
"nak Raihan...?? serunya.
" hehe... iya tante." Jawab Raihan dengan cengengesan.
"duduklah...!! " perintah nenek Rania.
"hehe iya nek. " jawab Raihan dengan tersenyum yang dipaksakan.
Raihan pun duduk di dekat tempat duduk yang dudukki oleh nenek Rania.
"kenapa nak Raihan tidak langsung masuk saja,kenapa harus bersembunyi di balik jendela luar...? " pertanyaan dari bu Puspa yang mampu membuat Raihan tidak bisa berkutik.
"hehe... i... itu tante anu... e ... " jawab Raihan gugup dengan tersenyum sembari menggaruk-garuk belakang kepala nya yang tidak gatal.
"dia malu,mengakui dirinya sebagai penguntit. " sarkas nenek Rania.
Raihan pun membulatkan kedua mata nya,dengan menatap nanar ke arah sang nenek.
"ne... nenek...!" seru Raihan dengan protes.
"apa... masih mengelak...!!? " jawab nenek Rania yang tidak mau kalah.
Sedangkan bu Puspa sedari tadi hanya bisa menahan senyuman nya, karena melihat nenek Rania dan Raihan yang sedang beradu mulut bagaikan anak kecil sedari tadi.
Sedangkan di tempat lain, tepatnya di dalam mobil milik Haslan.
Mala maupun Haslan hanya diam sedari tadi sejak mereka naik ke dalam mobil. Mala yang merasa ada yang aneh dengan Haslan pun akhirnya tidak tahan lagi. Dirinya memulai obrolannya...
"Lan, kamu kenapa...? kok dari tadi aku perhatiin, ada yang aneh deh sama kamu...?" tanya Mala kepada Haslan.
__ADS_1
"tidak ada apa-apa. " jawab Haslan tanpa menoleh ke arah Mala. Haslan terlihat sedang fokus mengemudi.
"gak...! aku tahu, pasti ada yang kamu sembunyikan dari aku...? " tanya Mala dengan nada penuh menyelidik.
"gak ada kok. " sarkas Haslan,lagi-lagi dirinya tidak menatap ke arah Mala walaupun dengan lirikkan sekalipun.
"aku tahu ada yang kamu sembunyikan dari aku Lan. batin Mala.
Dan saat mereka melewati sebuah taman yang dilengkapi dengan danau buatan yang begitu indah. Tiba-tiba saja Haslan menghentikan laju mobilnya.
"hai kenapa berhenti mendadak...! " seru Mala kaget.
Haslan hanya menatap Mala sesaat. Dan kemudian dirinya pun keluar dari mobil. Setelah keluar Haslan pun menghampiri Mala dan membukakan pintu mobil untuk Mala.
"turunlah... " ujarnya.
"ki... kita mau kemana, Lan...? " tanya Mala dengan heran.
Tak ada sahutan dari Haslan. Haslan pun berjalan tanpa menjawab pertanyaan dari Mala, dan menuju di sebuah kursi panjang yang berhadapan dengan danau. Mala akhirnya pun mengikuti Haslan, tanpa seucap kata apapun.
Dan setelah keduanya sudah duduk di kursi tersebut.
"aku tidak tahu, sejak kapan...? " ucap Haslan singkat.
"maksud kamu...? " tanya Mala yang bingung dengan ucapan Haslan yang menurutnya aneh.
"perasaan ini La. " jawab Haslan yang sudah sejak kapan sudah berada dibawah Mala duduk,tepatnya duduk bersujud di depan Mala sembari memegang kedua kaki Mala.
"a... apa yang kamu lakukan Lan...? " jawab Mala terkejut. Dan menyingkirkan kedua tangan Haslan dari kakinya.
__ADS_1
"La... a.. aku mencintaimu La. " ucap Haslan dengan terbata.
Yang mampu membuat Mala terdiam sesaat mencerna apa maksud ucapan dari ucapan Haslan.
"a... aku tidak tahu itu mulai kapan...? aku benar-benar tidak tahu. Perasaan ini sungguh menyiksa aku La. Aku sudah mengatakan hal ini kepada kedua orang tua ku, dan mereka pun mendukung perasaan ini. Maka dari itu aku menyusul kamu sampai sini. Dan aku bermaksud untuk meminangmu... " kata Haslan dengan raut wajah kecewa nya.
"tapi semua itu ternyata tidak seperti dengan apa yang aku inginkan. Dan perasaan ini,ternyata hanya aku yang merasakan nya. Aku pernah berfikir, jika kamu memiliki perasaan yang sama seperti aku, tapi aku salah. " ucap Haslan kemudian. Butiran-butiran bening yang mengalir dari kedua sudut matanya pun keluar. Ya, saat ini Haslan tengah menangis.
Mala yang mendengar ucapan dari Haslan pun ikut menangis.
"maafkan aku Lan,a.. aku tidak pernah menduga semua ini. Selama ini, aku hanya menganggap kamu sebagai teman dekatku tidak lebih. Dan aku tidak pernah tahu jika ternyata selama ini kamu menaruh hati ke aku. " jawab Mala setelah mencerna ucapan dari Haslan.
Mereka pun saling memandang satu sama lain.
"Lan berdirilah...! " perintah Mala.
Haslan pun berdiri seperti dengan apa yang Mala suruh. Dan... dengan tiba-tiba Mala pun memeluk Haslan dengan erat.
Haslan yang mendapatkan pelukan dadakan dari Mala pun segera membalas nya. Dan mereka pun saling memeluk.
"berjanjilah...! setelah ini,kita masih bisa seperti dulu lagi. Berjanjilah Haslan, berjanjilah...! Hiks... hiks... " celoteh Mala sembari menangis sesenggukan.
Haslan menggigit bibir bawah nya sendiri dan berkata.
"ya,a.. aku berjanji, hiks... hiks... " jawab Haslan.
"dan maafkan aku, seperti nya aku tidak bisa menepati janjiku La. " batin Haslan.
"aku akan tetap memperjuangkannya,dan aku akan tetap menunggumu. tekad Haslan dalam hati.
__ADS_1