
"Perkenalkan aku Robby calon suamimu yang sebenarnya. " Ucap Robby kepada Mala.
"Maksud kamu...?? " Jawab Mala bingung.
"Ya, aku Robby kekasihmu. Dan Raihan yang mengaku menjadi tunanganmu itu adalah kakak tiriku. Dirinya ingin merebutmu dariku,karena dia tahu kamu kehilangan ingatan. Jadi dia memanfaatkan situasi ini untuk memilikimu. " ungkap Robby bohong kepada Mala.
"Benarkah....? Tapi mana mungkin mamaku berbohong kepadaku...!? " jawab Mala.
"Karena mereka telah di ancam oleh Raihan, kakakku. Sebab itulah mereka terpaksa berbohong kepadamu. " Kilah Robby memberikan alasan.
"Kalau kamu meragukan ucapanku,aku bisa menunjukkan kamu kebenaran nya. Ayo, ikutlah aku...! " ucap Robby kemudian.
Tanpa ragu Mala pun akhirnya mengikuti Robby. Mereka berjalan beriringan menuju mobil Robby, tanpa diketahui oleh sesiapa pun.
Robby membukakan pintu mobil untuk Mala.
Kreeekkk.... (bunyi suara pintu mobil terbuka).
"Masuklah...! Aku mau mengajakmu ke suatu tempat, dimana kita biasa menghabiskan waktu bersama. Dan disanalah kita bertemu pertama kali nya. " Terang Robby.
Akhirnya Mala pun masuk ke dalam mobil tanpa ragu, dan Robby pun segera menghidupkan mesin mobil nya menuju tempat yang dituju.
"Sejak kapan kita berhubungan,apakah sudah lama...? " Tanya Mala tiba-tiba, mengawali obrolan mereka di dalam mobil.
Robby yang awalnya fokus mengemudikan mobil nya,menoleh ke arah Mala sembari tersenyum lembut.
"Cukup lama." Jawab Robby asal.
"Apakah mereka tahu tentang hubungan kita...? " Tanya Mala kembali.
"Iya, mereka tahu. Bahkan mereka sudah merestui hubungan kita. " Jawab Robby berbohong.
"Tapi semua itu menjadi berantakan sejak Raihan datang. Dia membenciku, dan ingin menghancurkan hidupku. Dengan cara mengambil dirimu dariku Mala. " Jawab Robby kemudian sembari memasang wajah sedih.
"aku yakin kamu akan percaya denganku,karena aku sangat mengenalmu Mala. Aku memang mencintaimu, tapi aku tidak rela jika kamu memilih kak Raihan dibandingkan memilih aku. Aku akan membuatmu membencinya,bahkan membuatmu untuk melupakannya selama-lamanya... hahaha... " Batin Robby.
"Bandara...!... " Seru Mala.
"Ya, disinilah awal kita bertemu. Apa kamu mengingatnya...? " Tanya Robby.
Mala menggeleng. "Tidak aku tidak mengingat nya. " Jawab Mala.
"Sudah lah,kamu pasti lupa. " Jawab Robby asal.
Dari awal Robby memang sudah merencanakan semua ini. Dirinya ingin menculik Mala dan membawanya pergi jauh dari Raihan dan keluarganya. Membawa Mala, dimana orang tidak mengenali identitas asli nya.
Di tempat lain, di kediaman keluarga Mala berada.Semua orang kebingungan mencari keberadaan Mala berada. Tak ada sesiapa pun yang melihat Robby berkunjung disana. Karena semua sudah terencana oleh Robby, sampai camera pengawas pun tidak bisa mendeteksi keberadaan Mala dan Robby.
"Kemana Mala pergi...? hikz... hikz... hikz... Tadi dia hanya berpamitan mau kedepan rumah saja, kenapa tidak ada. Aku harus bagaimana... hiks... hiks... hiks... " Keluh tangis ibu Mala.
"Sudahlah bu,aku yakin Mala pasti baik-baik saja. " Ucap Raihan menenangkan ibu Puspa ibu Mala.
"Nak Raihan, tolong ibu. Tolong temukan Mala, ibu mohon kepadamu nak...!? " Pinta ibu Puspa kepada Raihan.
"Raihan pasti akan mencari keberadaan Mala bu,ibu Puspa jangan risau. " Jawab Raihan meyakinkan ibu Mala.
"Ibu berharap semua baik-baik saja,nak Raihan." Kata bu Puspa kemudian ditengah isakan tangisnya.
"Raihan izin pergi dulu bu,Raihan berjanji akan membawa Mala pulang. " Ucap Raihan dengan mantap.
"Baiklah nak,ibu berharap semoga tidak terjadi sesuatu kepada Mala,semoga dia baik-baik saja. " Jawab ibu Puspa kepada Raihan.
