Ternyata Dia Jodohku

Ternyata Dia Jodohku
Tiket pesawat


__ADS_3

pada saat makan malam, kuceritakan perihal rencanaku dan Nabila pada kak Bram,


"kak, aku dan Nabila merencanakan buat kita berangkat jalan-jalan ke Bali. Apakah kakak setuju kalau kita jalan-jalan kesana?


" mmm kalau kakak setuju-setuju aja sayang , asalkan istri kakak bahagia,apapun kakak lakuin sayang"


"aaah kakak, sweet banget sih yang, makasih ya suamiku tercinta"


"sama-sama sayang"


Alhamdulillah kak Bram setuju aku tanya Nabila aah


*WA Nabila


"bil, gimana boleh gak sama suamimu?"


"Alhamdulillah boleh cha, aku seneng banget kita bakalan jalan-jalan kesana uhuuuuy, udah ga sabar aku tu,"


"Alhamdulillah, kalo gitu, ya udah kita istirahat duku yukkkkk"


"ayuukkkkssss


************


Pagi harinya


selesai sholat subuh berjamaah, aku membuatkan suamiku sarapan seadanya, karen kita memang belum belanja bulanan.


"sayang, ayok kita makan dulu ya, aku udah siapin sarapan buat kita" ajakku pada suamiku


"oke sayang tunggu bentar ya, kakak cuci muka sebentar".


tidak lama setelah itu kak bram tiba di meja makan,


"hm wanginya masakan istriku yang cantik ini" pujinya


"kakak bisa aja, awas ya nanti udah di puji taunya ga enak hehe"


"walaupun ga enak, bakalan tetap kakak makan kok sayang"


"jadi selama ini makanan yang adek bikin ga enak ya kak"? tanyaku dengan muka sedih


"eeh enggak kok sayang, masakan yang adek masak enak kok, ga ada yang ga enak, beneran"


"Alhamdulillah kalo kayak gitu. ya udah ayok kita makan dulu kak keburu dingin nanti jadi ga enak lagi"


"oke sayang"


aku dan kak bram makan dalam keheningan hanya suara dentingan sendok saja yang terdengar.


setelah selesai sarapan aku dan kak bram beres-beres rumah kita


"kak, kita beres-beres rumah yukk, tapi kita bagi tugas mau gak?"


"ayok sayang, kakak mau kok"


"mmmm kakak cuci mobil, motor. sedangkan adek nyapu teras, siram tanaman, sama bersihin rumput-rumput, gimana adil gak pembagiannya?" tanyaku


"lumayan adil heheheh"


"yee kakak banyakan kerjaan adek tau, kakak cuman dua adek 3 malah"


" iya tiga tapi dikit semua itu kerjaannya, tapi gapapa demi wanita yang aku cinta dan aku sayangi" jawabnya sambil memelukku


aku dan kak bram mulai mengerjakan tugas kami masing-masing sambil sekali-kali bercanda gurau,


sampai akhirnya ada juniornya kak bram bersama istrinya mampir ke rumah


"selamat siang bang, izin mengganggu waktunya" ucap abil

__ADS_1


"selamat siang bil, kenapa bil pagi-pagi udah datang ini?" tanya kak bram sambil tersenyum


" ini bang mau ngasih kado buat pernikahan abang kemaren, maaf kemaren kita ga sempat datang, karena istri saya sakit bang, maklum hamil muda" jawabnya


"oalah gak usah repot-repot om, ya udah ayok masuk" ajakku


"silahkan duduk bil" pinta kak bram


sedangkan aku mengambil air minum dan kue untuk tamu


tidak lama aku keluar dengan membawa kue beserta minuman


"sialhkan di cicipi om, oh ya nama istrinya siapa?"


"kenalin bu nama saya iza" jawab istri abil


"eeh gak usah pake ibu, oake mbak aja, kalo di dengar atasan baru pake ibu ya" pintakku padanya


"oke baiklah mba" hehehe


"kamu, udah berapa lama hamilnya?" tanyaku


"udah dua bulan jalan tiga mba"


" duh lagi rentan-rentannya itu, di jaga baik-baik ya" ucapku sambil mengelus perutnya


" iya mba, semoga mba cepat di kasih juga, aamiin"


"aamiin allahuma aamiin" jawabku sambil mengelus perutku sendiri hehe


"enak lu bentar lagi ya bil, bakalan ada malaikat kecil di antara kalian, pasti seneng banget lu kan? tanya kak bram


"iya bang Alhamdulillah banget, Allah udah kasih kepercayaan buat kita berdua"


cukup lama kami berbincang-bincang, abil dan iza pun pamit pulang


"iya bil, gapapa santai aja"


"mba iza pulang dulu ya" pamit istrinya padaku


"iya dek hati-hati ya, jaga kesehatan sering-sering main ketempat mba ya"


"iya mba" jawab iza sambil tersenyum.


