
Setelah menyelesaikan makan siang nya. Haslan dan Mala pun beranjak pergi dari restoran tersebut. Haslan dan Mala memasuki mobil milik Haslan. Haslan pun segera melajukan mobil milik nya menuju tempat yang mereka hendak kunjungi berikutnya.
Raihan dengan hati-hati agar tidak ketahuan oleh mereka pun,menyusul mereka setelah melihat mobil mereka keluar dari area parkiran restoran.
"mau kemana lagi mereka...? sedangkan arah tujuan mereka, bukanlah jalan menuju pulang ke rumah Mala. Ah,, sebaiknya aku ikuti saja mereka. " ucap Raihan pelan.
Kurang lebih tiga puluh menitan mereka telah sampai di depan sebuah rumah yang cukup besar.Haslan dan Mala pun turun dari mobil sesudah memakirkan mobil milik Haslan masuk ke dalam pekarangan rumah. Nampak rumah sedang ramai,pasalnya terlihat ada beberapa mobil disana.
"La... rumah kamu ramai,ada acara apa ya...? " tanya Haslan kepada Mala.
"entahlah Lan,aku tidak tahu. Sudah lama, aku tidak pulang. " jawab Mala.
Haslan pun mengernyitkan keningnya. "kamu lama tidak pulang...? " tanya nya penasaran.
"hehe... aku sibuk Lan. " jawab Mala dengan tertawa ringan.
"o... " jawab Haslan yang hanya ber O ria.
Tak berselang waktu lama, mereka pun akhirnya memasuki rumah.
"assalamualaikum ma... " belum selesai Mala berucap, dirinya sudah dibuat kaget oleh tamu yang berada di depan mata.
"ne... nenek... Rania...??! " ucap Mala kaget.
"Hai sayang,kebetulan kamu pulang... " jawab ibu Mala dari belakang,yang membawa nampan berisi dengan dua cangkir teh dan beberapa makanan ringan.
Nenek Rania tersenyum menatap Mala. Dan sekilas dirinya menatap ke arah Haslan.
"siapa lelaki ini. " batin nenek Rania dalam hati.
"Hai ma,hai nek. " sapa Mala sembari mencium punggung tangan mamanya dan punggung tangan nenek Rania,hal serupa diikuti oleh Haslan tentu nya.
"apakah mama mengenal nya...? " tanya mama Mala sembari menujuk Haslan.
"hallo tante,saya Haslan." ucap Haslan memperkenalkan dirinya kepada mama Mala.
"Haslan...? tunggu-tunggu, jangan bilang kalau kamu Haslan tetangga lama tante ya,anak dari tuan Hans...? " tanya bu Puspa sembari mengingat-ingat nama tetangga lama nya.
"iya tante, tante benar...! " jawab Haslan sembari memamerkan deretan giginya yang putih.
"ya Allah nak, ternyata kamu ya...!? Tante gak nyangka lho kamu sekarang sudah besar dan ganteng seperti ini. " seru mama Mala sembari tersenyum merekah.
__ADS_1
"ah, tante bisa saja. Kan memang Haslan sudah ganteng dari dulu, hehe... " jawab Haslan disertai dengan senyuman.
"bagaimana kabar kedua orang tua nak...? " tanya bu Puspa kepada Haslan.
"alhamdulillah tante mereka baik dan sehat. " jawab Haslan ramah.
"sudah mah, nanya nya nanti saja." ujar Mala sembari tersenyum.
Lalu Mala mendekati mama nya, dan berbisik. "ada tamu mah. " ucap Mala kemudian.
"o... iya mama lupa. " jawab Bu Puspa sembari tersenyum.
"tante Rania,ini putri saya Mala. Dia yang akan dijodohkan dengan cucu pertama anda. " ucap bu Puspa mulai serius.
Mala merasa terkejut dengan penuturan dari mama nya.
"jadi dia Raihan...? orang yang akan dijodohkan dengan aku. " batin Mala sembari tersenyum bahagia dalam hati.
Duarrr.... bagaikan meriam yang meledakkan perasaan Haslan. Hancur sudah harapan Haslan, untuk mendekati Mala.
