
Robby terbangun dari tidurnya.Dan mendapati kalau dirinya tidak berada di kamar milik nya sendiri. Robby mengedarkan pandangannya,dirinya pun berusaha untuk mengingat-ingat kembali kejadian malam tadi. Saat dirinya pergi ke salah satu bar yang cukup terkenal di ibukota Jakarta, tempat yang biasa dirinya kunjungi waktu dulu.
"aahhrg... aku tidak mengingat apapun." ucap nya sembari mengacak-acak rambutnya sendiri.
"dimana ini...?ini bukan lah seperti hotel atau sebangsa nya. Ya aku yakin,ini bukan hotel. " guman Robby.
Robby pun bangun dari tempat tidur,dan bergegas untuk masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya yang gerah. Yang kebetulan kamar mandi itu berada di dalam kamar.
Setelah kurang lebih lima belas menitan Robby pun selesai. Robby pun langsung membuka pintu kamar tersebut.Robby mengedarkan kembali pandangannya,karena tidak orang disana. Robby pun menuruni anak tangga untuk mencari seseorang. Namun usaha Robby pun sia-sia,tidak ada satu orang pun yang berada di rumah tersebut selain dirinya.
Robby pun membuka pintu rumah utama,namun kali ini pintu tidak dapat terbuka. Karena seperti nya terkunci dari luar.
"sial,siapa yang berani melakukan ini kepadaku...! " ucap nya kesal.
"sebenarnya rumah siapa ini...?dan kenapa aku bisa berada disini...! " geramnya.
Robby pun kembali naik ke kamar atas untuk mencari telepon genggam miliknya.
"dimana handphone ku,kenapa tidak ada juga. " lagi dan lagi Robby pun menggerutu kesal.
Robby pun kebingungan dan berusaha mencari jalan keluar untuk keluar dari rumah itu.Robby membuka korden jendela dan menatap luar jendela.
"tempat ini seperti berada di pergunungan.Tapi dimana ini. " lagi-lagi Robby frustasi dibuatnya.
Dirinya pun kembali turun ke bawah,dan melihat kalau diatas meja makan sudah terhidang berbagai jenis makanan. Dan kebetulan semua makanan tersebut adalah makanan kesukaan Robby.
Robby hendak memakannya,namun takut jika makanan tersebut diberi racun. Oleh seseorang yang telah menculiknya, itulah pemikiran Robby saat ini. Walaupun kini perutnya tengah berdemo untuk meminta makanan.
__ADS_1
"kelihatan nya enak,tapi aku takut untuk memakannya.Aduuh... perutku...! " ucap Robby sembari memegangi perut laparnya.
Tiba-tiba terdengar suara...
"kenapa hanya dilihat saja...? kenapa tidak memakannya...?" tanya sumber suara itu yang berhasil mengagetkan nya.
Mata Robby pun langsung mencari sumber suara tersebut,dan dirinya tersenyum. Karena melihat orang tersebut. Robby pun segera memeluk wanita paruh baya yang mengejutkan nya tadi.
"nenek...!! " serunya.
Ya,wanita itu adalah nenek Rania.Wanita paruh baya yang selama ini membesarkan nya.
"nenek... Robby kangen nenek..." ucap Robby sembari tersenyum.
"bohong... " jawab nenek Rania sembari melepaskan pelukan dari Robby. Tidak lupa beliau juga memasang wajah cemberut nya, pura-pura marah.
"sudah sana,jangan dekat-dekat dengan nenek. Kamu kan sudah tidak sayang lagi sama nenek. " ucap nenek Rania ketus.
"siapa bilang Robby tidak sayang dengan nenek.Robby sayang kok sama nenek,malah sayang banget." jawab Robby sembari membujuk nenek Rania yang saat ini pura-pura merajuk.
"bohong...! " jawab nenek Rania.
"buktinya apa coba kalau kamu sayang nenek...?berbohong...?? bilang nya di London,ternyata di Jakarta. Dan lagi tidak pernah menjenguk nenek atau pun kakakmu. Dan semua itu demi seorang gadis...?! " ucap nenek Rania datar.
"dari mana nenek tahu semua itu... " ucap Robby dalam hati.
"kok diam...?!bingung ya...? dari mana nenek bisa tahu soal kebohonganmu itu...! " ucap nenek Rania dengan menyelidik.
__ADS_1
"Rob... Robby gak paham,apa yang nenek ucapan kan...? " jawab Robby beralasan.
"ini dengarkan lah...! " kata nenek Rania sembari menaruh handphone yang dibawanya di atas meja.
Robby pun mengambil handphone tersebut. Yang ternyata terlihat sebuah video yang belum diputar. Robby pun menatap nenek Rania dengan bingung.
"apa ini nek...? " tanyanya.
"buka lah...! " perintah nenek Rania kepada Robby.
Robby pun membuka video tersebut. Dan betapa terkejutnya Robby,saat melihat itu adalah dirinya. Ya,video tersebut menayangkan kalau dirinya tengah berada di bar. Dan semua kejadian yang dirinya alami saat itu,semua terekam jelas dan tidak ada satu pun yang terlewatkan.
"kamu benar Robby,kamu salah.Mala adalah kekasih kakakmu Raihan. Dan dia adalah gadis yang sudah nenek jodohkan dengan kakakmu sejak kakakmu belum lahir. Dialah gadis yang selalu nenek ceritakan kepada mu saat itu, dialah Mala. Nurmala Kusuma... cucu dari Sukma Kusuma,teman nenek. Namun semua itu tidak kakakmu ketahui. Karena sebenarnya kakakmu menentang keras perjodohan ini. Namun jodoh tak akan kemana,karena secara tidak langsung mereka dipertemukan oleh sang Pencipta. Nenek tahu Robby,apa yang kamu rasakan saat ini. Namun nenek mohon kepadamu,tolong ikhlaskan Mala. Biarkan nenek menepati janji nenek, dan biarkan kakakmu bahagia dengannya. Karena kepergian Mala,kakakmu sampai seperti ini. " ucap nenek Rania kepada Robby panjang kali lebar.
Nenek Rania pun berdiri, dan tiba-tiba saja nenek Rania berlutut di depan Robby.
"nenek mohon Robby,nenek memintamu untuk mengikhlaskan Mala. " mohon nenek Rania kepada Robby.
"nenek...! apa yang nenek Rania lakukan...! " ucap Robby sembari memapah nenek Rania untuk duduk.
"nenek jangan pernah lakukan ini lagi,dan... dan nenek tak perlu memohon kepada Robby nek. Karena tanpa nenek memohon pun Robby ada mengikhlaskan Mala untuk kak Raihan. Robby janji nek,Robby tidak akan pernah mengganggu hubungan mereka. " jawab Robby.
"maafkan nenek, Robby. Maafkan nenek...! hiks... hiks... hiks... " ucap nenek Rania sembari menangis.
Robby yang melihat nya pun malah ikut menangis.
"hiks... nenek,nenek tidak salah." jawab Robby.
__ADS_1
Robby dan nenek Rania pun akhirnya saling berpelukan dan berbincang-bincang dengan Robby. Sembari menikmati hidangan yang tersedia dimeja.