Ternyata Dia Jodohku

Ternyata Dia Jodohku
GIRHAN PRADESH


__ADS_3

"gadis cantik nan mandiri. " guman seorang lelaki tampan blesteran Indonesia India. Lelaki itu bernama Girhan Pradesh. Dirinya termasuk orang kaya kedua di negara ini,tidak salah jika banyak kaum hawa yang mengidolakan dirinya. Di samping tampan dia juga kaya raya,dirinya pun tak seperti orang -orang kaya lainnya. Girhan adalah orang yang tidak begitu menyombongkan dirinya walaupun dirinya orang kaya.


"hallo tolong kamu selidiki siapa pemilik toko olshop yang ada di jalan XX. " ucap Girhan terhadap seseorang yang ada di sebrang panggilan. Setelah itu dirinya pun menyudahi panggilan telepon nya.


"sayang,yuk kita shoping. " ucap Renata kekasih Girhan.


"shoping...? bukankah kemarin sudah sayang. " jawab Girhan.


"kemarin kan cuma shoping pakaian, aku mau nya sekarang kita shoping perhiasan. " ucap Renata dengan manjanya.


"baiklah,ayo." ajak Girhan.


"beneran sayang, horee...! " ucap Renata dengan girangnya.


Di tempat lain.


"hai beb, " sapa Robby yang baru datang.


"Hai.Kok baru kelihatan,dari mana saja...? " tanya Mala yang tengah sibuk membantu para karyawan nya.


"aku baru pulang dari rumah saudara.Kenapa,kangen ya...?"goda Robby.


" apa'an sih,sini bantuin aku. "jawab Mala.


" ujung-ujungnya kan,"ucap Robby dan ikut serta membantu Mala kemudian.


"eh... mas Robby,mana oleh-oleh nya...?! " ucap Dea.


"nih oleh-oleh... " ucap Robby sembari melempar Dea dengan sehelai baju.


"mbak tolong, " ucap Dea dengan berpura-pura ketakutan.


"apaan sih kalian, kayak anak kecil saja. " ucap Ratih yang baru datang.


Mala yang melihat Ratih baru datang pun berkata.


"lho Ratih, kok baru datang...? " tanya Mala.


"iya bos, tadi ada urusan mendesak. " jawab Ratih dengan beralasan.


"oo... " jawab Mala.


"Rob, kamu bisa antar aku gak ke alamat ini ... " ucap Mala sembari menunjukkan sebuah alamat kepada Robby.


Robby pun melihat alamat itu.


"bukankah ini komplek perumahan elit,kalau gak salah...? "ucap Robby.


"oh... ya...? " jawab Mala.


"iya beb,kok nadanya seakan gak percaya gitu...? " jawab Robby dengan nada sedikit kesal.


"bukannya gak percaya,tapi aneh saja kok ada ya horang kaya pesan pakaian online, di olshop nya aku. " ucap Mala bingung.


"siapa nama costumer tersebut...? " tanya Robby.


"Yenika, " jawab Mala mengingat nama customer nya itu.

__ADS_1


"Jangan-jangan, itu Yenika model cantik idola ku...!! " seru Mala.


"ada-ada saja kamu itu... mana ada Yenika itu cantik, yang ada mah hasil oplas iya. " jawab Robby dengan nada pelan.


"apa, oplas...?siapa yang oplas Rob...? " tanya Mala bingung.


"apa...? " jawab Robby pura-pura tidak nyambung.


"tadi kamu bilangnya oplas, siapa yang kamu katain oplas...? " jawab Mala kesal.


"mana ada aku bilang oplas... kamu salah dengar kali. " ucap Robby mengelak.


"yowes, ayo anter aku. " ucap Mala kesal.


Robby pun tersenyum karena melihat ekpresi wajah Mala yang kesal.


"oke, oke mana barang yang perlu dibawa. " ujar Robby.


"Sita, Ayu tolong ambilkan pesanan dari mis Yenika. " ucap Mala kepada Sita dan Ayu.


"ya mbak, " jawab keduanya.


"ini mbak,barangnya." ucap Sita dan Ayu.


"oh iya, makasih. " jawab Mala.


"ini Rob,kamu taruh saja di bagasi mobil. " ujar Mala kepada Robby.


Robby pun membawa barang yang di maksud Mala. Dan menaruhnya di bagasi mobil milik nya.


"Dea, kamu handle toko ya. " ucap Mala kepada Dea.


Mala pun pergi menyusul Robby.


