
"kamu jahat... kamu jahat Raihan...!! kamu menghianati kepercayaanku. Kamu selingkuh di belakangku,kamu sama saja dengan lelaki lain. Jangan pernah cari aku Raihan, jangan pernah...! biarkan aku memulai hidup baruku,disini dengan lelaki pilihanku. Dan yang jelas tidak seperti dirimu, yang menghianati aku... selamat tinggal Raihan... hahaha... hahaha... " tawa Mala dengan wajah penuh dendam.
"jangan pergi Mala... jangan tinggalkan aku,aku mencintaimu Mala.... " sahut Raihan dengan wajah penyesalan nya.
"Mala sayang... mari kita pergi... " ajak seorang lelaki tampan kepada Mala.
Mala pun mengikuti lelaki tampan tersebut.Dan meninggalkan luka yang dalam untuk Raihan.
"tunggu sayang...! " ucap Mala.
Mala melangkah kakinya ke arah Raihan.
"ini adalah balasannya atas apa yang telah kau lakukan dibelakangku,bagaimana apakah sakit. Itulah yang aku rasakan beberapa hari ini Raihan. " bisik Mala di dekat telinga Raihan dan pergi dengan senyuman mengejek.
"Mala a... aku tidak selingkuh,a... aku bisa menjelaskan nya kepadamu...! " jawab Raihan dengan terbata.
"simpan saja penjelasanmu itu...! Selamat tinggal Raihan.... hahaha... hahaha... " ucap Mala dengan tertawa terbahak-bahak.
"tidak, jangan pergi... " teriak Raihan...
braaaak.... suara benda jatuh...
"Arrrggghhh...." ucap Raihan, setelah terjatuh dari sofa.
"ah... ternyata hanya mimpi... " guman Raihan sembari memegangi bokongnya yang habis mencium lantai dengan kerasnya.
Raihan memandangi jam tangan yang melingkar di tangan kirinya." Pukul 08.30 malam. "ucap Raihan.
Raihan pun berdiri,dan berjalan ke arah jendela kamar. Dengan tatapan kosong dirinya pun berkata." Mala kamu dimana...?sudah dua hari ini aku mencarimu,namun kenyataannya sampai sekarang kita belum ketemu. Aku rindu Mala, aku merindukanmu. "
Di tempat lain.
"Robby kenapa kamu nampak pucat,apa kamu sakit...? " tanya Dea yang melihat Robby tengah duduk bersandar di depan toko olshop Mala.
"Kira-kira Mala kemana ya De...?aku kangen sama dia." ucap Robby dengan raut wajah melas.
"aku juga kangen Rob,sama mbak Mala... hiks... hiks... hiks... " timpal Dea yang tiba-tiba saja menangis.
Robby yang melihat Dea menangis pun panik, pasalnya Dea kalau menangis pasti lama dan tidak mengeluarkan air mata. Robby tidak ingin kalau ada orang yang salah paham. Dirinya takut,kalau orang mengira karena dialah Dea menangis.
Dengan segera Robby pun memeluk Dea,dan mengajak Dea untuk masuk ke dalam toko Mala.
"sudah de,jangan nangis.Kita tunggu sampai Mala mengabari kita. Dah,diem ya. " ucap Robby menenangkan Dea.
"mas Robby... hiks... hiks... hiks... Dea kangen mbak Mala... " tangis Dea lagi yang sekarang semakin kencang.
"ada apa Dea...?! " suara bariton dari Ratih yang baru datang.
__ADS_1
Ratih melihat ada Robby,dan kebetulan Robby sedang memeluk Dea.
"apa yang kamu lakukan terhadap Dea,Robby...?!! " ucap Ratih geram.
"tau ah...! " jawab Robby asal.
Ratih pun kesal dan menghampiri Robby. Tanpa mendengar penjelasan dari Dea dan Robby, Ratih pun memukul Robby dengan keras.
"Aaarrrhg... " suara Robby ditengah kesakitan nya, karena dipukul Ratih dengan keras. Ratih yang pandai bela diri, tak heran jika Robby sekali dipukul langsung kesakitan.
"mbak Ratih...?! " ucap Dea yang berlari menghampiri Robby yang telah jatuh tersungkur dilantai.
Ratih pun mendelik dirinya kira,kenapa Dea masih bisa peduli dengan Robby yang jelas-jelas saja telah membuatnya menangis.
"biarkan saja lelaki itu Dea,dia telah membuatmu menangis. Dan rasa itu,tak sesakit dengan rasa yang telah dirinya berikan kepadamu. " seru Ratih yang masih tersulut emosi.
"apa maksud kamu sih, Tih...? " tanya Robby sembari memegangi perutnya yang masih terasa sakit karena mendapatkan bogem tiba-tiba dari Ratih.
"a.. apa... kamu tanya apa maksud aku...? " ucap Ratih sembari menujuk ke arah dirinya sendiri.
"dasar pria brengsek...!! " ujar Ratih dengan kesal.
Sedangkan Dea yang menjadi biang kerok keributan,dirinya malah hanya terdiam.
