Ternyata Dia Jodohku

Ternyata Dia Jodohku
LUKAS PRADESH


__ADS_3

Mala pun tersadar. Dirinya merasa kalau kepala nya pusing seperti ber kunang-kunang. Setelah dirinya sadar sepenuhnya,barulah Mala menyadari kalau dirinya kini berada di tempat yang asing. Mala mengingat-ingat kejadian sebelumnya. Ya dirinya telah diculik oleh tiga orang pria dewasa yang mengenakan pakaian jas serba hitam,lalu setelah nya dia tidak mengingat apa-apa lagi. Hanya itulah yang teringat dipikirannya saat ini.


"ini dimana...? " guman Mala sembari mengedarkan pandangannya di sekitar kamar.


"aduh kepala ku,kenapa sepusing ini. " guman Mala lagi.


Mala pun berusaha untuk bangun dengan perlahan,karena merasa kepala nya pusing. Mala pun berjalan menuju pintu masuk kamar. Dirinya mencoba untuk membuka pintu tersebut.


"pintu ini terkunci. " pikir Mala frustasi.


Mala pun berteriak-riak.


"tolong bukakan pintu ini...! tolong buka...! buka pintu nya...! " teriak Mala.


Namun sayangnya tidak ada satu orang pun yang berani membukakan pintu tersebut. Walaupun banyak pelayan yang sedang bertugas berlalu lalang di sekitarnya.


Lukas pun mendengar teriakan Mala. Dirinya pun berjalan menuju ke kamar yang Mala tempati. Lukas mengambil kunci dari saku celananya dan membuka pintu kamar tersebut.


Mala yang berada di balik pintu pun segera mundur, saat mengetahui ada orang yang sedang membukakan pintu tersebut.


ceklek... suara pintu tersebut terbuka. Lukas pun memasuki kamar tersebut. Lukas melihat gadis pujaan nya tengah menangis berurai air mata dan ketakutan. Lukas pun mendekati Mala.


Mala yang melihat kedatangan orang yang telah menculiknya pun berkata.


"Lukas...? " ucap Mala terkejut.


Lukas tersenyum menyeringai, entah mengapa senyum itu terlihat menakutkan di mata Mala.


"Hai cantik,ini aku. L U K A S...! " jawab Lukas sembari mengeja nama nya sendiri.


"ka... kamu menculik a... aku...? " ucap Mala terbata karena tidak percaya kalau yang menculiknya adalah Lukas.


"ya, aku yang telah menculikmu...?! " ucap Lukas dengan nada datar disertai dengan senyum yang begitu menakutkan bagi Mala.

__ADS_1


"a... apa mau kamu Lukas...? untuk apa kamu menculikku...? " tanya Mala.


"untuk mendapatkan kamu cantik. " ucap Lukas dan dengan perlahan mendekati Mala selangkah demi selangkah.


Mala pun berjalan mundur selangkah demi selangkah untuk menghindari Lukas yang semakin mendekatinya.


"a... apa maksud kamu Lukas...? sa... saya tidak paham...! " ujar Mala terbata.


"aku mencintaimu Mala, sejak pertama kali kita bertemu. Aku sudah menaruh hati kepadamu. Namun kenapa, kamu seolah tidak pernah menganggap aku ada. " ucap Lukas sembari memandangi Mala dengan tatapan seperti orang yang tengah melihat santapannya.


"itu bukan cinta Lukas,kamu tidak pernah mencintai aku. Kamu hanya terobsesi saja kepadaku, dan itu bukan cinta. Karena kalau kamu cinta, kamu tidak akan pernah menyakiti aku. Kamu tidak akan pernah memaksakan kehendakmu tanpa memperdulikan perasaanku Lukas. Kumohon biarkan aku pulang... " ucap Mala dengan memohon.


"aku sudah tidak perduli lagi akan hal itu. Yang aku inginkan hanya dirimu, ya aku akan memilikimu seutuhnya mulai siang ini...! " jawab Lukas sembari tersenyum menyeringai.


Lukas yang tanpa permisi langsung menangkap tubuh Mala. Dengan tenaganya yang kuat, Lukas mengangkat Mala seperti mengangkat karung beras di pundaknya.