Mala dan Robby pun berangkat dan menuju alamat yang dituju.


Di tempat lain.


"Sam,kapan kita balik ke Indonesia...? " tanya Raihan kepada Sam.


"dua hari lagi tuan, karena masih ada beberapa kontrak yang harus tuan tanda tangani. " terang Sam asisten Raihan.


"kenapa tidak kamu jadikan satu saja Sam, biar cepat clear. " ucap Raihan dengan kesal.


Ya sekarang ini Raihan sedang berada di Singapura. Dirinya sudah dua hari ini di Singapura, dan tiga hari lagi baru pulang ke Indonesia. Bukan karena berlibur, akan tetapi karena tuntutan dari pekerjaan nya.


Sebagai CEO muda yang memiliki beberapa perusahaan di negara tetangga. Dirinya sangatlah disibukkan oleh pekerjaan nya. Namun begitu,Raihan selalu tidak lupa untuk mengirimi Mala pesan singkat lewat whatsapp. Mala pun mengerti akan kesibukan Raihan dan dirinya pun dengan sabar memahami Raihan.


"maaf tuan,tapi semua jadwal sudah tersusun dari awal. Jadwal itu langsung dari nenek Rania. " jawab Sam menerangkan.


"nenek Rania...?" tanya Raihan kepada Sam dengan herannya.


"iya tuan, " jawab Sam.


"sejak kapan nenek ikut campur dengan pekerjaanku...! " tanya Raihan lagi kepada Sam.


"sejak dua hari yang lalu tuan. " jawab Sam dengan nada suara yang begitu tenang.

__ADS_1


"kapan rapat di mulai...? " tanya Raihan kepada Sam.


"satu jam lagi tuan. " jawab Sam.


"keluarlah aku mau istirahat sebentar. " ujar Raihan.


"baiklah tuan. " jawab Sam.


Raihan pun berusaha menghubungi nenek Rania. Beberapa saat kemudian nenek Rania pun menjawab panggilan telepon dari Raihan.


"hallo, " ucap nenek Rania dari balik telepon.


"hallo nek, ada yang ingin Raihan tanyakan ke nenek. " ucap Raihan.


"ya, ada apa...? " jawab nenek Rania datar.


Mendengar jawaban dari nenek Rania pun Raihan tidak jadi mempermasalahkan jadwal kerja nya di Singapura.


"bagaimana dengan kabar nenek, Raihan kangen. " ucap Raihan basa basi.


"Kangen...?kangen nenek atau kangen dengan yang disana...? " jawab nenek Rania dengan menyelidik.


"nenek bisa saja," ujar Raihan.


"nenek lagi sibuk Raihan,sudahnya nenek tutup dulu telepon ini. " ucap nenek Rania.


"sibuk... sibuk apa nenek...? " tanya Raihan bingung, padahal seingat dirinya nenek Rania tidak memiliki kesibukan lain selain mengejar-ngejar Raihan untuk segera menikah dengan gadis cucu dari teman lamanya.


"nenek tutup ya, " ucap nenek Rania sebelum menjawab pertanyaan dari Raihan.


"tapi nek,hallo, hallo... " ucap Raihan kecewa karena nenek Rania menutup panggilan dari nya.


"Mala, ya aku akan menghubungi nya. " ucap Raihan kepada dirinya sendiri.


Saat itu juga Raihan pun menghubungi Mala. Namun sayangnya nomor Mala tidak aktif.


"kenapa tidak aktif nomornya,ah mungkin saja baterai nya habis. " ucap Raihan kepada dirinya sendiri.


Di tempat lain.


"ya baterai habis, " ucap Mala.


"makanya lain kali jangan lupa mengecasnya. " kata Robby yang tengah mengemudi.


"bawa cas-casan gak Rob, " tanya Mala ke Robby.


"coba di kotak itu, " jawab Robby sembari menunjuk ke arah kotak yang di maksud nya.


Mala pun dengan segera membuka kotak tersebut, dan ternyata tidak ada.


"gak ada Rob, " ucap Mala.


"gak ada ya, aduh aku lupa. Tadi malam di pinjam sama temanku. " jawab Robby sembari menepuk jidatnya.


"ya udah deh, gak papa. " ujar Mala.


"bukankah itu rumah Yenika... " seru Mala.

__ADS_1


Robby pun segera melihat rumah yang ditunjuk oleh Mala.


"tidak salah lagi, itu memang rumah Yenika. " guman Robby dalam hati.


__ADS_2