Ternyata Dia Jodohku

Ternyata Dia Jodohku
Episode 83


__ADS_3

"Tante Rania. Mala tante, Mala mengalami kecelakaan.... hiks... hiks... hiks... " ucap bu Puspa sembari menangis tersedu-sedu.


"Apa...!?? " jawab nenek Rania yang tak kalah terkejut.


Nenek Rania pun seketika tubuhnya menjadi lemas.


"ba... bagaimana dia sekarang...?? " ucap nenek Rania lagi, yang masih dalam mode syok.


"kami belum tahu tentang kabar selanjutnya nek. " sahut Ratih.


"tadi kami langsung kesini untuk memberi kabar kepada tante Puspa. Tapi Ayu dan Dea sudah disana, mungkin sebentar lagi mereka akan mengabari kita. " jawab Sita menimpali.


Di tempat lain...


Raihan sedang menunggui Mala yang sedang terbaring lemah di tempat tidur ruang inap VVIP. Dirinya hanya seorang diri, karena Dea dan Ayu sudah dia suruh pulang terlebih dahulu, sekitar sepuluh menit lalu.


Raihan memegangi telapak tangan Mala sembari mengusap-usap punggung belakang telapak tangan Mala.


"sayang,aku berdoa semoga semua cepat berlalu. Aku menyayangimu,cepatlah kamu sadar sayang. Aku akan selalu menjagamu disini. " ucap Raihan.


Di tempat lain.


"siapa dia, siapa orang itu...!? " ucap Haslan setelah mendapatkan informasi dari orang kepercayaan nya untuk menyelidiki si penabrak.


"Girhan...? tidak mungkin, bukankah dia berada di luar negeri...? " ucap Haslan lagi.


"ah seperti nya aku harus kesana sendiri untuk melihat nya. Siapa tahu dia adalah Girhan yang lain.


Haslan pun mengendarai mobilnya untuk menuju ke kantor polisi, tempat dimana orang yang telah menabrak Mala di amankan.

__ADS_1


Butuh waktu tiga puluh menitan,Haslan pun telah sampai di kantor polisi tersebut.


Dirinya memakirkan mobilnya dengan rapi. Setelah nya dirinya pun masuk ke dalam kantor polisi dan menemui sang penabrak,dengan di dampingi oleh seorang polisi pria.


Setelah bertemu dengan si penabrak, betapa terkejutnya Haslan. Karena apa yang disampaikan oleh orang nya benar adanya.


Tak hanya dengan Haslan, si penabrak pun tak kalah terkejutnya.


" Girhan, Haslan...?! "ucap keduanya hampir bersamaan.


" dari mana kamu tahu kalau aku berada disini...? "tanya Girhan yang tidak tahu alasan Haslan menemui nya,karena dia pikir Haslan menjenguknya. Bukankah mereka teman...?


" kenapa kamu bisa berada disini...? "balas Haslan yang berhasil menjaga emosinya.


" a... aku menabrak seorang wanita, aku kehilangan kendali karena rem mobilku blong. "terang Girhan jujur.


" jadi dia tidak sengaja, tapi bagaimana pun dia harus bertanggung jawab. Karena sudah membuat Mala celaka. "batin Haslan.


Haslan masih terdiam tak berniat membalas ucapan dari Girhan.


Sedangkan Girhan yang menyadari diamnya Haslan pun kembali bicara.


" kamu tahu dari mana, kalau aku disini...? "tanya Girhan lagi.


Haslan pun terdiam sejenak, dirinya pun menghela nafasnya sesaat. Lalu bicara,


"saya yang telah menolongnya,saat itu saya berada disana. Dan saya yang telah membawanya ke rumah sakit. " ucap Haslan tanpa melihat kearah lawan bicara nya.


"kamu berada disana...?Tapi kenapa aku tidak melihat kamu disana...? " tanya Girhan kemudian.