Mala tidak bisa melawan tenaga Lukas yang di atas kekuatannya. Dirinya hanya bisa menangis, memohon kepada Lukas untuk dilepaskan.


Lukas membanting Mala di atas ranjang kasur yang berukuran big size. Dengan segera Lukas menindih tubuh Mala yang tengah memberontak itu. Di bawah kungkungan Lukas, Mala menangis sejadi-jadinya. Dirinya terus saja memohon kepada Lukas untuk dilepaskan.


"aku tak pernah mengurungmu cantik,kenapa juga aku harus melepaskanmu...?kamu bisa lihat kan,kalau aku tidak mengikat kaki dan tanganmu. " ucap Lukas dengan tersenyum devil.


"Lukas, lepas,hiks... hiks... hiks... " mohon Mala yang kini Lukas mulai bertindak tidak senonoh kepadanya.


Dengan perlahan Lukas melepas kancing baju Mala satu persatu. Tangan Lukas tidak henti-henti nya untuk bergerilya di wajah dan tubuh Mala.


"kamu memang cantik sayang,aku tak akan pernah rugi untuk mencintai kamu. " ucap Lukas sembari mencoba untuk mencium bibir Mala.


Mala pun terus memberontak,dengan tenaga yang tersisa Mala berusaha untuk mendorong tubuh Lukas yang berada di atas tubuhnya. Namun usaha yang dilakukan oleh Mala sia-sia, karena bagaimana pun Lukas adalah seorang pria. Sedangkan tenaga seorang pria lebih kuat daripada tenaga seorang wanita.


Mala pun akhirnya pasrah,dan dalam hati nya. Tidak berhenti-henti nya dirinya memohon pertolongan dari sang maha Pencipta.


"Tuhan tolonglah aku, " ucap Mala dalam tangisannya.

__ADS_1


Tiba-tiba pintu kamar pun didobrak oleh seseorang dari luar. Seorang itu yang tak lain adalah Girhan Pradesh.


bruaaak.... "apa yang kamu lakukan Lukas Pradesh...?! " ucap Girhan Pradesh sembari memberi bogem pukulan ke arah Lukas.


Lukas yang menerima serangan tiba-tiba dari Girhan,dirinya pun langsung jatuh tersungkur di lantai.


Girhan melepas jas yang dirinya kenakan,lalu memakaikan nya di tubuh Mala. Mala pun hanya diam, karena dirinya begitu sangat syok dengan apa yang terjadi hari ini kepadanya.


"jangan ikut campur urusanku...! " gertak Lukas kepada Girhan.


Mendengar hal itu Girhan pun geram,dan berjalan ke arah Lukas lalu menampar pipi Lukas dengan keras. Keluarlah setetes darah dari sudut bibir Lukas.


"kau...! " ujar Lukas dengan penuh amarah.


"seharusnya dari awal,aku harus bertindak lebih keras terhadapmu Lukas. Apa yang akan kamu lakukan terhadap Mala, hah...!!? " gertak Girhan dengan keras.


"ingat apa yang kamu lakukan itu Lukas,itu bukan Lukas yang selama ini aku kenal... itu bukan Lukas adikku...!? " ucap Girhan lagi.


"jangan pernah kamu mencampuri kehidupan pribadi aku,aku sudah cukup muak melihatnya. " ucap Lukas dengan amarah dan pergi dari sana.


Setelah kepergian Lukas, Girhan mendekati Mala.


"kamu tidak apa-apa bukan...? Ada yang cedera tidak...? " tanya Girhan kepada Mala.


Mala hanya menjawabnya dengan anggukan kepala atau sekedar menggelengkan kepala nya.


"mari saya antarkan kamu pulang. " tawar Girhan.


Mala pun menganggukkan kepala nya lagi.


Mala dan Girhan sudah berada dalam mobil. Dalam diam mereka saling membisu satu sama lain. Hingga akhirnya Girhan membuka suara.


"maaf, maafkan atas kelakuan Lukas terhadapmu Mala. Aku tidak pernah menyangka kalau Lukas akan bertindak sejauh ini terhadapmu. " ucap Girhan dengan raut wajah penuh menyesal.

__ADS_1


Mala hanya diam membisu,tanpa menjawab pertanyaan dari Girhan.


Girhan pun memaklumi akan sikap Mala.


__ADS_2