Ternyata Dia Jodohku

Ternyata Dia Jodohku
HASLAN PINGSAN


__ADS_3

"encik boss...! " seru Amar.


Amar pun segera berlari menolong Haslan, karena dirinya melihat Haslan terjatuh dan pingsan.


"encik boss, sadarlah...! " ujar Amar.


Amar pun berusaha untuk menyadarkan Haslan. Selang beberapa menit kemudian, datanglah beberapa orang untuk menolong. Haslan dilarikan ke rumah sakit terdekat.


Kurang lebih dua puluh menitan,mereka telah sampai di rumah sakit. Haslan pun langsung dilarikan ke ruang UGD. Para perawat dan dokter yang bertugas pun segera melakukan penanganan.


"encik boss... " ucap Amar sembari menangis tanpa berhenti.


"macam mana ini,encik boss... hiks... hiks... " ucap Amar ditengah tangisan nya.


"nona Mala...! ya nona Mala,saye harus menghubungi nya. " ucap Amar kemudian.


Amar pun mengambil benda pipih yang ada di saku celana nya. Dirinya pun mencari nomor telepon Mala. Setelah di dapat nya, dirinya pun segera menghubungi nomor telepon tersebut.


tutt... tuuttt... tuuuut... panggilan pun terhubung.


"hallo...? " ucap Mala dari balik telepon.


"hallo nona Mala...!? " sahut Amar.


"ya Amar,ada apa...? " ucap Mala dengan suara khas bangun tidur.


"nona Mala,bisakah anda sekarang ini pergi ke rumah sakit X. Encik boss pingsan dan kini tengah di rawat di rumah sakit X. " jawab Amar. Memberi kabar kepada Mala.


"kenapa dia bisa pingsan, Amar...!? " kata Mala kaget. Pasalnya tadi dia melihat Haslan baik-baik saja, namun kenapa tiba-tiba bisa pingsan.


"nanti saye ceritakan semua nona,sekarang bisakah anda ke rumah sakit X...? " jawab Amar memohon.


"ya,ya saya akan kesana sekarang...! " kata Mala. Dirinya pun segera menutup panggilan telepon dari Amar tersebut.


"teri....sudah di tutup sahaje...! " ujar Amar. Amar pun kembali menunggu Haslan di depan ruang UGD.


Di tempat lain.

__ADS_1


Mala segera menyiapkan dirinya,dia hanya mengganti baju tidur nya dengan baju ala kadarnya. Dirinya terburu-buru,dia ingin segera mengunjungi Haslan.


Kurang lebih lima belas menitan,Mala pun sudah siap. Kini dirinya,mengeluarkan motor matic nya. Setelah semua sudah siap, Mala pun langsung bergegas menuju rumah sakit X.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih tiga puluh menitan. Mala pun telah sampai di depan rumah sakit X. Dirinya memikirkan motor matic nya, dan menuju ke ruang UGD. Ya,saat ini Haslan masih berada di ruang UGD.


Mala melihat Amar yang masih setia menunggu di depan pintu ruang UGD, dengan wajah sedih. Mala pun mendekati Amar, dan menyapa nya.


"Amar...? " sapa Mala.


"nona Mala...! " seru Amar sembari berbaur memeluk Mala. Amar memang selalu begitu jika dirinya bertemu dengan Mala. Mala pun tidak marah, karena dirinya tahu kalau Amar agak berbeda dengan lelaki lain.


"Amar, bagaimana keadaan Haslan...? " tanya Mala kepada Amar.


Amar pun hanya menggelengkan kepala nya saja.


"saye belum tahu, macam mana keadaan encik boss. Sedari tadi,dokter maupun perawat belum juga ada yang keluar dari balik pintu itu...! " jawab Amar kemudian.Sembari menunjukkan jarinya ke arah pintu ruang UGD.


"tenangkan diri awak Amar. Kita berdoa, semoga Haslan baik-baik saja. " tutur Mala. Menenangkan Amar yang tengah cemas, karena belum mendapatkan kabar dari tim medis.


Lima menit kemudian,seseorang membukakan pintu ruang UGD. Nampak seorang lelaki dengan memakai jas berwarna putih keluar dari ruang UGD tersebut.


Mala maupun Amar yang melihat nya, segera menemui lelaki tersebut.


"dokter,bagaimana dengan keadaan pasien...? " tanya Mala kepada dokter tersebut.


"apa anda yang bernama nona Mala...? " tanya balik sang dokter.


"ya dokter,nama saya Mala. " jawab Mala menjawab pertanyaan dari sang dokter.


"tolong ikut saya, nona...! " kata sang dokter dengan tersenyum ramah.


Mala pun menganggukkan kepala nya, dan mengikuti dokter tersebut. Sedangkan Amar masih saja setia menunggu tuan nya di depan pintu UGD.


"silakan masuk nona Mala. " ucap sang dokter sembari membukakan pintu, di sebuah ruangan yang tidak jauh dari ruang UGD.


"iya, dok. " jawab Mala.

__ADS_1


"silakan duduk nona...! " ucap sang dokter kembali.


"ya, terimakasih. " jawab Mala.


"perkenalkan nona,saya dokter Nando. " ucap sang dokter memperkenalkan dirinya kepada Mala.


"iya." jawab Mala sembari menganggukkan kepala nya.


"saya... " ucapan dokter Nando pun terhenti ketika pintu kamar terbuka.


Mala pun terkejut saat melihat orang yang membuka pintu tersebut.


"Haslan...! " seru Mala.


Namun yang dipanggil nama nya malah cengengesan. Sembari menggaruk kepala nya yang tidak gatal.


"ka... kamu kat sini Mala...? " ucap Haslan sembari tersenyum mengalihkan raut wajah nya yang terlihat terkejut.


"sial si Nando. Kenapa dia tidak bilang kalau si Mala disini. " batin Haslan.


Sedangkan si Nando, dirinya malah cengar-cengir sendiri.


"kamu kok ada disini...? bukankah kamu tadi pingsan...? " tanya Mala kepada Haslan dengan tatapan penuh menyelidik.


"i... ini.. e...anu... " kata Haslan yang bingung menjawab pertanyaan dari Mala.


"Nando,tolong aku. " ucap Haslan dalam hati sembari melirik ke arah dokter Nando.


Sedangkan dokter Nando yang dilirik malah mengangkat kedua tangan nya ke atas.Sembari menaikkan kedua pundaknya.


"awas kamu...! " batin Haslan.


Mala pun merasa kalau ada sesuatu yang mereka berdua tutupi. Dengan memasang wajah marah Mala pun bertanya kepada Haslan.


"Haslan...! apa yang sebenarnya terjadi...? dan kenapa kamu berada disini...! " ujar Mala gemas.


"nanti aku jelaskan...! " jawab Haslan. Dan Haslan pun menarik tangan Mala untuk pergi dari ruangan dokter Nando.

__ADS_1


__ADS_2