
Hari ini mommy dan daddy Haslan akan pergi. Semalam mommy Haslan telah menceritakan semua alasannya melakukan rencana ini kepada daddy Haslan. Sedangkan Haslan,dirinya tetap dalam tanda tanya memikirkan apa rencana mommy dan daddy nya melakukan itu.
Mala dan Haslan mengantarkan mommy dan daddy Haslan ke bandara.
"nak Mala,mommy titip Haslan ya. Jika Haslan membuat salah terhadap nak Mala,jangan sungkan untuk memarahi nya. Dan jika dia masih saja belum jera,nak Mala telepon mommy saja. Biar nanti mommy yang akan memarahinya, oke...!? " ucap mommy Haslan panjang lebar.
Sedangkan Mala hanya tersenyum dan menganggukkan kepala nya saja. Sembari sesekali melirik ke arah Haslan yang terpojok,karena disudutkan oleh mommy nya sendiri.
"mommy,please... jangan berlebihan. " kesal Haslan yang pura-pura merajuk.
Momen itu pun tidak dibuang sia-sia oleh mommy Haslan. Dirinya malah menggunakan nya untuk mencari alasan.
"lihatlah nak Mala...! nak Mala dapat lihat sendirikan. Bagaimana perangai ni budak...!? " ucap mommy Haslan lagi.
Mala hanya tersenyum,sesekali dirinya melirik ke arah Haslan yang terlihat kesal.
Sedangkan daddy Haslan hanya tersenyum melihat apa yang dilakukan oleh istri kesayangannya.
"sayang, jom..." ajak daddy Haslan karena jadwal penerbangan nya sudah segera berangkat.
"iya sayang, jom. " jawab mommy Haslan sembari tersenyum.
"nak Mala,jangan lupa pesan mommy tadi malam. Oke...!! " ucap mommy Haslan lagi kepada Mala.
Mala pun tersenyum dan berkata, "iya tante,malam akan ingat...! " teriak Mala karena mommy dan daddy Haslan sudah pergi menjauh.
"memangnya mommy bilang apa Mala...? " tanya Haslan penasaran.
"kasih tau gak ya... " jawab Mala sembari tersenyum.
"terserah... " kata Haslan ketus, dan berlalu pergi meninggalkan Mala.
"lho lha merajuk dia...! " ucap Mala.
"benar apa ucapan tante,dia seperti anak kecil. " ucap Mala lagi sembari tersenyum dan segera mengejar Haslan.
Tanpa mereka sadari,sedari tadi ada sepasang mata yang memperhatikan mereka berdua.
"Mala...! " ucap orang tersebut dan segera mengikuti Mala. Dirinya sampai lupa akan tujuan nya datang ke Malaysia.
Mala dan Haslan kini sudah berada di dalam mobil milik Haslan. Mala merayu Haslan agar tidak marah lagi. Dirinya pun menceritakan semua apa yang mommy Haslan ceritakan terhadap dirinya malam tadi.
Haslan yang mendengar nya pun tersenyum. "hahaha... mommy, mommy..." ucap Haslan dalam hati sembari tersenyum devil's.
__ADS_1
Mala yang melihat Haslan tersenyum pun merasa aneh dan bertanya kepada Haslan.
"ada yang salah ya...?kok sedari tadi kamu senyum-senyum sendiri... gak mau ya berbagi sama aku. " ucap Mala sedih,tapi juga penasaran.
"rahasie... " jawab Haslan dengan tersenyum menyeringai.
"terserah lah, aku mau tidur. Nanti kalau dah sampai rumah bangunin aku ya...?! " ujar Mala.
Haslan pun hanya menganggukkan kepala nya dan tersenyum manis.
Kurang lebih satu jam sepuluh menit, sampai lah mereka ke tempat tujuan. Bukan nya membangunkan,namun Haslan malah menggendong Mala secara perlahan. Masuk ke dalam kantor perusahaan nya. Semua karyawan nya menatapnya heran,karena baru kali ini big bos mereka membawa gadis ke dalam kantor nya. Terlebih ini,nampak spesial di mata mereka. Karena gadis itu di gendong dengan ala bridal style. Dengan hati-hati,Haslan berjalan dengan gagahnya melewati para karyawan nya. Dan pemandangan itu diabadikan oleh salah satu karyawan nya.
"perfect... beutiful girls and handsome man " ucap nya saat melihat hasil jepretan nya.
"awak buat ape tu.Kalau encik bos tau, baru rase...! " ucap temannya.
