawab Ratih. Ratih pun mengambil telepon genggam milik nya dari dalam saku celana nya. Dan menekan nomor seseorang.


Ya saat ini,Ratih hendak video call Mala.Namun dirinya sengaja mengajak Dea di tempat yang sepi,agar tidak ketahuan orang lain.


Sesaat kemudian panggilan pun diterima oleh Mala.


"hallo Ratih... " sapa Mala dari sebrang.


"hallo juga La,gimana kabar kamu disana...? " tanya Ratih kepada Mala.


"alhamdulillah aku baik, Tih.Gimana ada sesuatu yang perlu disampaikan ya...? " tanya Mala.


"mbak Malaaaaa...!! " teriak Dea tiba-tiba yang mampu membuat Mala terkejut.


"De... Dea...! " ucap Mala terbata.


"kenapa...!? mbak Mala kaget ya...!!? " ucap Dea cemberut.


Tiba-tiba Dea pun menangis... "hiks... hiks... hiks... mbak Mala jahat,mbak Mala sudah gak anggap Dea lagi sebagai teman. Hiks... hiks... hiks... " ucap Dea sembari menangis.


"Dea... bukan gitu maksud aku. " bela Mala.


"hiks... hiks... hiks... iya mbak Mala, Dea sudah tahu semua kok. Tapi saat ini Dea ingin mbak Mala pulang,karena tuan Raihan sedang dirawat di rumah sakit mbak. " jawab Dea.


"apa...! " ucap Mala terkejut.


"ma... maksud kamu Dea... Raihan sakit,dan masuk rumah sakit. " jawab Mala, dan tanpa terasa dirinya meneteskan air mata nya.


"dia sakit apa Dea...? " tanya Mala ingin tahu.

__ADS_1


"entah lah,tapi sampai sekarang tuan Raihan belum siuman sejak dua hari ini mbak. " jawab Dea sedih.


Sedangkan Ratih hanya menjadi pendengar setia mereka.


"maaf Dea aku tutup dulu ya telepon nya,nanti aku hubungi lagi. " kata Mala yang langsung menutup panggilan tersebut.


"lha... dimatiin mbak Ratih... " ucap Dea.


"mungkin dia ada sesuatu yang dikerjakan nya. Yuk, turun. Waktu nya buka toko... " jawab Ratih.


"iya mbak Ratih. " ucap Dea.


"tapi kenapa ya,mbak." tanya Dea lagi.


"entah lah Dea,hanya mereka dan Tuhanlah yang tahu. " jawab Ratih.


Mereka pun berjalan menuruni anak tangga,dan segera membuka toko.


Di rumah sakit.


"dokter...!bagaimana dengan keadaan cucu saya. " tanya nenek Rania kepada seorang dokter yang sedang memeriksa Raihan.


"mungkin juga karena pengaruh obat nyonya,sebab itulah tuan Raihan belum siuman. " jawab sang dokter kepada nyonya Rania.


"tapi tidak ada gejala penyakit lain bukan...? " tanya nenek Rania lagi.


"tidak ada nyonya. " jawab sang dokter.


Di Malaysia.


"kamu yakin mau balik sekarang Mala...? " tanya Haslan kepada Mala.


"iya,aku harus pulang sekarang. " jawab Mala.


"aku akan mengantarkan kamu ke bandara. " ucap Haslan.


Mala pun menganggukkan kepala nya.


"jom aku sudah siap. " kata Mala.


"kamu yakin sudah gak ada lagi yang tertinggal. " tanya Haslan kepada Mala.

__ADS_1


"iya." jawab Mala.


"kenapa dengan dia, seperti ada sesuatu yang dirinya sembunyikan. " batin Haslan.


__ADS_2