sepulang iza dan abil aku dan kak bram melanjutkan aktivitas kami yang sempat tertunda, setelah selesai semua kami pun masuk kerumah untuk membersikan diri alias mandi


"kak ayok buruan mandinya, kita kan mau beli tiket liburan, gaenak nanti sama nabila dan kak dio kalo mereka nunggunya kelamaan" ucapku


"iya sayang iya, sabar ya bentar lagi selesai kok kakak mandinya"


aku hanya diam tidak menjawab, karena aku sibuk menyiapkan baju yang akan kami kenakan,


"kak, pake baju ini ya? biar kita senada gitu warnanya"


"baiklah sayang aku"


saat kak bram pakai baju, aku sibuk dengan mempoles wajahku , supaya tidak terlalu kusam dan pucat dan tidak membuat suamiku malu menggandengku


"kakak duluan kedepan ya buat panasin mobil"


"oke sayang, bentar lagi adek juga nyusul keluar"


tidak lama aku pun menyusul suamiku keluar, dan ternyata nabila dan kak dio sudah menunggu di depan .


"maaf ya lama" hehehe


"ya udah ayok kita jalan sayang, kak, bil" ajakku


kamipun jalan menuju mall untuk makan siang sekaligus membeli tiket pesawat disana, kebetulan ada agen tiket juga di mall yang akan kami tuju,

__ADS_1


"sayang mau pesan apa"?


" nasi bakar ayam sama jeruk panas aja yang" jawab suamiku


kak diopun pesan menu yang sama dengan suamiku, saat aku dan nabila menuju tempat pemesanan sekilas kulihat wanita mirip diana, tapi aku tidak menghiraukannya karena Sekarang lun sudah tidak terlihat lagi


kami makan sambil berbincang-bincang


"setelah ini kita beli prabotan rumah tangga yuk cha" ajak nabila padaku


"ayok bil, aku juga ada yang mau di beli soalnya belum punya" jawabku meng iyakan


"bapak-bapak tunggu disni saja ya, nanti ribet kalau bawak mereka hehee" kata nabila


kak bram dan kak dio hanya menggunakan kepala mereka tanda setuju dengan pendapat Nabila


"sayang aku ke WC dulu ya aku kebelet banget"


"hahaha lucu kali muka mu cha" ejek nabila


" iya sayang, hati-hati ya" jawab suamiku


"iya sayang, awas kamu bil setelah dari kamar mandi ku balas kamu" jawabku tersenyum pada suamiku kemudian ku tatap tajam nabila


aku cepet-cepet jalan kekamar mandi karena aku memang sudah tidak tahan lagi.


"ah legahnya" kataku bicara sendiri karena hajat buang air kecil ku terpenuhi


saat aku mncuci tanganku di wastafel, seseorang menyenggol bahuku, aku pun langsung melihat ke arah orang tersebut


" DIANA, ngapain kamu disni? kamu ikutin saya ya?" tanyaku


" ga usah yeriak belum budek, kenapa? kaget? asal lu tau gue kesini bukan ikutin lu, tapi ikutin kekasih hati gue bram" jawabnya den sok-sokan


" jaga bicaramu diana bram adalah suamiku, berhenti mengganggu kami" perintahku


"alah banyak bacot aja" dia berbicara sambil menjambak jilbabku


"aaauu sakit lepasin diana"


ditempat lain kak Bram, nabila dan kak dio mengkhawatirkan aku yang tidak kunjung kembali,


"kok icha perginya lama banget ya, apa aku susul aja?" tamya bila


" kita barengan aja kesana aku juga mulai khawatir ni" ucap kak bram


mereka bertiga berjalan menuju kaar mandi, dan betapa kagetnya suamiku melihat aku yang di jambak Diana mantannya


"lepasin diana sakit, toloong siapapun diluar tolong" teriakku


mendengar suaru suamiku langsung masuk, kak dio langsung menghampiri security.


" cukup diana lepaskan istriku" perintah kak bram


" sayang sakit ucapku langsung memeluk suamiku" ya memang sakit sekali kepalaku di jambaknya


"dasar perempuan gila, gak tau diri aja ganghuin rumah tangga orang pake acara nganiaya sahabat saya, sadar diri jadi perempuan" bentak nabila pada diana


" pak tolong amankan wanita ini, dia menganiaya istri teman saya" perintah kak dio oada security mall


diana pun di proses dengan pihak keamanan disana


"lek biar saya dan nabila aja yang beli tiketnya, kalian tinggalkan kartu identitas saja, kasian icha kalo masih ikut juga, mending kalian pulang"


"iya lek, maaf ya merepotkan"


kami berpisah disana kak dio dan nabila pergi membeli tiket pesawat untuk kami berangkat besok, aku dan kak bram pulang kerumah akrena kepalaku benar-benar sakit.


"

__ADS_1


__ADS_2