Ternyata Dia Jodohku

Ternyata Dia Jodohku
GENTING HIGHLAND'S


__ADS_3


Sampai lah mereka di tempat tujuan mereka,wisata atas awan Genting Highland's. Genting Highland's berada di 2000 m di atas permukaan laut. Tepatnya di atas puncak gunung Titiwangsa Malaysia. Yang bertepatan di perbatasan Pahang dan Selangor. Hanya butuh waktu perjalanan 1 jam dari Kuala Lumpur.


Robby,Haslan,Amar dan Mala pun turun dari mobil.Robby yang sedari tadi cemberut pun tidak mau berjauhan dari. Bagaimana Robby tidak cemberut...?jika dirinya duduk di samping Amar. Karena sejak melihat foto Robby,Amar sudah mengagumi ketampanan Robby. Amar menyukai Robby sejak awal. Sedangkan Haslan yang melihat nya tak henti-hentinya menahan senyum yang dirinya sembunyikan,karena rencananya berhasil.


"sudah sana sama Amar saja Rob,aku takut naik itu. " ucap Mala sembari menunjuk salah satu permainan yang menurut Mala, bisa membuat jantungnya berhenti seketika.


Roller Coaster wahana permainan yang membutuhkan keberanian tingkat tinggi. Permainan itulah yang ingin Robby coba naiki, padahal dirinya tau kalau Mala takut ketinggian.


"kan ada aku La,nanti aku pegangin deh. " jawab Robby enteng.


"gak ah,gak mau...! " kata Mala sembari menggelengkan kepala nya.


"ah kamu gak asik sih La. " jawab Robby cemberut.


"biarin,kan aku sudah bilang. Aku takut ketinggian Robby. " jawab Mala sembari menekankan setiap ucapan nya.


"iya ya iya juga ya,sorry aku lupa... " ucap Robby sembari menggaruk kepala nya yang tidak gatal.


Sedangkan Haslan dan juga Amar sedang membeli minuman.


"kita kesana yuk Rob. " ajak Mala kepada Robby.


"oke...jom...! " jawab Robby dengan semangat.


Mala pun tersenyum melihat Robby yang seperti anak kecil.


"seharusnya seperti ini, hanya kita berdua. " celoteh Robby dengan tersenyum.


"apa maksud kamu Rob...? " tanya Mala setelah mendengar ucapan Robby.


"kan enak kalau berdua,gak ada si ben***g,gak ada belagu itu. Siapa nama nya,Halan...!? " ucap Robby.


"Haslan maksud kamu... Rob...? " jawab Mala.


"oh... jadi nama nya Haslan...? " kata Robby.


"memang nya dia belagu ya...? " tanya Mala kepada Robby,tentang Haslan.


"kalau menurut ku sih iya,orang nya ngeselin. " jawab Robby.


"o... ya...! " ujar Mala.


"tapi dia baik lho Rob, orang nya. " ucap Mala lagi.


"baik lah,kan ada maunya... " jawab Robby pelan namun masih bisa di dengar oleh Mala. Mala yang mendengar nya pun hanya menggelengkan kepala nya.

__ADS_1


"awak inget ye,buat tu budak menjauh dari Mala, oke...! " ucap Haslan kepada Amar.


"siap encik bos, " jawab Amar sembari mengedipkan sebelah mata nya.


Haslan pun menaikan salah satu alisnya,sembari tersenyum menyeringai.


"kemana die orang...? " tanya Amar kepada Haslan.


"cobe biar saye call Mala. " ucap Haslan.


Belum sempat Haslan mengambil telepon genggam nya. Amar pun berseru,,,


"tu die...orang nya...!! " seru Amar.Sembari menunjukkan jari nya ke arah Mala dan Robby yang tengah duduk-duduk di tempat duduk yang tersedia disana.


Haslan dan Amar pun menyusul mereka berdua untuk bergabung bersama.


Di belahan dunia lain,di Indonesia.


"tuan,sebaiknya anda istirahat saja.Saya lihat anda kurang sehat hari ini. " ucap Sam yang melihat raut wajah Raihan nampak pucat.


"saya masih bisa mengerjakan nya Sam,ini tinggal sedikit lagi. " jawab Raihan yang masih fokus pada file-file yang menumpuk di atas meja nya.


"tapi tuan... " protes Sam.


Raihan hanya mengibaskan satu tangannya,agar Sam keluar dari ruangan kerja nya. Sam pun mengerti maksud dari tuan nya dan dirinya hendak pergi. Namun pada saat dirinya hendak meninggalkan ruangan Raihan, tiba-tiba terdengar suara.


