
"cari tahu karyawan yang bernama Ratih. Dia bekerja di toko olshop Mala. Aku ingin kamu segera mendapatkan informasi tentang wanita itu. " Ucap pria tersebut yang tidak lain adalah Girhan Pradesh.
"siap tuan. " jawab singkat dari seseorang yang telah dihubungi oleh Girhan.
"beraninya wanita itu menjawab ucapan ku tanpa aku suruh.Dia tidak tahu, siapa aku. "ucap Girhan datar. Dirinya pun kemudian menancapkan pedal gas mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Tanpa memperdulikan dengan keadaan disekitarnya yang ramai lalu lalang pejalan kaki.Dan tiba-tiba ada seorang wanita yang tengah membawa beberapa kotak besar yang berhasil menutupi pandangannya. Dan tanpa melihat kendaraan yang dikemudikan oleh Girhan dengan kecepatan tinggi.
Braaaakkk.... kecelakaan pun tidak bisa dihindari lagi. Wanita tersebut pun terpental dari tempat kejadian. Kepala nya membentur keras di aspalan,wanita tersebut pun pingsan seketika.
" Malaaa....!! "teriak seorang pria.
Pria tersebut pun berlarian untuk melihat kondisi Mala yang telah terbujur di tengah jalan dengan kondisi berlumuran darah. Dengan hati tidak karuan, pria tersebut menghampiri tubuh Mala di tengah jalan.Untuk saja tidak begitu ramai kendaraan, kalau tidak entah apa yang terjadi dengan nasib Mala.
" Mala, Malaa bangun, Mala bangun Mala...! "ucap pria tersebut dengan panik dan menangis. Dirinya pun segera memapah tubuh Mala yang berlumuran darah tersebut. Dan membawanya masuk kedalam mobil miliknya.Dengan tergesa dirinya pun menyalakan mesin mobilnya, dan segera membawa Mala ke rumah sakit terdekat.
" hiks... hiks... bertahanlah Mala, bertahanlah.
Kurang lebih dua puluh menitan pria tersebut pun berhasil membawa Mala masuk ke dalam rumah sakit.
"dokter... dokter... tolong selamatkan dia...! " ucap pria tersebut dengan berteriak-riak, dengan membopong tubuh Mala.
Tenaga medis yang berjaga pun segera melaksanakan tugasnya. Mereka terdiri dari dokter dan beberapa perawat. Mala pun dimasukkan kedalam ruang UGD. Dan segera diberikan pertolongan dengan tepat.
Pria tersebut berjalan mondar-mandir dengan paniknya. "kamu harus kuat Mala, aku yakin semua akan baik-baik saja. " ucap pria tersebut memenangkan dirinya sendiri.
Dan beberapa menit kemudian, seorang lelaki berjas putih khas pun keluar dari ruang UGD. Dan pria tersebut yang mengantarkan Mala pun segera menghampiri lelaki tersebut yang di ketahui berprofesi sebagai dokter.
"dokter, bagaimana dengan keadaannya...? " tanya pria tersebut dengan raut wajah yang terlihat khawatir.
Tak beda jauh dengan wajah sang dokter, dirinya juga nampak khawatir.
"begini tuan,nona ini harus segera melakukan operasi.Karena dari hasil yang saya periksa ada serpihan kaca yang masuk ke dalam belakang kepala nya." terang sang dokter.
"baiklah lakukan yang terbaik untuknya dok. " jawab pria tersebut.
"tapi maaf tuan,tapi kami tidak bisa melakukan operasi ini tanpa persetujuan dari pihak keluarga pasien. " kata sang dokter.
"saya yang akan bertanggung jawab dokter jika ada sesuatu hal dengan pasien. Jadi tolonglah cepat selamatkan dia...! " jawab sang pria dengan sedikit geram dengan sang dokter.
"atau kamu mau,rumah sakit ini aku HANCURKAN...!!! " Bentak pria tersebut.
__ADS_1
"a... apa.. maksud anda...!!? jika anda tidak berkenan dengan tindakan dari pihak rumah sakit, anda bisa membawanya pergi dari rumah sakit ini...!! " ucap sang dokter yang tidak mau kalah.
"KAU.... apakah ini sikap seorang dokter...?? " seru pria tersebut.
"maaf, tapi anda yang memulai nya dahulu. " jawab dokter itu.
"dan jangan libatkan tentang sebuah profesi. " ucap dokter tersebut kemudian.
Belum sempat pria tersebut menjawab,dari arah pintu UGD datanglah seorang perawat dengan tergesa-gesa.
"maaf dokter, pasien harus segera di operasi atau kalau tidak.... " belum selesai perawat tersebut menyelesaikan ucapan nya.
