Ternyata Dia Jodohku

Ternyata Dia Jodohku
Episode 82


__ADS_3

Raihan pun menatap pria tersebut dan berkata, "siapa anda sebenarnya, karena saya pernah melihat anda bersama dengan Mala sebelumnya. "


Pria tersebut pun tersenyum simpul, "perkenalkan nama saya Haslan,saya teman Mala. " jawab pria tersebut yang tidak lain adalah Haslan.


Raihan pun menganggukkan kepala nya. "jadi dia teman Mala,dan kenapa aku baru tahu." batin Raihan.


"saya mau keluar sebentar, " ucap Haslan,dan tanpa menunggu jawaban dari lawan bicara nya. Langsung berlalu pergi.


Raihan pun menganggukkan kepala nya.


Sedangkan Dea dan Ayu,mereka hanya terdiam tanpa bicara sedikit pun.


Di luar ruang VVIP tersebut. "jadi dia tunangan Mala,aku rasa dia cukup menyanyangi dan mencintai Mala.Dan sepertinya dia pria baik. " batin Haslan.


Di tempat lain.


"kenapa perasaanku ini semakin tidak enak, apa yang telah terjadi. Sebaiknya aku hubungi Mala. " Ucap seorang wanita paruh baya yang tidak lain adalah bu Puspa, ibu kandung Mala.


Dirinya pun meraih ponsel nya yang terletak di atas meja. Lalu mencari nomor kontak Mala dan mendail nomor tersebut untuk dihubungi.


tut... tut... tut... "maaf nomor yang anda hubungi sedang tidak aktif, cobalah beberapa saat lagi. " suara operator, dari sambungan telepon.


"kemana anak itu,kenapa telepon nya tidak aktif. " ucap bu Puspa.


"aku coba tanyakan saja, pada temannya. " ucap bu Puspa lagi.


Dan baru saja hendak bu Puspa menghubungi salah satu teman Mala. Tiba-tiba terdengar suara seseorang mengucapkan salam.


"assalamualaikum,tante...? " ucap seseorang dari luar rumah.


Bu Puspa yang mendengar ucapan salam tersebut pun mengurungkan niatnya untuk menghubungi teman Mala.


"Waalaikumsalam." jawab bu Puspa dari dalam rumah.


Beliau pun membukakan pintu untuk tamunya.


cekleek... bunyi suara pintu terbuka.


Bu Puspa yang mengenal tamunya itu pun segera mempersilakan tamunya untuk masuk kedalam rumah.

__ADS_1


"nak Ratih, nak Sita. Ayo silakan masuk ke dalam rumah. " ucap bu Puspa kepada kedua tamunya. Setelah keduanya mencium punggung belakang telapak tangannya.


"iya tante, " jawab mereka berdua. Mereka pun masuk ke dalam rumah bu Puspa.


Tidak lupa bu Puspa pun mempersilakan keduanya untuk duduk.


"silakan duduk, anggap saja rumah sendiri. " ucap bu Puspa kemudian. Bu Puspa pun hendak pergi ke dapur untuk membuatkan mereka minuman. Namun hal itu, diketahui oleh mereka berdua. Mereka berdua pun menghentikan langkah kaki bu Puspa.


"tante Puspa tunggu...! " seru mereka bersamaan.


Bu Puspa pun menghentikan langkah kaki nya. Dan menoleh ke arah mereka, "ya ada nak Ratih, nak Sita...? " tanya bu Puspa dengan heran.


"bukankah kalian suka dengan kue buatan tante. Tunggu lah disini, tante akan mengambilkan nya untuk kalian. Kebetulan tante tadi baru membuat kue. " ucap bu Puspa lagi.


Ratih pun mendekati ibu Puspa, dan meraih tangannya. "Tante,duduklah bersama kami sebentar. Ada yang perlu kami sampaikan kepada tante. " ucap Ratih dengan lembut.


Bu Puspa pun tersenyum, "biar nanti saja bicaranya,biarkan tante mengambil kue nya dulu ya. Oh... ya kalian pasti haus kan...? Biar tante sekalian membuatkan kalian minuman. "


"tante, tante tidak perlu repot-repot. " sarkas Sita.


