
"serius amat sih,mau kemana kita La...? " tanya Ratih.
"udah diam,ikuti aja. " jawab Mala.
Mala membawa Ratih ke tempat yang lebih sepi.
"duduklah...! " perintah Mala kepada Ratih.
Ratih pun mengikuti apa yang Mala perintahkan,dia pun duduk di kursi yang di tunjuk oleh Mala.
"ada apa La...? kok terkesan serius banget sih... " ucap Ratih penuh dengan rasa menyelidik.
"Robby Tih,Robby...! " kata Mala.
"Robby...?memang nya kenapa dengan Robby...La...?apa ada yang salah dengannya...? " jawab Ratih penasaran.
"dia... ternyata adik Raihan... " ucap Mala.
Ratih pun terdiam sesaat.
"ja... jaaadi,Robby adik dari tuan Raihan...? " jawab Ratih terbata.
Mala pun menganggukkan kepala nya.
"tapi kenapa tadi aku tidak melihatnya,dimana dia...? " tanya Ratih kepada Mala.
"dia sudah pergi Ratih. " jawab Mala sembari menundukkan kepala nya.
"pergi...!maksudnya apa La...?pergi kemana...? " tanya Ratih dengan kebingungan.
"London." jawab Mala singkat.
"London...?? ma... maksud kamu,Robby pergi ke London,Inggris...? " ucap Ratih.
Mala pun hanya menganggukkan kepala nya saja.
"kapan dia pergi...? " tanya Ratih kembali.
"dua jam lalu. " jawab Mala.
"kapan dia akan kembali La...? " tanya Ratih ingin tahu.
"entahlah Ratih. Robby pergi ke London untuk menyelesaikan studinya yang sempat tertunda. " jawab Mala sedih.
"maksud kamu...?! " ujar Ratih.
__ADS_1
"sudah satu tahun ini. Ternyata Robby membohongi keluarga nya. Dia berbohong kalau selama satu tahun ini, dia tinggal di London. Padahal dirinya masih berada di Jakarta. Dan lucunya, semua itu dia lakukan demi seorang wanita. Aku jadi penasaran siapa wanita itu,,,? " ucap Mala.
"demi mengejar cinta seorang wanita...? " tanya Ratih kepada dirinya sendiri.
"siapa wanita beruntung itu...? " tanya Ratih kepada dirinya sendiri lagi.
Sesaat Ratih menatap Mala. Dirinya pun berpikir kembali.
"selama ini Robby selalu dekat dengan Mala. Dan setahuku dia tidak pernah absen dari rutinitas yang Mala lakukan. Ah... apa...? Bearti wanita itu adalah... wanita itu adalah Mala...?? " pikir Ratih dengan wajah terkejutnya.
Mala yang melihat hal itu pun, menatap Ratih dengan bingung.
"apa yang ia pikirkan...?dia seperti orang yang terkejut. " pikir Mala.
"Ratih.Ada apa dengan kamu...? kenapa kamu nampak terlihat terkejut...? " tanya Mala yang penasaran.
Ratih memandang Mala dan berkata.
"oh... tidak.Saya cuma berpikir saja,siapa wanita itu...? dan apakah kita mengenalnya...? " jawab Ratih.
"entahlah Ratih,siapa dia. Aku merasa kita tidak mengenalnya.Selama berteman dengan Robby,aku bahkan tidak pernah melihat wanita itu. " jawab Mala.
"ya Allah Mala,kenapa kamu polos sekali. Seharusnya kamu sadar, kalau wanita itu adalah kamu. " batin Ratih sembari menatap Mala.
"aduh yang baru jadian. Gak lihat sebentar saja sudah kebingungan. " nyengir Ratih.
Mereka pun kembali berbaur dengan yang lain.
"sayang.Kamu dari mana...? " tanya Raihan kepada Mala,sembari berjalan mendekati Mala.
"tuh kan, Ratih. Aku dicariin. " ucap Mala sembari tersenyum kepada Ratih.
"iya, iya... oke aku ke sana dulu ya. "jawab Ratih.
" oke...! "ucap Mala sembari mengedipkan sebelah mata nya ke arah Ratih.
" yech dasar bucin. "ucap Ratih sembari nyengir.
Mala hanya membalas nya dengan senyuman lembutnya.
" Hai sayang. "jawab Mala kepada Raihan.
Di tempat lain.
" ahh... akhirnya sampai juga di Indonesia. Welcome back Indonesia...! "seru Haslan sembari tersenyum ramah.
__ADS_1
" ah... saye sudah tak sabar nak bertemu dengan encik Robby. "ujar Amar sembari tersenyum bahagia.
Sedangkan Haslan yang melihat nya hanya menggelengkan kepala nya saja.
" bagaimana... awak tak rugi kan,ikut saye. "ucap Haslan sembari tersenyum menyeringai.
" encik boss memang is the best...! "jawab Amar sembari mengacungkan kedua jempol jari nya ke arah Haslan.
" awak sudah atur kan semua...? "kata Haslan datar.
" sudah encik boss,semua sudah beres. "jawab Amar.
" baguslah kalau begitu."kata Haslan.
Mereka pun bergegas keluar dari Bandara Soekarno-Hatta. Di depan Bandara,sudah ada mobil jemputan untuk mereka berdua.
Dua orang pria dewasa memberikan kunci mobil untuk mereka. Kedua pria dewasa tersebut adalah orang suruhan Amar.
"ini tuan, kunci mobil anda. Dan ini kunci apartemen anda. " seorang pria dewasa memberikan dua buah kunci kepada Amar. Satu kunci mobil dan satu nya lagi kunci apartemen yang akan mereka tempati saat di Indonesia ini.
"ya terimakasih.Saya akan mentransfer nya nanti...! " ucap Amar datar kepada kedua pria dewasa tersebut.
Amar pun segera membukakan pintu mobil tersebut untuk Haslan.
"silakan masuk encik boss. " ucap Amar sembari memamerkan deretan gigi yang dia beri pagar berwarna pink.
Haslan bergidik ngeri melihat nya. Sedangkan Amar hanya tersenyum sembari menaikan kedua pundak nya.Setelah memastikan Haslan masuk ke dalam mobil dan semua barang sudah masuk semua. Amar pun segera menyusul Haslan untuk masuk ke dalam mobil. Dirinya duduk di kursi depan dan mengambil alih untuk mengemudi.
Kurang lebih satu jam, mereka berdua pun sampai di depan sebuah apartemen mewah.
"wah mereka orang memang pandai lah mencarikan apartemen. Apartemen ini benar-benar indah. " ucap Amar mengagumi apartemen yang dirinya lihat di depan matanya.
"ya,setidaknya tidak percuma saya buang uang banyak. " jawab Haslan datar sembari melirik ke arah Amar.
Amar pun hanya tersenyum mendapati sorotan mata dari Haslan.
"ayolah encik boss,jangan kedekut (pelit). Ini semua kan perjuangan. " ucap Amar dalam hati.
"bukannya kedekut. Namun hanya hemat saja.! " jawab Haslan tiba-tiba, yang seakan tahu tentang pikiran Amar asisten pribadi nya itu.
"ops...! " seru Amar.
"sudah ayo kita turun.Badanku terasa lengket semua, ingin mandi. " ujar Haslan.
"oke encik boss... siap...!! " jawab Haslan.
__ADS_1