Sam pun menoleh ke belakang,dan betapa terkejutnya Sam saat mendapati Raihan terjatuh di lantai.


"tuan...! " seru Sam kaget. Sam pun berlari ke arah Raihan dan segera menolong tuan nya itu.


"tuan,kenapa dengan anda. Kenapa anda sekeras ini. " ucap Sam panik. Dan membawa Raihan pergi ke rumah sakit.


Di Malaysia.


"auww...!! " seru Mala yang tiba-tiba terjatuh karena tersandung sesuatu.


Haslan dan Robby pun berebut untuk menolong Mala. Namun mereka malah lupa akan tujuan mereka awal. Mereka malah bertengkar seperti anak kecil. Sedangkan Mala malah dibantu oleh Amar.


"awak tak kenape kan...? makanye hati-hati kalau jalan, cantik. " ucap Amar dengan logat alaynya.


"iya,makasih ya kak. " jawab Mala.


"jom kita kesana,biarkan mereka berdua bertengkar seperti anak kecil. " kata Mala kepada Amar.


"oke jom...!" jawab Amar dan menuntun Mala untuk menjauh dari Haslan dan Robby.


Di Indonesia.

__ADS_1


"apa yang sebenarnya terjadi,kenapa sampai dia pingsan...!? " ucap seorang wanita paruh baya.


"maaf,nyonya besar saya tidak bisa memberi taukan nya kepada Anda...! " jawab Sam sembari membungkukkan badan nya menghadap nenek Raihan.


"Raihan memang beruntung,mendapatkan orang kepercayaan seperti kamu Sam. " ucap nenek Raihan.


"yang bisa menjaga rahasia. " ucap nenek Raihan lagi.


"maafkan saya nyonya besar. " jawab Sam.


"pergilah,dan istirahat lah. Biar aku disini menggantikan kamu,menemani nya. " kata nenek Raihan.


"tapi nyonya besar...? " ucap Sam.


"ternyata kamu sama keras kepala nya seperti Raihan. Sudah sana pulang...!! " usir nenek Raihan.


"ba... baik... nyonya besar. " jawab Sam dan berpamitan untuk pergi.


"anak itu,benar-benar mirip seperti Raihan. Semua nya,hanya wajah nya saja yang beda. " ucap nenek Raihan pelan.


Nenek Raihan pun duduk di kursi dekat Raihan terbaring.


"jangan kau kira nenek tidak tahu,kau seperti karena memikirkan Mala. Nenek akan membantu mu untuk mencari nya,nenek berjanji.Dan apa kau tahu...? Yenika sudah nenek singkirkan. Dia tidak akan berani lagi untuk mendekati kamu. Karena nenek telah mengancam nya. " ucap nenek Raihan pelan sembari tersenyum dan mengingat-ingat kejadian tiga yang lalu.


flashback on...


"nenek Rania...!!? " seru Yenika yang baru datang di mansion nenek Raihan.


Nenek Rania hanya memutar matanya dengan malas.


"untuk apa kamu kesini,Raihan tidak ada disini...! " ucap nenek Rania dengan nada ketus.


"hehe... nenek Rania,Yenika kesini ingin ketemu dengan nenek kok. " jawab Yenika tanpa malu walaupun sudah melihat sang empunya rumah tidak merespon nya.


"lantas untuk apa kamu kemari kalau bukan untuk mencari Raihan...!? " tanya nenek Rania dengan nada datar.


"cari nenek... Yenika punya sesuatu untuk nenek Rania. Ini....!! " ucap Yenika sembari menyerahkan sebuah paper bag untuk nenek Rania.


"apa ini...?? " tanya nenek Rania dengan menyelidik.


"ihhh... ini nenek ya,dikasih hati malah aneh-aneh. Kalau bukan karena Raihan,gue mah ogah datang kesini. " gerutu Yenika di dalam hati. Sembari mengukir senyum palsu di bibir ranunnya.


"ini,bawa balik paper bag ini...! anggap saja aku sudah menerima nya. " ucap nenek Rania lagi.


"ta... tapi nek...? " jawab Yenika terbata.


"aku tidak menerima hadiah dari orang yang kotor seperti kamu...!! Dan jangan coba-coba untuk mendekati keluarga ku termasuk kedua cucu-cucu ku. Jika sampai kau berani mendekati nya, aku pastikan karir dan keluarga mu akan hancur ditangan ku. Jangan kira, aku main-main dengan ucapanku. Pergi dan tinggalkan negara ini secepatnya...! Dan jangan pernah berpikir untuk kembali lagi...! " ucap nenek Rania panjang kali lebar.

__ADS_1


__ADS_2