Belum sempat Raihan meninggalkan rumah ibu Puspa,mata Raihan tertuju pada suatu benda. Raihan pun mendekati dan mengambil benda tersebut.
"Apa ini...? " Seru Raihan.
"Tidak mungkin,ini milik... Robby...!!! "... Ucap Raihan setelah melihat dan memastikan benda tersebut.
" Terakhir kali aku melihatnya dipakai oleh Robby waktu dirinya berangkat ke AS. Dan mana mungkin jam tangan ini bisa ada di sini, sangat mustahil sekali. Apa lagi aku tidak melihat Robby disini...? Apakah kebetulan mirip saja,tapi siapa pemiliknya...? Apa lagi waktu membelinya, jam tangan ini termasuk limited edition dan harganya juga sangat fantastis. Tidak sembarangan orang yang bisa membelinya. "Ucap Raihan pelan sembari mengamati jam tangan tersebut.
__ADS_1
Bu Puspa melihat Raihan masih berada di sana dengan memasang wajah bingung nya. Bu Puspa pun mendekati Raihan dan bertanya.
" Nak Raihan,ada apa...? "Tanya ibu Puspa kepada Raihan.
Raihan pun memperlihatkan jam tangan tersebut kepada ibu Puspa.
" Bu,ibu tahu siapa pemilik jam tangan ini...? "Tanya Raihan.
" Tidak nak, ibu tidak tahu siapa pemilik nya. Karna setahu ibu,Mala tidak pernah memakai jam tangan ini. Lagi pula, jam tangan ini seperti jam tangan pria. "Jawab bu Puspa panjang lebar.
" Robby...,kamu kembali...!!"Batin Raihan menjerit menyebut nama Robby.
"Baiklah bu,Raihan pamit. " Ucap Raihan berpamitan kepada ibu Puspa.
"Hallo Sam,blokir semua jalan menuju bandara dan pastikan hentikan semua penerbangan jadwal hari ini. " Kata Raihan kepada Sam dalam panggilan, dan segera menutup panggilan tersebut tanpa menunggu jawaban dari Sam.
"Sial... kenapa ada penerbangan hari ini dihentikan secara mendadak. " Umpat Robby pelan, karena melihat Mala tengah tertidur pulas dikursi pengunjung.
"Aku sudah sangat teliti memeriksanya tapi kenapa aku tidak tahu tentang hal ini. " Ucap Robby kemudian.
Dua orang lelaki memakai setelan seragam satpam,menghampiri Robby dan berbicara.
"Maaf, permisi. Dengan saudara Robby...?? " Ucap salah satu dari kedua satpam tersebut.
"Ya." Jawab Robby datar.
"Mari silakan ikuti kami. " Jawab salah satu satpam tersebut.
"Untuk apa...? " Tanya Robby dengan nada bicara dingin.
"Kami mendapat laporan untuk menangkap anda. Jadi mohon kerja sama nya. " Kata seorang lagi lelaki yang datang dengan memakai seragam yang sama.
"Tidak mungkin secepat itukah kak Raihan bertindak.Dia tahu kalau akulah yang membawa Mala pergi. " Pikir Robby.
Robby pun mencoba untuk mencari cara melarikan diri.
Robby kemudian dengan tiba-tiba menarik tangan Mala yang tengah tidur. Sehingga membuat Mala kaget.
"Robby....!?? " Seru Mala.
Belum sempat Robby menjawab Mala,dirinya malah mengeluarkan senjata tajam dari balik jas yang dirinya pakai.
Robby menodongkan sebuah pis**l di kepala Mala. Sedangkan Mala sangat ketakutan oleh ulah Robby.
"Rob,Robby.... a.. apa yang kamu lakukan...? "Tanya Mala gugup karena terlalu takut.
" DIAM...!! "... Sahut Robby lantang.
" Kalian....!!... "Berikan aku jalan...! " Ucap Robby dengan lantang.
Para satpam pun memberinya jalan karena takut jika nyawa Mala terancam.
"Kalian...! Bilang sama Raihan, jika ingin nyawa calon istrinya aman. Maka, biarkan lah aku pergi. " Ucap di kemudian.
Tidak berselang waktu lama, Raihan dan Sam pun sampai di bandara dan langsung menuju dimana tempat Robby berada.
"Robby...!!! " Seru Raihan tak kalah lantang.
"Jika sedikit saja kamu melukainya, maka aku akan pastikan aku sendiri yang akan menangani kamu. Bahkan aku tidak akan pernah memaafkan kamu Robby. " Kata Raihan penuh dengan amarah.
"Hebat, sungguh hebat. Apakah ini caramu berbicara dengan adikmu, kak Raihan Anggoro.Inikah caramu menyambut adikmu...! " ungkap Robby.