"dasar gadis bar-bar,pantes aja jomblo. Orang sifatnya keras kayak gitu...! " ucap Robby, dan langsung pergi dari situ.
"ka... kamu...!!iiihhh...! " geram Ratih sembari menggerutu.
Dea yang baru ngoh akan keributan itu pun berbicara.
"mbak Ratih ini kenapa sih...?kok tiba-tiba memukul mas Robby, kan kasihan dia mbak... " tanya Dea dengan polos. Dengan tampang tanpa dosa.
"kasihan kamu bilang, de...? " seru Ratih.
Dea pun menganggukkan kepala nya dan berkata, "iya mbak. " jawabnya.
Ratih pun menatap horor ke arah Dea, dan mendekati Dea.
"lantas kenapa kamu tadi menangis, hah...?! " tanya Ratih dengan menyelidik.
"oh, itu tow... Tadi Dea kangen sama mbak Mala,makanya Dea nangis. " terang Dea.
"a... apa...??! " kaget Ratih, karena telah menyesal memukul Robby.
"Deaaaaa...!! " geram Ratih dan pergi keluar untuk mengejar Robby. Sedangkan yang dikejar sudah menaiki mobilnya dan pergi dari sana.
Robby masih bisa melihat kalau Ratih mengejar nya.
__ADS_1
"gadis bar-bar itu...! apa masih belum puas dia memukulku,sampai dia harus mengejar ku. " guman Robby.
Ratih terengah-engah karena kehabisan nafas,walaupun sekuat apapun dia. Dirinya tidak dapat menandingi kecepatan mesin mobil.
"maafkan aku Robby, gara-gara si Dea aku sudah salah paham terhadapmu. Sampai-sampai aku memukul kamu. Oke, baiklah nanti aku akan mencari mu dan meminta maaf. Sekarang aku harus lanjut kerja dulu. " ucap Ratih pelan. Dan dirinya pun kembali ke toko olshop Mala untuk melanjutkan bekerja.
Di negara Malaysia,negara jiran.
Mala tengah duduk di meja makan bersama dengan keluarga Haslan. Dengan hangat keluarga Haslan memperlakukan Mala seperti anak sendiri.
"nak Mala,mommy nak tanya dikit boleh...? " ucap mommy Haslan terhadap Mala.
Mala pun berhenti makan sejenak dan menganggukkan kepala nya.
"boleh, tante. " jawab Mala.
"apa awak senang dan nyaman untuk tinggal kat sini...? " tanya mommy Haslan.
Mala pun tersenyum dan menjawab.
"iya tante,Mala suka disini. Mala merasa nyaman,dan mungkin karena keluarga tante memperlakukan Mala dengan hangat, sebab itu lah Mala betah disini. " jawab Mala sembari tersenyum ramah.
"syukurlah kalau awak suke. Besok mommy dan daddy ada perjalanan bisnis kat luar negeri. Maka dari itu, mommy mohon kepada Mala. Maukah Mala merawat Haslan...? " ucap mommy Haslan dengan tersenyum.
"mommy ni, cakap ape. Haslan dah besar lah, pa pasal mommy menyuruh Mala tuk rawat Haslan. Macam budak(anak) kecil saje...!" protes Haslan.
"memang lah Haslan ini masih kecil.Kalau Haslan dah besar,pa pasal mommy tak pernah lihat Haslan bawa girlfriend...?! " jawab mommy Haslan.
"mommy... " ucap Haslan lagi.
"dah lah diam,mommy nak cakap sama nak Mala...! " ucap mommy Haslan kesal.
"macam mana nak Mala,nak Mala mau kan. Pasalnya mommy khawatir terhadap Haslan,dia selalu membuat mommy tak tenang jika berada jauh-jauh darinya. " ucap mommy Haslan dengan raut wajah sedihnya.
"cuma satu bulan saje... " ucap mommy Haslan kemudian, padahal ucapan nya yang tadi belum dijawab oleh.
"satu bulan saja... oh tidak... " guman Mala dalam hati.
"mommy...!! " seru Haslan, karena tidak enak hati dengan ucapan mommy nya terhadap Mala.
"diam Haslan...! " ujar mommy Haslan dengan sorot mata tajam.
"baik lah tante,Mala mau. " jawab Mala dengan sedikit tersenyum.
Mommy Haslan merasa senang,karena rencananya berhasil. Mommy Haslan berencana untuk mendekatkan Mala dengan Haslan,karena sedari dulu dirinya menyukai Mala.
"terimakasih nak Mala,nanti mommy akan memberitahu ke kamu. Apa saja kebutuhan Haslan. Mommy berharap nak Mala sabar dengan kelakuan Haslan yang masih kekanak-kanakan. " ucap mommy Haslan dengan tersenyum menang.
__ADS_1
Daddy Haslan dan juga Haslan hanya terdiam membisu. Pasalnya mereka tidak pernah tahu kalau ada rencana untuk pergi jauh. Apalagi menyangkut urusan bisnis.