Ternyata Dia Jodohku

Ternyata Dia Jodohku
EPISODE 86


__ADS_3

"Mala kan baru saja siuman, bukankah lebih baik Mala istirahat terlebih dahulu. " Ucap Raihan dengan lembut.


Ibu Puspa pun meraih tangan Mala sembari membelai rambut Mala dan berkata.


"Nak Raihan benar sayang,sebaiknya kamu memang harus banyak-banyak istirahat dulu.Ibu akan menunggui kamu disini. " Ucap bu Puspa sembari tersenyum lembut.


Mala pun menganggukkan kepala nya.


"Tapi ibu,siapa mereka...?? " Tanya Mala yang berhasil membuat teman-temannya saling bertukar pandang.


"saat ini nona muda kehilangan ingatan nya. Dirinya kembali ke usia nya yang lima belas tahun. "


Terlintas di benak Raihan tentang ucapan sang dokter tempo hari. Raihan pun berkata.


"Ah,sebaiknya kita pulang dulu,Mala membutuhkan istirahat yang cukup. " Raihan menggiring semua orang yang berada disana untuk keluar ruangan. Tak lupa dirinya pun mengajak ibu Puspa.


"Mala,ada sesuatu yang ingin aku sampaikan ke ibu. Bolehkah aku mengajaknya keluar sebentar. " Izin Raihan dengan hati-hati kepada Mala.


Mala menganggukkan kepala nya. Dan ibu pun mengikuti yang lainnya untuk keluar.


Setelah semua orang di luar ruangan.


"Ada apa nak Raihan,apa yang terjadi dengan Mala...?? Dan kenapa dia memanggilmu Om...?? " Tanya bu Puspa dengan nada khawatir nya.


Raihan pun menjelaskan semua ucapan sang dokter kepada bu Puspa berserta dengan yang lainnya. Mereka merasa sedih,mendengar penjelasan dari Raihan.


"Kamu yang sabar ya nak... Semoga semua ini tidak berlangsung lama, semoga Mala cepat mendapatkan ingatan nya kembali. " Ucap bu Puspa.


"Terima kasih ibu. " jawab Raihan dengan wajah sendu.


Setelah mendengar ucapan dari Raihan, teman-teman Mala pun berpamitan untuk pulang.

__ADS_1


"maaf tuan Raihan, kami permisi untuk pulang dulu. Semoga,mbak Mala cepat sembuh. " ucap Dea yang mewakili teman-temannya. Nampak jelas kesedihan dari raut wajahnya.


"iya, " Jawab Raihan singkat sembari menganggukkan kepala nya.


Nenek Rania sedari tadi hanya terdiam seribu bahasa. Dirinya mencerna setiap ucapan yang keluar dari mulut Raihan.


"semoga kalian dapat menjalani cobaan ini. " batin nenek Rania yang merasa pilu melihat hubungan cucunya yang penuh dengan rintangan.


"Nek,kita pulang. Raihan antarkan nenek. " Ucap Raihan. Yang di anggukki oleh nenek Rania.


"Puspa, kamu yang tabah ya. " Ucap nenek Rania kepada ibu Puspa.


"Iya tante,doakan saja semoga Mala lekas sembuh dan kembali seperti sediakala. " Jawab bu Puspa.


Nenek Rania pun menganggukkan kepala nya.


"Ibu, Raihan permisi pulang dulu.Nanti Raihan akan kembali lagi. " Kata Raihan.


"Iya nak Raihan, kamu hati-hati ya. " ucap bu Puspa sembari tersenyum.


Bu Puspa pun kembali masuk ke dalam ruangan Mala. Disana bu Puspa melihat Mala yang tengah berdiri di dekat jendela, menatap luar lewat jendela.


Bu Puspa pun mendekati Mala, "nak, kenapa kamu disitu...? " tanya bu Puspa kepada anak semata wayangnya itu.


Mala beralih dari jendela dan menatap bu Puspa.


"ibu, Mala ingin pulang.Mala merasa kalau percuma saja Mala tetap disini, sedangkan keadaan Mala baik-baik saja." Ucap Mala.


Bu Puspa pun tersenyum dan meraih tangan Mala.


"kemarilah nak,kita berbicara sembari kau berbaring.Mungkin menurut kamu, keadaanmu baik-baik saja. Namun walaupun begitu,kamu harus tetap istirahat dulu sementara waktu ini. " Bujuk bu Puspa.

__ADS_1


"Ibu janji,setelah dokter bilang kalau keadaan kamu sudah membaik. Kita pulang,,, " Ucap bu Puspa kemudian sembari tersenyum.


"lantas bagaimana dengan sekolah Mala ibu, kalau Mala masih saja disini...! " Ucap Mala mencari alasan.


Bu Puspa pun tersenyum,, "ibu sudah meminta izin nak, kalau kamu sakit. " kata bu Puspa bohong.


Mala pun patuh dan membaringkan dirinya di tempat tidur. Dirinya masih penasaran dengan Raihan, dan dirinya pun menanyakan perihal tentang Raihan.


"bu, Mala mau tanya sesuatu kepada ibu...? " tanya Mala.


"iya nak, mau tanya apa...? " jawab bu Puspa.


"siapa om-om tadi bu...?Dan kenapa dia memanggil Mala dengan panggilan sayang...?? " tanya Mala penasaran.


"om-om...? " bu Puspa pun mengernyit kan dahinya.


"iya bu. Om-om, Om tadi... siapa ya namanya, Mala kok lupa ya...?? " Ucap Mala sembari mengingat-ingat siapa nama om-om yang dilihat nya tadi.


"maksud kamu Raihan...? " jawab bu Puspa.


"ya, itu dia namanya...! " seru Mala kemudian.


"nak kamu benar-benar tidak mengingatnya, siapa dia...? " tanya balik bu Puspa kepada Mala.


Mala hanya menggelengkan kepala nya.


"Aku tidak mengingatnya bu, tapi aku merasa kalau sebelumnya kami pernah dekat. Namun itu pasti tidak mungkin kan bu...? Mana mungkin Mala berteman dengan om-om seperti dia, hehe.... " jawab Mala sembari terkekeh.


Bu Puspa yang mendengar nya hanya diam, dan beliau pun berkata... "nak sebaiknya kamu istirahat lah,ibu mau keluar sebentar. Kebetulan ibu lupa membawa air minum, dan ibu mau membelinya sebentar. Apa kamu mau sesuatu...?? " tanya bu Puspa.


Mala hanya menggelengkan kepala nya.

__ADS_1


"baiklah ibu pergi dulu ya... " Ucap bu Puspa berpamitan.


Mala pun menganggukkan kepala nya.


__ADS_2