Ternyata Dia Jodohku

Ternyata Dia Jodohku
Episode 85


__ADS_3

"Kenapa aku berada disini,Apa yang sebenarnya terjadi. " Ucap Mala sendiri.


Beberapa saat kemudian, Raihan pun datang diikuti dengan beberapa dokter dan perawat di belakang nya.


Dengan sigap sang dokter pun segera memeriksa keadaan Mala. Tidak lupa sebelum nya mereka meminta izin dahulu kepada Raihan, karena takut membuat kesalahan tanpa mereka sengaja. Pastinya dokter-dokter tersebut adalah dokter wanita.


Salah satu dokter wanita dari mereka pun, mewakili untuk berbicara kepada Raihan.


"Permisi tuan Raihan,nona muda keadaan nya sudah membaik. Hanya saja, seperti nya nona muda kehilangan ingatan nya. " Terang dokter tersebut yang berhasil membuat Raihan terkejut.


"kehilangan ingatan. " Sahut Mala.


"benar nona muda," Jawab sang dokter.


Setelah sang dokter memberikan penjelasan, mereka pun pamit untuk pergi.


Tinggallah Raihan dan Mala sendiri di ruangan tersebut.


Mala pun berkata,,


"permisi om,boleh Mala minta tolong ...? "Ujar Mala kepada Raihan.


" Om...!?? "Ucap Raihan yang sebenarnya tidak terima jika Mala memanggilnya dengan sebutan tersebut.

__ADS_1


" iya Om.Boleh gak kalau Mala minta tolong, tolong hubungi keluarga Mala. "jawab Mala polos tanpa dosa.


Saat ini Mala kembali ke usia nya lima belas tahun. Ya dirinya kembali ke usia lima belas tahun. Memori setelah dirinya tidak Inggit.


Raihan pun menganggukkan kepala nya.


" terimakasih ya om, Om nya baik deh... "Ucap Mala sembari tersenyum.


Raihan pun mengambil ponsel dari saku celana nya, lalu dirinya kembali menghubungi Sam, sang asisten.


" Sam,kabari keluarga Mala kalau dia sudah sadarkan diri. "Ucap Raihan dan kembali menutup saluran telepon nya, tanpa menunggu jawaban dari lawan bicara nya.


Raihan melihat,kalau Mala sedang kesulitan untuk turun dari ranjang. Dirinya pun bergegas untuk membantu Mala.


" sayang,kamu mau kemana...? "tanya Raihan.


" Mala mau ke toilet om,kenapa, mau ikut...!? "Ucap Mala lagi.


Akhirnya Raihan pun mengalah,dan mulai terima jika dirinya dipanggil om oleh Mala.


" biar om bantu, kan Mala masih lemah. "jawab Raihan.


" makasih om,kalau gitu Mala setuju. "kata Mala sembari tersenyum.

__ADS_1


Selang beberapa lama pintu pun di kethuk oleh seseorang. Raihan pun membuka pintu tersebut.


Nampak nenek Rania, ibu Puspa dan teman-teman Mala yang datang.


" nek, ibu. "Sapa Raihan.


" silakan masuk. "Ucap Raihan kemudian.


Bu Puspa dan lainnya pun menghampiri Mala yang tengah fokus melihat film cartoon di ponsel Raihan. Ya, tadi Mala merasa jenuh dan meminjam ponsel Raihan untuk menonton film cartoon favorit nya.


" nak,bagaimana keadaan kamu...? "tanya bu Puspa sang ibu kepada putri semata wayangnya.


" alhamdulillah bu,Mala baik. Om Raihan kan baik, jadi Mala ikutan baikkan. Iya kan om...?? "Jawab Mala yang berhasil membuat mereka yang berada di sana kebingungan dengan jawaban yang diucapkan oleh Mala. Pasalnya mereka belum tahu tentang kondisi Mala sebenarnya.


" nak kenapa kamu memanggil Raihan dengan panggilan om...?"tanya bu Puspa heran.


Sedangkan yang lainnya sedang dalam pemikiran mereka masing-masing, mencoba mencerna ucapan Mala barusan.


"ibu, kalau Mala panggil Raihan itu kan gak sopan. Om Raihan lebih tua dari Mala. " Jawab Mala sembari melirik ke arah Raihan yang berdiri di samping nenek Rania.


"kan usia Mala baru lima belas tahun, sedangkan om nya kira-kira udah usia berapa ya...? Om berapa usia om...?? " seru Mala kemudian.


Semua mata tertuju pada Raihan, mereka menunggu jawaban dari Raihan.

__ADS_1


Raihan hanya tersnyum menanggapi ucapan Mala. Dirinya pun mendekati Mala.


"Mala kan baru saja siuman, bukankah lebih baik Mala istirahat terlebih dahulu. " Ucap Raihan dengan lembut.


__ADS_2