"awak tak lihat ke si Molly...?tanduknya hampir keluar tu... hahaha... " tawa salah satu karyawan laki-laki.
"diem lah,merepek je. " jawab Molly dengan kesal.
"siapa pria tersebut,mereka nampak akrab sekali. " pikir seorang lelaki yang sedari tadi mengikuti Mala dan Haslan.
dret... dreeett.... bunyi satu notifikasi masuk di telepon genggam milik nya. Setelah melihat nama yang tertera di handphone milik nya. Lelaki tersebut pun segera mendail nomor tersebut.
"kamu pergi kemana lagi kali ini Robby...? " ucap Raihan dari balik panggilan.
Ya lelaki yang sedari tadi mengikuti Mala dan Haslan adalah Robby. Robby yang mendapat undangan pesta ulang tahun dari teman karibnya. Yang kebetulan tinggal di Malaysia. Saat pesawat Robby mendarat di bandara Malaysia. Robby pun keluar dari pesawat dan dirinya hendak keluar dari bandara. Di sana lah pandangan Robby menangkap sosok Mala.
"aku ada undangan pesta ulang tahun dari teman kuliah ku, kak. " jawab Robby.
"dimana, Robby...? " tanya Raihan.
"Malaysia, sudah ya...? temanku sudah datang menjemput ku. " bohong Robby mencari alasan.
"oke, setidaknya jangan pergi tanpa berpamitan Robby. " jawab Raihan.
"iya kakakku tercinta... " kata Robby.
"bye kak. " ucap Robby lagi dan segera menutup panggilan dari Raihan.
"bocah ini...! " ucap Raihan kesal.
"Sam,cari tau kemana Robby pergi. Aku tidak mau dia mencari alasan lagi. " perintah Raihan kepada Sam asisten pribadinya.
__ADS_1
"baik tuan. " jawab Sam singkat.
"Sam,bagaimana dengan informasi tentang Mala...? " tanya Raihan kemudian.
"untuk saat ini,anak buah kita belum mendapatkan informasi lagi tuan. " jawab Sam.
"nanti sore kita pulang ke Jakarta.Aku mau memberi pelajaran kepada adik si brengsek itu...! " ucap Raihan geram.
"beraninya dia menculik kekasihku. " geram Raihan kemudian.
"baik tuan. " jawab Sam singkat.
Mala pun terbangun,dan dirinya begitu takut. Karena teringat dengan kejadian lalu yang menimpanya. Dimana dirinya tiba-tiba saja berada ditempat yang begitu asing baginya. Dan saat itu,ternyata dirinya ketahui bahwa dia tengah diculik oleh Lukas. Dengan rasa takut, Mala pun segera turun dari tempat tidur. Dan menggedor pintu masuk kamar.
"tolong... tolong...! " teriak Mala sembari mulai menangis.
"tolong... hiks... hiks... hiks... " teriak Mala lagi dengan mengeraskan suaranya.
Haslan pun yang sedang ada tamu di ruangannya merasa kaget. Dan dengan segera membuka pintu kamar pribadi nya.
"Mala...! kamu kenapa...? " tanya Haslan panik.
"Haslan...!! " teriak Mala sembari berlari ke arah Haslan.
"Haslan... " lagi-lagi Mala memanggil nama Haslan dan dengan tanpa rasa ragu Mala pun memeluk Haslan.
Haslan hanya terdiam sejenak dan kemudian dirinya pun membalas pelukan dari Mala. Haslan melirik ke arah sang tamu yang tidak lain adalah teman baiknya (Girhan).
Betapa kagetnya Girhan saat melihat Mala berada di dalam kantor milik sahabatnya itu. Terlebih lagi,Haslan nampak sayang terhadap Mala. Karena raut wajah Haslan tidak bisa menutupi nya.
"maaf bro,kita lanjutkan lagi nanti. Bisakah kamu pergi dari sini. " usir Haslan kepada Girhan.
Girhan yang masih kaget pun,segera sadar dari kekagetannya.
"ya... baik. " jawab Girhan dan pergi dari ruangan kerja Haslan.
"kamu kenapa Mala...? kenapa kamu menangis...? " tanya Haslan kawatir.
"ki... kita dimana...? " tanya balik Mala.
"kita di kantor aku. " jawab Haslan.
"kenapa tadi membangunkan aku...! Dan lagi siapa suruh kamu ajak aku pergi kesini. " ujar Mala dan dengan segera melepas pelukan nya dari Haslan.
__ADS_1
Haslan pun hanya tersenyum dan menggelengkan kepala nya.