Ternyata Dia Jodohku

Ternyata Dia Jodohku
RENCANA GIRHAN 2


__ADS_3

Saat ini Mala tengah berada di suatu tempat. Tempat yang sering dirinya kunjungi pada saat dirinya dilanda kesedihan.


Mala duduk di bawah sebuah pohon besar. Di sekitarnya di tumbuhi berbagai macam bunga yang indah.Bukan di tumbuhi melainkan memang di tanam disana. Ada hamparan danau yang berwarna hijau menambah keindahan suasana.


Hening dan sepi, walaupun sesekali kicauan burung terdengar disana.


Mala menangis tersedu-sedu,hatinya kini merasa sedih dan terluka. Dirinya tidak pernah menyangka akan kenyataan yang dia lihat beberapa waktu yang lalu.


Di tengah tangisannya, "hiks... hiks... hiks... aku seharusnya tidak pergi ke bandara, hiks... hiks... tapi jika aku tidak pergi, sampai kapan kamu akan menutupi semua ini Rai,hiks... hiks... hiks... " ucap Mala.


"aku tidak pernah merasakan sesakit ini di hatiku, aku sungguh kecewa Raihan... aku kecewa sama kamu... hiks... hiks... hiks... " ucap nya lagi.


Tanpa di sangka ada seorang pria yang sedang memperhatikan Mala dari kejauhan. Pria tersebut pun berjalan mendekati Mala dan duduk di samping Mala duduk dan berkata.


"aku juga sering datang kesini,jika aku merasa bosan dengan aktivitas ku sehari-hari. " ucap pria tersebut sembari memandang danau yang terbentang di depan nya.


Mala pun menatap ke arah sang pria dan berkata.


"a... anda...? " ujar Mala dengan terbata.


Sang pria tersebut pun tersenyum ke arah Mala sembari mengambil sapu tangan yang berada di saku celana nya.


"ini, pakailah. Kebetulan aku tidak membawa tissue,kalau tau ada seseorang yang membutuhkan nya pasti tadi aku bawa... hehehe... " kata pria tersebut sembari menyerahkan sapu tangannya kepada Mala. Tidak lupa dengan senyum yang mengembang menghiasi wajahnya.


Dengan sungkan Mala pun menerima sapu tangan tersebut.


"te... terimakasih tuan. " jawab Mala terbata.


Pria tersebut pun tersenyum lembut ke arah Mala.


"Girhan Pradesh".ucap pria tersebut memperkenalkan dirinya kepada Mala.


Mala pun tersenyum dan menganggukkan kepala nya.Sedangkan Girhan pun menanyakan siapa nama Mala.


" maaf,kalau boleh tahu.... siapa nama anda...? "tanya Girhan.


" Mala, "jawab singkat Mala.

__ADS_1


" Mala...? nama yang cantik secantik orang nya. "jawab Girhan memuji Mala.


Mala tersenyum, " bukankah anda yang tempo hari berbelanja di toko sa... "ucapan Mala terputus sebab Girhan menimpali nya.


" tepat sekali, "jawab Girhan dengan senyuman.


" tempat ini sangat nyaman, pas kalau buat pacaran. "ucap Girhan dengan senyum menyeringai.


Mala yang mendengar nya pun menjawab.


" iya tempatnya indah dan nyaman,namun sayangnya tempat ini seperti tidak terurus. "jawab Mala yang sengaja memperalihkan pembicaraan.


" kurang terawat...? "tanya Girhan kepada Mala dengan nada penasaran.


" iya,coba kalau ada tempat bermain untuk anak-anaknya, pasti ramai. Dan lagi banyak bunga-bunga yang sudah pada layu. "ucap Mala.


" memang benar sih, tempat ini kurang terurus. Nanti aku akan suruh Tommy untuk mengurusnya. "batin Girhan dalam hati.


Di tempat lain.


" Sam,kenapa nomor telepon Mala tidak bisa dihubungi ya...?Padahal tadi sebelumnya bisa, apa mungkin ya baterai nya lobet...? "ujar Raihan dengan gelisah.


"kita langsung saja ke tempat Mala, Sam...! " perintah Raihan kepada Sam.


"baik tuan, " jawab Sam singkat.


Beberapa menit kemudian sampailah Raihan dan Sam di rumah Mala. Disana nampak kalau rumah Mala sedang tidak orang nya.


"rumah nona Mala sepi tuan,mungkin dia masih sibuk di olshop milik nya. " jawab Sam kepada Raihan.


Sesaat Raihan menatap ke rumah Mala dan berkata.


"kita langsung saja ke olshop nya." jawab Raihan.


Sebenarnya Raihan ingin memberi Mala kejutan. Namun sayangnya tiba-tiba nomor telepon Mala tidak bisa dihubungi nya.


Sampailah Raihan dan Sam di depan toko olshop milik Mala. Dengan hati yang berbunga-bunga pun Raihan segera turun dari mobil dan berniat untuk menemui Mala.

__ADS_1


Dea yang melihat kedatangan Raihan pun segera menghampiri Raihan dan menyapanya.


"selamat siang tuan Raihan... lho mbak Mala nya mana...? " ucap Dea sembari celinguk'an mencari batang hidung Mala yang tak terlihat datang bersama Raihan.


"lho dia gak ada disini apa...? " tanya balik Raihan kepada Dea.


Dea pun heran dan berkata, "lho bukankah tadi mbak Mala ke bandara untuk menjemput anda tuan Raihan...? " jawab Dea bingung.


"menjemput saya...? ke bandara...? " ucap Raihan terkejut.


"Sam... kita coba cari dia di cafe milik nya...! " ucap Raihan dan langsung pergi tanpa berbicara dengan Dea terlebih dahulu.


Dea yang masih dalam kebingungan nya pun akhirnya sadar. Dirinya pun segera menghubungi Mala.


tut... tuutt... tuuut... "maat nomor yang anda tuju sedang tidak aktif, cobalah beberapa saat lagi. " suara operator.


Dea heran baru kali ini nomor telepon Mala tidak bisa dihubungi,sebenarnya ada apa yang terjadi...?


"mbak Mala kemana ya,kenapa nomor telepon nya tidak aktif...? " ucap Dea lesu.


Ratih yang baru datang dari makan siang menghampiri Dea yang terlihat tidak seperti biasanya.


"Dea... apa apa...? kok kamu kelihatan cemas gitu...! " tanya Ratih.


"mana Ayu dan Sita...?" tanya balik Dea.


"oh... mereka,mereka belum selesai.Ada apa...?"jawab Ratih.


" ta... tadi tuan Raihan kesini,dia mencari mbak Mala. "ucap Dea terbata.


" tuan Raihan kesini untuk mencari Mala...?lho bukannya si Mala tadi menjemputnya ke bandara,kok malah dicari. "jawab Ratih heran.


" kalau ketemu mbak Mala, ya gak mungkin juga kali kalau tuan Raihan mencarinya. "ucap Dea.


" biar aku telepon Mala. "ucap Ratih dengan segera mengambil ponsel nya yang dia taruh disaku celananya.


" percuma, ya wong nomor nya gak aktif kok. "jawab Dea.

__ADS_1


" lho kok bisa gak aktif...? tumben...? "heran Ratih, karena tidak biasanya telepon Mala mati.


" makanya aku juga heran Tih...?! "jawab Dea.


__ADS_2