Ternyata Dia Jodohku

Ternyata Dia Jodohku
KEPERGIAN ROBBY


__ADS_3

Robby masih berada di tempat yang sama.Di sebuah rumah bertingkat dua yang berada di depan hamparan pegunungan yang hijau. Ya,saat ini Robby sedang berada di puncak,kota B. Di salah satu villa milik keluarga nya,yang dirinya tak tahu sejak kapan mereka membeli villa itu. Karena sejak kecil Robby sudah tinggal di luar negeri,Malaysia.Dia sengaja dibesarkan disana,agar keluarga ibunya tidak bisa menemui Robby. Karena takut, jika keluarga dari ibu kandung Robby akan menghasut Robby untuk memunsuhi keluarga dari ayah kandung Robby yaitu tuan Anggoro yang tidak lain juga ayah kandung Raihan.


Robby dan Raihan memang kakak beradik, namun beda ibu. Dan hal itu tak menjadi penghalang bagi keduanya. Mereka saling menyayangi satu sama lain.


Setelah mendengar ucapan dari nenek Rania,Robby berpikir untuk meninggalkan negara ini. Dan ingin memulai hidup baru di luar negeri. Kali ini dia akan lebih fokus dengan study nya,dan akan pulang kembali ke Indonesia dengan gelar yang tentunya akan membanggakan keluarga yang telah membesarkan nya itu.


"aku akan pergi,dan aku tak akan mengecewakan mereka." ucap Robby pelan. Sembari memandang pemandangan puncak dari balkon.


"maafkan aku kak Raihan.Kali ini aku akan tunjukkan,kalau aku tidak akan lagi mengecewakan harapan mu. Untuk menjadi seorang Robby Anggoro yang sukses dan berkharisma sepertimu. " itulah monolog Robby.


Nenek Rania menemui Robby di balkon. Dan berkata,,,


"mari kita pulang dan temui kakakmu. Dia pasti sangat merindukanmu. " ucap nenek Rania sembari tersenyum.


Robby yang mendengar nya pun langsung menganggukkan kepalanya dan pergi mengikuti nenek Rania dari belakang.


"nanti Sam yang akan menemani kamu. Kamu tidak keberatan kan...? " tanya nenek Rania.


"ya nek. " jawab Robby tanpa alasan.


"kamu kenapa Rob...?kamu marah ya sama nenek,karena tidak menemani kamu untuk menjenguk kakakmu Robby...? " ucap nenek Rania kepada Robby yang tengah ngelamun itu.


"Rob,Robby...? " ujar nenek Rania karena tidak mendapatkan respon dari Robby.


"eh... i... iya nek,ada apa...? " tanya balik Robby dengan raut wajah bingung nya.


Nenek Rania hanya menatapnya dengan tersenyum lembut ke arah Robby.


"tidak apa...yuk kita berangkat...!? " ajak nenek Rania yang akhirnya tidak jadi pergi. Dan memutuskan untuk menemani Robby untuk menemui Raihan.

__ADS_1


Di tempat lain.


"sayang bagaimana... enak gak masakanku...?" tanya Mala kepada Raihan, yang tengah mencicipi masakannya.


Nampak raut wajah Raihan yang kelihatan tidak menyukai masakan itu. Namun,,,


"hm... enak sayang,ini benar-benar lezat. " jawab Raihan dan memakan nya dengan lahap. Walaupun sebenarnya masakan itu tidak enak sama sekali, dan cenderung asin. Namun Raihan tetap memuji masakan dari kekasih nya itu, dan memakannya dengan lahap.


"duh gimana ini,masakan ini benar-benar asin.Namun jika aku tidak memakannya kasihan juga si Mala. Karena bagaimana pun dia sudah berusaha,walaupun kenyataan nya bisa membuatku tensi tinggi. " batin Raihan dengan sesekali tersenyum lembut ke arah Mala yang sedang duduk dihadapan nya, sembari memandangnya menghabiskan masakan nya.


"sayang,habis ini kita jalan-jalan yuk ke taman depan. Kelihatan nya pagi ini terlihat cerah,bagus buat kamu yang masih dalam proses pemulihan. " ucap Mala manja, sembari tersenyum lembut.


Raihan hanya tersenyum lembut menatap Mala dan menganggukkan kepalanya, tanda setuju.