__ADS_1


"aku pun tidak melihat kamu...!karena aku fokus menyelamatkan dia. " jawab Haslan dengan posisi yang masih sama, tanpa melihat Girhan lawan bicaranya.


"o... jadi kamu tidak menjenguk kawanmu ini...?apa setelah kamu menolong wanita itu, kamu juga akan menginterogasi aku. Hai bung...? aku kenal siapa kamu. Jadi jelaskan lah,siapa wanita yang telah aku tabrak itu...? Sampai kamu begitu peduli dengan nya....? " ucap Girhan tanpa tahu perubahan pada wajah Haslan yang sudah menahan amarahnya.


"dia adalah Nurmala Kusuma, wanita yang pernah aku ceritakan dulu. " ucap Haslan datar.


Deg...


Deg....


Girhan pun terkejut,dirinya langsung meminta maaf kepada Haslan. Dengan segera dirinya menunduk di depan Haslan.


"maafkan aku Haslan,aku benar-benar tidak sengaja. Bukankah sudah aku jelaskan dari awal, kalau mobilku mengalami rem blong dan aku tidak bisa mengendalikan nya. " terang Girhan kemudian, yang mengenal Haslan sudah cukup lama.


"aku tidak akan tinggal diam,bila saja sesuatu terjadi kepada nya. (Haslan menjeda ucapan nya.) Kamu tahu sendiri aku. " ucap Haslan dengan tegas dan segera berlalu pergi.


"aku tahu,tapi aku sudah bilang kalau aku tidak sengaja. " jawab Girhan yang masih bisa di dengar oleh Haslan.


Dua minggu kemudian, Girhan telah di tetapkan sebagai tersangka. Dirinya pun menerima hukuman nya dengan ikhlas. Dengan jaminan Girhan tidak di penjara, dirinya hanya di wajibkan untuk melapor saja. Dan sampai dengan waktu yang di tentukan,untuk sementara Girhan dilarang keras untuk ke luar negeri.


Saat ini Raihan masih setia menunggui Mala yang masih terbaring lemah di rumah sakit. Sudah dua minggu ini Mala masih belum sadar dari tidur nya setelah pasca operasi, lebih tepatnya setelah kecelakaan terjadi.


"sayang.Aku masih disini menunggumu,seharusnya hari ini adalah hari kebahagiaan bagi kita berdua. Karena aku dengar, keluarga kita telah menetapkan hari ini sebagai hari dilangsungkan nya pernikahan kita. (tak terasa air mata Raihan pun lolos dari pelupuk mata nya.) Bangunlah sayang, aku merindukan kamu, aku rindu canda tawa mu, aku rindu celoteh mu yang selalu menasehati aku. Aku rindu semua tentang kamu sayang, jadi bangunlah. Apa kamu tidak kasihan kepada aku...? aku sudah menderita melihat keadaan kamu seperti ini, sayang. Jika boleh aku menggantikan dirimu,di posisi sekarang ini. " ucap Raihan pelan dengan memandangi wajah cantik Mala yang pucat sembari memegangi tangan Mala.


Dari balik pintu Haslan yang baru sampai pun mendengar ucapan Raihan.


"aku harus apa sekarang...? Raihan begitu mencintai Mala,apa sebaiknya aku mundur saja...? ah... jika itu bisa membuat Mala bahagia, aku akan melakukan nya. Aku memang mencintai Mala, tapi aku juga tidak boleh egois. Kebahagiaan Mala adalah kebahagiaan aku juga. Baiklah aku akan mengalah. " tekad Haslan dalam hati yang tanpa terasa matanya mengeluarkan butir-butiran bening dari kedua sudut mata nya.


Haslan pun hendak melangkahkan kakinya, namun mendengar ucapan dari dalam ruang Mala.

__ADS_1


"kamu sudah siuman sayang...? " ucap Raihan yang melihat Mala membuka kedua matanya.


__ADS_2