Bu Puspa pun malah tersenyum, "tante gak merasa kok kalau kerepotan. Tante malah senang kalian mau berkunjung ke rumah tante. Oh... ya ngomong-ngomong, Mala kok gak ikut sekalian ya. Huuh... dasar anak itu, selalu tidak punya waktu untuk ibunya. " ucap bu Puspa dengan sedikit menghela nafas.


"Ratih ada apa dengan kamu, kamu menangis...? " tanya bu Puspa kemudian.


"tante,sebenarnya Ratih kemari mau memberitahu tante. Hiks... hiks... hiks... (tangis Ratih)... " ucap Ratih yang terjeda karena bu Puspa memotong nya.


"apa yang sebenarnya terjadi Ratih, kenapa kamu malah menangis. Dan tadi kamu bilang mau memberitahu tante, maksud kamu memberi tahu apa Ratih...? " tanya bu Puspa penuh dengan menyelidik.


Ratih pun menghela nafasnya dengan berat disertai dengan sesenggukan.


"Mala mengalami kecelakaan tante. " jawab Ratih dengan berat hati.


Deg.... deg...


Bagaikan di sambar petir di siang hari, seketika bu Puspa pun menjadi lemas. Kakinya tidak bisa menopang berat tubuh nya, tiba-tiba saja bu Puspa pun pingsan seketika.


Ratih dan Sita yang melihat nya pun segera menopang tubuh bu Puspa.


"tante Puspa...!! " seru Ratih dan ditimpali oleh Sita.

__ADS_1


Mereka berdua pun panik, dan berteriak.Salah satu dari mereka pun mencari bantuan.


Beberapa orang pun datang, dan membawa tubuh bu Puspa ke dalam kamarnya.


"apa yang telah terjadi,kenapa dia bisa pingsan...? " tanya seorang wanita yang rambutnya sudah berwarna putih semua. Dirinya baru saja sampai di rumah bu Puspa.


"Puspa, nak bangun...!" seru wanita tua tersebut.


"cepat panggilkan dokter...! " perintah wanita tua tersebut kepada seseorang yang berada di samping nya.


Wanita tua itu kemudian memandangi Ratih yang duduk di samping bu Puspa yang sedang mengusap-usap minyak kayu putih pada hidung dan kaki bu Puspa.


"siapa kamu...?apa yang terjadi pada Puspa...? sampai dia pingsan seperti ini...? " tanya perempuan tua tersebut.


Ratih pun terdiam sesaat sembari menundukkan kepala nya. Setelah nya dirinya pun mendongak menatap perempuan tua tersebut.


"saya Ratih,teman Mala nek. " jawab Ratih.


"dan kenapa bu Puspa pingsan, saya... " ucapan Ratih pun terhenti melihat bu Puspa kembali sadar.


Bu Puspa menatap Ratih penuh dengan tanda tanya dan penasaran nya.


"nak Ratih," ucap bu Puspa sembari berusaha duduk.


"tante, tante istirahat saja dulu. " jawab Ratih sembari memegangi lengan Puspa.


Bu Puspa pun menggeleng, dirinya pun berkata.


"katakan kalau tadi tante hanya bermimpi,iya kan...? " ucap bu Puspa sembari tersenyum yang dipaksakan.


Ratih pun menggeleng."itu bukan mimpi tante. "jawab Ratih yang hampir menangis lagi.


" kalau begitu, katakan kalau tante salah mendengar. Pasti itu hanya berita hoax kan...? "jawab Puspa kembali.


" apa yang sebenarnya terjadi...!?, Puspa ada apa ini sebenarnya. "sahut perempuan tua tersebut yang tidak lain adalah nenek Rania.


" tante Rania, Mala tante, Mala mengalami kecelakaan... Hiks... hiks... hiks... "ucap bu Puspa sembari menangis tersedu-sedu.


" apaa...!!?? "jawab nenek Rania yang tak kalah terkejut.

__ADS_1


__ADS_2