Mungkin kalian bertanya-tanya,dengan ucapan Mala barusan. Kenapa bilang dalam masa pemulihan. Ya, tanpa diketahui. Ternyata Raihan memiliki sebuah penyakit yang tidak diketahui nya. Bersamaan dengan penyakit itu Raihan juga kurang tidur dan banyak pikiran, Itulah yang memicu Raihan pingsan. Untung penyakit tersebut segera diketahui,dan segera diberikan penanganan yang tepat. Dan alhamdulillah, akhirnya Raihan sembuh. Walaupun masih kelihatan pucat.


Di sana ada beberapa bunga yang bermekaran indah. Tersusun rapi dengan berbagai warna,dan berbagai jenis bunga yang berbeda-beda. Ada kolam ikan yang di dalam nya ada ikan-ikan yang berwarna warni. Di sebelah nya,juga ada sebuah air mancur yang mengaliri kolam tersebut. Nampak indah,memukau mata yang tidak jenuh untuk melihatnya.


Dan datanglah sebuah mobil yang masuk dari pintu gerbang depan.Setelah dua orang satpam membukakan pintu gerbang untuknya.Mobil itu langsung menerobos masuk ke dalam pekarangan rumah.


Mala melihat ke arah mobil tersebut,begitu pula dengan Raihan. Nampak seorang pria dengan setelah jas berwarna hitam turun dari mobil tersebut. Dan membukakan pintu mobil dibelakang nya, masih mobil yang sama ya ☺.


Dan turunlah seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik walaupun usianya sudah tidak muda lagi. Di susul dengan seorang lelaki tampan dengan pakaian casual nya,yang begitu pantas digunakan nya.


"Robby...!! " seru Mala sembari mengernyitkan keningnya.


Raihan menoleh dan mendongak ke atas menatap Mala.


"kamu sudah mengenalnya...? dia adik kecilku Robby,adikku tercinta. " jawab Raihan sembari tersenyum.

__ADS_1


Mala yang mendengarnya pun menatap Raihan dengan bingung." Apa maksudnya,adik...? siapa adiknya...? apa... apa maksud dia,Robby...? Robby adik Raihan...?? "pikir Mala dengan berbagai pertanyaan yang memenuhi kepala nya.


" ayo kita kesana...? mereka tidak tahu kalau kita disini. "ucap Raihan dengan tersenyum lembut ke arah Mala.


" a... ayo...! "jawab Mala gagap.


Mereka pun menemui Robby dan nenek Rania,yang kini tengah menunggu mereka diruang tengah.


" Mala cucuku...! "seru nenek Rania sembari merentangkan kedua tangan nya dan berharap Mala akan datang ke arahnya dan memeluk nya. Namun kenyataan nya Mala malah terdiam menatap tajam ke arah Robby. Robby yang mendapat tatapan tajam dari Mala pun langsung menciut. Karena dirinya tahu kalau saat ini Mala memintanya untuk menjelaskan sesuatu. Namun Robby berusaha untuk tidak menanggapinya,biarlah nanti dia jelaskan setelah ini, pikir Robby dalam hati.


" Mala... "ucap Raihan sembari menyenggol lengan Mala.


Mala pun menatap kearah Raihan,dan melihat dirinya mendapat isyarat dari mata Raihan. Dengan segera Mala langsung membaur ke arah nenek Rania. Yang sudah sedari tadi menunggu nya untuk dipeluk Mala.


" nenek...! "seru Mala.


" sayang, kamu kenapa kok ngelamun...? "tanya nenek Rania ke Mala.


" eh tidak nek,tidak ada apa-apa. "jawab Mala sembari tersenyum lembut ke arah nenek Rania.


" kak Raihan,apa kabar...?! "ucap Robby mencairkan kecanggungan nya.


" dasar adik durhaka,kenapa baru pulang, hah...?! "jawab Raihan yang berpura-pura marah.


" duh gimana ini, aku harus mencari alasan apa...?"ucap Robby dalam hati.


"kok ngelamun...?? " tanya Raihan.


"kak, Robby mau mengatakan sesuatu ke kak Raihan. Tapi sebelum nya Robby minta maaf kalau,,,,..... "

__ADS_1


__ADS_2