Tiba-tiba, "tolong selamatkan dia,aku mohon. " ujar pria tersebut sembari berlutut di depan sang dokter,dengan menangis.
Dokter tersebut pun tidak tega dengan apa yang dilihatnya. Dirinya pun segera berlalu pergi dan menangani Mala. "baiklah sekali ini saja,aku akan melanggar peraturan dari pihak rumah sakit ini. " tekad sang dokter dalam hati.
Pria tersebut yang melihat dokter itu pun bergumam dalam hati. "terimakasih, dan maafkan saya karena telah bertindak kasar kepada anda. "
Sedangkan di tempat lain, tepatnya di tempat kejadian kecelakaan.
Girhan hampir saja di massa oleh warga,kalau saja polisi tidak segera datang. Girhan pun pasrah dengan kejadian yang sedang menimpa nasibnya. Tanpa melawan, Girhan pun dibawa ke kantor polisi terdekat.
Pyaar... sebuah foto yang terpasang tergantung di dinding pun tiba-tiba saja terjatuh.
Bu Puspa pun terkejut karena berada di dekatnya. "astagfirullah, " seru bu Puspa.
Dirinya pun segera memungut foto tersebut, yang ternyata adalah foto Mala.
Bu Puspa terdiam sesaat, "semoga tidak terjadi sesuatu pada nya, semoga ini hanya kebetulan terjatuh saja. " kata bu Puspa.
"tapi kenapa dengan perasaanku ini, seperti ada sesuatu yang terjadi. Semoga hanya pikiran dan perasaanku saja. " ujarnya kemudian.
Bu Puspa pun melakukan aktivitas nya seperti semula setelah membersihkan pecahan kaca dari figura foto tersebut.
Di tempat lain di kantor Raihan.
"Sam,apa ada yang perlu aku kerjakan lagi...? " tanya Raihan kepada asisten Sam.
"sudah tidak ada tuan,semua sudah saya kosongkan seperti perintah anda semalam. " jawab Sam dengan hormat.
"entah ini apa, bukankah baru tadi pagi aku menelepon nya. Tapi kenapa seakan hatiku tidak tenang, sebelum mendengar suaranya lagi. Aku akan memberinya kejutan, aku akan menyusulnya ke toko. " batin Raihan.
__ADS_1
"Sam, aku mau keluar. Kamu tolong handle kantor. " ucap Raihan.
"baik tuan. " jawab Sam singkat.
"ya seperti ini lah nasib bawahan, sepertinya tuan Daffa memang benar. " batin Sam.
"apa yang kamu katakan barusan Sam...? " tanya Raihan dengan tiba-tiba.
"a... apa...? apa jangan-jangan memang benar kalau tuan Raihan memang bisa membaca pikiran orang lain...? " batin Sam kemudian.
"Sam...?! " ucap Raihan lagi.
"iya tuan, maaf tadi saya tidak berbicara apapun. " jawab Sam.
"o... oke baiklah. Aku pergi dulu, " ucap Raihan kemudian.
Di toko Mala.
"hiks... hiks... hiks... mbak Mala,. " tangis Dea sesenggukan.
"sudah Dea,diamlah.Sekarang ini, bagaimana cara kita untuk memberi kabar ini kepada ibu Puspa. Kalau lewat telepon pasti beliau akan syok, " ucap Ratih bingung.
"bagaimana kalau kita ke rumah nya saja. " timpal Sita memberi usulan.
"iya aku setuju," jawab Dea yang masih sesenggukan.
"oke untuk hal ini finale,tapi di rumah sakit mana mbak Mala dilarikan tadi. " ucap Ayu.
"benar juga ucapan kamu Yu,lalu kita harus bagaimana dong...? " seru Sita.
"begini saja mbak,mbak Ratih sama Sita yang akan memberi kabar kepada bu Puspa. Sedangkan aku dan mbak Ayu akan mencari tahu dirumah sakit mana mbak Mala dirawat. " usul Dea.
"oke baiklah aku setuju dengan usul Dea, " jawab Ratih setuju.
Mereka pun mulai menjalankan misinya masing-masing. Ratih dan Sita sudah pergi terlebih dahulu, sedangkan Ayu maupun Dea masih ada di dalam toko. Mereka menutup toko terlebih dahulu sebelum pergi.
Setelah semua dirasa sudah cukup, Dea dan Ayu pun barulah menutup pintu toko. Dan tiba-tiba mereka berdua mendengar suara yang tidak asing bagi keduanya.
"hai Dea, Ayu. Kenapa toko nya jam segini sudah tutup...? " sapa Raihan yang baru sampai.
"tu... tuan Raihan...?? " kompak keduanya berseru....
__ADS_1