"semoga saja aku salah dengar. " batin Haslan penuh dengan harapan.
Nenek Rania pun tersenyum."Jadi sebenarnya begini Puspa, Mala dan Raihan ternyata sudah saling mengenal satu sama lain.Bahkan mereka telah menjalin hubungan kekasih saling mencintai sejak lama,sebelum kita memberi tahukan kepada mereka tentang perjodohan ini. "ucap nenek Rania menjelaskan.
" aku memang pernah menolak keras tentang perjodohan ini,namun setelah aku mendengar kenyataan ini. Aku benar-benar tidak pernah menyangka kalau dia, Raihan. TERNYATA DIA JODOHKU. "batin Mala dalam hati dan tanpa dia sadari air mata nya jatuh begitu saja membasahi kedua pipinya.
" aku ingin pernikahan ini segera dilangsungkan. "seru nenek Rania yang mampu membuat mereka yang berada disana terkejut, tak terkecuali dengan Haslan.
Haslan menahan rasa kecewa yang begitu dalam. Dan membuat nya tidak betah tinggal disana lama lagi. Pupus sudah harapan nya untuk memiliki Mala, sang pujaan hati yang selama ini selalu bersemayam didalam hati nya.
" maaf, tante, nenek saya permisi pulang. "kata Haslan dengan tiba-tiba.
" tapi kenapa terburu-buru Lan...? kan kita baru sampai... "protes Mala.
" Maaf La,aku dapat pesan whatsapp dari Amar kalau ada hal yang penting.Jadi aku harus pergi sekarang...! "jawab Haslan beralasan.
" yaudah kalau gitu aku ikut kamu ya...?! "ucap Mala kemudian.
" lho kok ikut sih... kan ada nenek Rania sayang, masak kamu mau pergi. "Sahut sang mama.
" iya La, benar kata mama kamu. Sebaiknya kamu disini dulu. "ucap Haslan membenarkan ucapan dari mama nya Mala.
__ADS_1
Nenek Rania pun menangkap sesuatu yang disembunyikan oleh Haslan." aku tahu lelaki ini pasti mempunyai perasaan lebih terhadap Mala. Tapi nampaknya dia lelaki yang baik.Aku akan memberi nya waktu untuk mereka berdua berbicara. "batin nenek Rania.
" tidak apa-apa kok nak Haslan,kalau nak Mala mau ikut kamu. "sahut nenek Rania sembari tersenyum.
Haslan pun menatap nenek Rania dengan bingung.
" tapi nek...?! "jawab Haslan penuh tanya.
" tidak apa-apa, aku juga sebentar lagi mau pulang. "ujar nenek Rania kemudian.
" maaf ya nek,Mala permisi dulu. "ucap Mala kepada nenek Rania, dengan agak sungkan.
Yang di balas anggukkan oleh nenek Rania dengan senyuman lembut.
" mah,Mala pulang dulu ya... "ucap Mala kepada mama nya.
" iya sayang, kamu hati-hati ya. "jawab mama Puspa.
" iya mah. "balas Mala.
" nak Haslan,hati-hati dijalan ya... "ucap mama Mala kepada Haslan.
Haslan yang tidak enak hati pun berkata. " iya tante,Haslan permisi... "pamit Haslan.
Bu Puspa pun menganggukkan kepala nya sembari tersenyum.
" mari nenek. "ucap Haslan kepada nenek Rania sembari tersenyum.
Setelah kepergian Haslan dan Mala.
" sampai kapan kamu mau bersembunyi di situ hah...! keluar lah...!! "ucap nenek Rania tiba-tiba. Yang tidak dimengerti oleh ibu Puspa.
Ibu Puspa pun nampak bingung dengan ucapan nenek Rania.
" ada apa tante. "tanya nya bingung.
" suuuttt....!! "seru nenek Rania.
" masih betah disitu. "ucap nenek Rania kembali.
Dan keluar lah sosok lelaki yang sedari tadi bersembunyi dari balik jendela rumah bu Puspa. Bu Puspa pun nampak terkejut.
__ADS_1
" nak Raihan...!! "seru nya.
" hehe... iya tante... jawab Raihan dengan cengengesan.