
"kamu...! ".... ucap Mala setelah melihat siapa yang berkunjung.
" Hai,bagaimana kabar mu La...? "jawab lelaki yang mengunjungi Mala.
" alhamdulillah sudah membaik. "sahut Mala.
Lelaki tersebut pun berjalan menghampiri Mala dan menaruh bawaannya di atas nakas di samping tempat tidur Mala.Setelahnya lelaki tersebut pun duduk di kursi yang berada tepat di samping tempat tidur Mala.
" kapan kamu balik dari Malaysia...? "tanya Mala kepada sang lelaki tersebut.
" aku...?Sudah lama kok,mungkin sudah kurang lebih dua bulan ini. "jawab sang lelaki.
" gimana dengan kamu...?apakah sudah mendingan...? "tanya sang lelaki tersebut kemudian.
" wajah Haslan pun sama,dia juga sudah berubah. Bearti benar apa yang di ucapkan oleh om Raihan. Dia benar-benar berkata jujur. Jadi memang benar kalau sekarang usiaku sudah dua puluh lima tahun. Kenapa waktu begitu cepat terjadi, ah entahlah... "batin Mala dalam hati.
Melihat Mala tidak merespon ucapan nya, sang lelaki pun berniat bertanya kembali.
" Mala,bagaimana dengan kamu...? apakah sudah mendingan....? "
"hmm, ya...? " jawab Mala kaget, karena sedari tadi dirinya sibuk dengan pemikiran nya sendiri.
__ADS_1
"kurasa kamu baik-baik saja ya...? " ucap lelaki tersebut sembari tersenyum.
"Haslan,apa yang terjadi setelah aku mengalami kecelakaan...? " tanya Mala antusias kepada lelaki tersebut yang diketahui bernama Haslan.
"apa...? " jawab Haslan balik.
"sudah lah jangan dipikirkan. Aku hanya ingin tahu saja dari kamu. " ucap Mala sembari tersenyum simpul.
"Haslan,kau tahu kan kalau aku sudah mempunyai tunangan dan sebentar lagi aku mau menikah. Seharusnya aku, mungkin sekarang ini sudah berstatus istri. Tapi kamu tahu sendiri kan, gara-gara kecelakaan ini. Pernikahanku menjadi tertunda. " ucap Mala sendu.
"aku mau lihat bagaimana dengan pendapatmu Haslan...? aku cuma mau memastikannya. " batin Mala.
Haslan pun tersenyum simpul,dan berkata. "sebaiknya kamu fokus dengan kesehatanmu dulu,pastikan kamu sehat. Baru setelahnya kamu memikirkan itu. " jawab Haslan dengan bijak.
"dimana Raihan...? kenapa aku tidak melihatnya disini...? " tanya Haslan kepada Mala dengan mencari-cari keberadaan Raihan.
"tadi dia aku suruh ke luar membeli sesuatu. " jawab Mala bohong.
Haslan pun melirik benda yang melingkar di pergelangan tangannya. Lalu dirinya pun berpamitan untuk pulang.
"aku pulang dulu ya La,kamu cepat sembuh ya...?" ungkap Haslan dengan tersenyum.
__ADS_1
"kok cepat banget, gak nungguin Raihan balik dulu...? " jawab Mala.
"lain kali saja,tadi aku lupa jika ada hal yang perlu aku selesaikan. " kata Haslan.
"baiklah, kamu hati-hati ya dijalan. " jawab Mala.
"hmm, " jawab Haslan sembari menganggukkan kepala nya.
"jangan lupa makan yang banyak, biar cepet sembuh.Aku pulang dulu ya, bye assalamu'alaikum. " ucap Haslan berpamitan.
"Waalaikumsalam, " jawab Mala sembari memandangi kepergian Haslan.
"memang semua sudah berubah, aku akan berusaha untuk menjalani nya. Meskipun aku belum bisa mengingat-ingatnya. " batin Mala.
Beberapa hari kemudian, Mala pun sudah diperbolehkan untuk pulang dari rumah sakit. Untuk saat ini dirinya tinggal di rumah sang bunda. Mengingat keadaan nya yang belum membaik sepenuhnya.
Bu Puspa ibu Mala tengah sibuk menyiapkan makan malam di dapur dibantu oleh Mala dan dua asisten rumah tangganya. Mereka sibuk menyiapkan makan malam, karena makan malam kali ini ada yang spesial. Ya, malam ini keluarga besar Raihan akan berkunjung ke kediaman Mala.
Setelah semua masakan selesai di masak dan sudah di hidangkan di atas meja. Tinggallah mereka menunggu kedatangan keluarga Raihan.
Beberapa menit kemudian datanglah Raihan beserta keluarga besarnya. Mereka saling menyapa satu sama lain, tidak lupa raut bahagia yang terukir di setiap wajah mereka yang hadir. Tak luput pula dengan Mala yang merasa nyaman berada disamping Raihan, walaupun dirinya belum ingat sepenuhnya tentang Raihan.
__ADS_1
Tiba-tiba tamu yang tak terduga pun datang. Dia adalah Robby adik Raihan.