"Bukankah kita selalu berbagi kakak. Tapi kenapa kakak tidak mau membagi Mala kepada ku." Ucap Robby kemudian.
"Kau benar-benar sudah gila Robby...! Kau gila. " Jawab Raihan.
Sedangkan Mala dirinya hanya bisa terdiam seribu bahasa karena sedari tadi nyawanya sedang terancam.
"Aku tidak perduli. Jika kamu tidak mau membagi Mala denganku, maka sebaiknya. Tidak ada yang bisa memiliki Mala. Jadi ucapkanlah selamat tinggal untuk nya. " Ungkap Robby dengan menarik pelatuk pis**l yang dibawanya.
__ADS_1
"Bye... "Ucap Robby mendorong Mala dan menembakkan pis**lnya kepada dirinya sendiri.
Dooorrr.... (bunyi suara pistol }.
" Tidak....!! "Seru Raihan.
" Robby...!! "Ucap nya lagi.
Raihan berlari dan menangkap tubuh Robby yang mulai roboh.
" Apa yang kamu lakukan, hah...!! Kau gila, kau... kau...!! "Ucap Raihan dengan isakan.
" Kau menangis kak Raihan...?Kenapa kamu menangis...?Seharusnya kakak bahagia, ka... karena Ma... Mala men... menjadi mi... milik mu seutuhnya. To... tolong ja... jaga dia. A.. aa... aaku ikhlas. "Ucap Robby dengan terbata-bata.
" Tidak Robby jangan pergi kakak mohon jangan...!!Robby....!!! "Sahut Raihan dengan isakan.
Robby telah pergi meninggalkan dunia ini. Dan Mala yang tadinya di dorong oleh Robby tanpa terduga dirinya tersungkur dan kepala nya menghantam lantai cukup keras,Mala sampai tak sadarkan diri dan dibawa ke rumah sakit terdekat.
Beberapa hari kemudian. Mala masih belum sadarkan diri, dirinya sempat koma beberapa hari.Walaupun masa kritis nya sudah terlewati, namun dirinya sampai sekarang belum juga sadarkan diri.
" Robby... kamu mau kemana...? "Tanya Mala kepada Robby dalam mimpi.
Robby tersenyum. " aku mau pergi jauh La. Kamu pulang lah...!! Karena disini bukan lah tempat mu,belum waktunya kamu kesini La. "sahut Robby sembari tersenyum.
" Apa maksud kamu Robby...? "Tanya Mala kebingungan.
" Pergilah dari sini, disana (Ucap Robby sembari menunjuk ke arah di mana ada seseorang}.Disanalah tempat mu berada La. Banyak orang-orang yang menantikan dirimu disana. "
"A... Aku tidak mengerti tentang maksud ucapanmu Robby. Lagipula aku takut sendiri. " Jawab Mala sendu.
"Kamu tidak akan pernah sendiri Robby,karena disana ada seseorang yang sangat mencintaimu. " Ucap Robby dengan senyuman khasnya.
"Siapa dia...?? " Tanya Mala.
"Kak Raihan. " Jawab Robby.
"Raihan." Seru Mala.
"Ya, kak Raihan. Aku titip salam untuk nya dan untuk nenek ku,nenek Rania. " Jawab Robby.
Mala melihat arah yang ditunjukkan oleh Robby, dirinya pun berjalan ke arah tersebut. Lama kelamaan akhirnya dia pun sampai di ujung sana dan....
"TIDAAAAK....!! " Seru Mala dengan berteriak keras.
Semua menjadi terasa sangat gelap,dengan susah payah Mala pun membuka mata nya.
"Kau sudah sadar... Sayang...?? " Tanya Raihan.
Mala yang melihat keberadaan Raihan di dekatnya langsung memeluk Raihan.
"Raihan... aku rindu. " Ucap Mala.
"Sebentar ya, biar aku panggilkan dokter dulu. " Kata Raihan dengan penuh kasih sayang.
"Tidak,tidak perlu. Karena aku takut, Raihan. Aku takut kita berpisah lagi." Jawab Mala.
"Kenapa kamu berbicara seperti itu...? " Tanya Raihan.
"Karena aku merasa kita sudah lama berpisah, dan itu membuatku takut. Aku takut kehilangan kamu lagi Raihan. " Jawab Mala.
"Baiklah aku akan tetap disini. " Kata Raihan.
Beberapa tahun kemudian, akhirnya Mala sudah resmi menjadi istri Raihan Anggoro. Mereka hidup bahagia dan dikaruniai tiga orang anak.
Tak ada yang tahu dengan takdir.Semua terjadi begitu saja, tanpa kita pinta.
..."TERNYATA DIA JODOHKU"...
TAMAT....
__ADS_1