
"maaf lama,tadi ada urusan yang tidak bisa di ganggu. " jawab Mala sembari tersenyum.
Raihan dan Haslan pun tersenyum lembut ke arah Mala. Mereka tidak memperdulikan ucapan Mala barusan.
"em kopi nya manis,saye suke manis. " ujar Haslan memuji kopi buatan Mala.
"saya tahu kamu suka manis,jadi aku tambahkan lagi gula nya. " jawab Mala sembari tersenyum.
"sayang,kok kopiku pahit. Aku juga mau kopi yang manis,bolehkah tambahkan gula sedikit...? " kata Raihan sembari tersenyum ramah.
"aku baru tahu lho,kalau kamu suka yang manis-manis sayang.Sini biar aku tambahkan gula lagi...!" jawab Mala sembari meminta gelas kopi milik Raihan.
"ini sayang. " jawab Raihan sembari memberikan gelas yang di pegangnya.
"****peniru****" batin Haslan dalam hati. Sembari tersenyum tak suka ke arah Raihan.
Setelah mengambil gelas kopi Raihan,Mala pun pergi ke dapur. Guna menambahkan gula untuk kopi Raihan. Sedangkan kedua lelaki tampan tersebut, mereka sedang saling bertukar pandang. Dengan sorotan mata yang sulit untuk di artikan.
Kurang lebih lima menitan Mala pun kembali. Mala melihat kedua lelaki tampan tersebut,hanya saling terdiam membisu. Mala pun berinisiatif untuk membuka obrolan.
"kalian tahu...?besok aku,akan mulai kembali masuk kuliah." ucap Mala.
"iya sayang,aku sudah tahu kok. " jawab Raihan.
"Mala,aku punya sesuatu untuk kamu. Ini, ambillah...! " ucap Haslan sembari menyerahkan sebuah kotak kecil berwarna merah.
Mala pun antusias dan tersenyum bahagia menerima nya.
"apa ini,Haslan...? " tanya Mala.
"bukalah...! " perintah Haslan.
Sedangkan Raihan yang melihat nya, merasa sedikit tidak senang dengan apa yang dilihatnya itu.
"hanya hadiah kecil.Aku bisa kok,beri apapun yang kamu minta. " ucap Raihan pelan yang hampir tidak terdengar oleh Haslan maupun Mala.
Mala yang melihat ekpresi dari Raihan,dirinya malah tersenyum.
"sayang apakah kamu cemburu...? " tanya Mala kepada pikiran nya sendiri.
Mala pun kemudian membuka hadiah dari Haslan tersebut. Hadiah itu ternyata adalah sebuah gelang kaki.
Wajah Mala berbinar,ketika melihat gelang kaki tersebut. Pasalnya,gelang kaki tersebut adalah gelang kaki yang pernah dirinya ingin beli. Namun karena barangnya terbatas. Saat itu Mala kalah cepat dengan pelanggan lain. Maka dari itu Mala tak dapat membeli nya.
__ADS_1
"Haslan.Terima kasih. " ucap Mala sembari tersenyum bahagia.
Haslan pun membalasnya dengan senyuman lembut nya, dan berkata.
"iya." jawab Haslan.
"apapun yang kamu minta,pasti akan aku kasih. Apalagi jika kamu mau menjadi pendamping hidupku, Mala. " batin Haslan sembari memandangi Mala dengan sorotan mata yang sulit untuk diartikan.
Raihan yang melihat hal itu pun jengkel, dan berkata.
"jaga itu mata,ingat dia sudah ada kekasih...! " kata Raihan dengan nada ketus.Walaupun terdengar pelan.
Haslan yang mendengar nya pun menjawab.
"masih kekasih,yang penting belum istri...! " jawab Haslan pelan sembari menyunggingkan sebuah senyuman mengejek.
"kauu...! " seru Raihan geram.
Mala yang semula tidak menyadari kalau kedua lelaki tampan tersebut saling beradu mulut,dia pun segera menyudahi mereka berdua.
"kalian...! seru Mala.
Haslan dan juga Raihan pun malah saling memandang satu sama lain.
" ada apa...? "tanya mereka.
Mala yang sudah tidak mempunyai ide,dia pun bermaksud untuk mengusir kedua lelaki tampan tersebut untuk pulang.
"ini sudah malam,bolehkah kalian berdua pulang...!! " ucap Mala sembari tersenyum kaku. Walaupun sebenarnya tidak enak hati.
"oh... " jawab Haslan.
"iya." kata Mala.
"tapi sayang,aku ingin menginap disini." jawab Raihan.
"sayang,aku mohon ya. " mohon Mala.
Mala pun akhirnya menarik lengan kedua lelaki tampan tersebut, dan menuntun mereka keluar dari rumah nya.
"kalian pulang ya,aku udah ngantuk. " ucap Mala.
Raihan melirik benda yang melingkar di pergelangan tangannya,yang menunjukkan sudah pukul 23.30 WIB.
__ADS_1
"baiklah sayang aku pulang,besok aku antar kamu ke kampus. " ucap Raihan sembari tersenyum.
"tapi sayang,besok aku berangkat pagi sekali.Gak usah kamu antar ya,nanti biar aku naik motor sendiri saja. Lagian, kampus nya kan dekat. " bujuk Mala,yang menolak di antar oleh Raihan.
"baiklah,nanti aku calling ya...? " jawab Raihan.
Mala pun tersenyum dan menganggukkan kepala nya.
"sok perhatian...! " ceplos Haslan pelan. Namun masih bisa di dengar oleh Mala dan Raihan.
"Haslan...! " seru Mala.
Sedangkan Haslan hanya tersenyum menyungging.
"biarkan saja dia sayang,biasa orang jeoles. " ejek Raihan.
"sudah-sudah,sana kalian pergi...! " usir Mala.
Mereka pun akhirnya berpamitan pergi.Setelah kepergian mereka berdua, kini Mala pun sendirian.
"tak seperti biasa nya Haslan bertingkah seperti itu. Kenapa dia seakan tidak menyukai Raihan...?Bukan hanya Raihan,dengan Robby pun dia juga tidak suka. " ucap Mala pada dirinya sendiri.
"tak mungkin kan,kalau dia cemburu...?Kami kan, hanya temanan. " ucap Mala lagi.
"bodo ah. " ucap Mala kemudian dan masuk ke dalam rumah nya.
Di tempat lain.
Seorang lelaki tampan dengan memakai setelan jas berwarna pink,tengah mondar-mandir kayak setrikaan di dalam apartemen nya.
"kemana ini encik boss,hari dah larut malam. Dan kenapa die tak kunjung balik rumah. Saye takut lah,kalau sahaje ada sesuatu hal yang terjadi pade encik boss. " ucap Amar.
"nomor ponsel nya pun tak aktif,encik boss awak kat mane... " ucap Amar lagi dengan wajah cemas nya.
"kalau lah terjadi sesuatu hal kat encik boss,saye nak bilang ape kat tuan besar. " ucap Amar kemudian.
Amar pun berniat untuk mencari keberadaan Haslan. Dirinya pun siap-siap hendak keluar dari apartemen. Dengan tergesa Amar pun berjalan. Dan tanpa memperhatikan jalan,Amar pun menabrak seseorang.
braak... "auw...! " seru seseorang yang ditabrak Amar.
Amar yang melihat nya pun berseru.
"encik boss...! "
__ADS_1