Ternyata Dia Jodohku

Ternyata Dia Jodohku
RAIHAN VS HASLAN


__ADS_3

Amar membuka pintu apartemen yang sudah dirinya sewa untuk satu bulan ke depan ini. Kemudian dirinya masuk ke dalam untuk mengecek keadaan apartemen.Setelah dirinya merasa aman terkendali dan puas akan hasil orang suruhan nya, Amar pun baru mempersilahkan Haslan masuk ke dalam.


"silahkan masuk encik boss. " ucap Amar sembari tersenyum seramah mungkin.


Haslan pun masuk,dan mengedarkan pandangannya ke segala arah.


"bagus dan tidak buruk. " kata Haslan.


"dimana kamarku. " ucapnya kemudian.


Amar yang mendengarnya pun segera menunjukkan nya.


"sebelah sini encik boss. " ucap Amar sembari menunjuk salah satu kamar.


Haslan yang melihat nya,langsung menuju kamar tersebut.Dirinya membuka pintu kamar dan segera masuk ke dalam kamar tersebut.


Belum lama Haslan menutup pintu kamar nya. Terdengar ketukan pintu dari luar kamarnya, siapa lagi pelakunya kalau bukan si Amar.


tok... tok... tokk.... bunyi ketukan pintu.


Dengan malas Haslan membuka pintu kamar nya. Dirinya menongolkan kepala nya dari balik pintu.


"ada apa...? " ucapnya datar.


Amar pun tersenyum,dengan memamerkan deretan giginya yang terpasang pagar warna pink.


Lagi-lagi,Haslan yang melihat nya bergidik ngeri.


"bisakah awak tidak tunjukkan gigi awak di depan saye...! saye ngeri lah...!!? " ucap Haslan datar.


Sedangkan Amar yang mendengar ucapan dari Haslan. Dengan segera merapatkan mulutnya.


"koper awak encik boss, tertinggal. " jawab Amar sembari menutup mulutnya dengan satu telapak tangannya.


"hm." ucap Haslan.


Amar pun langsung menyerahkan koper Haslan,yang langsung diterima oleh Haslan. Setelah nya Haslan pun menutup kembali pintu kamar nya dan tidak lupa untuk mengunci pintu.


Sedangkan Amar masuk ke dalam kamar nya sendiri.


Haslan berniat untuk membersihkan dirinya dulu sebelum dia memulai niatnya untuk bertemu dengan Mala.Malam ini juga,Haslan ingin menemui Mala.


Kurang lebih dua puluh menitan Haslan keluar dari kamarnya. Dirinya sudah terlihat rapi dan tampan. Dilihatnya Amar sudah berada di ruang televisi.Haslan pun menghampiri Amar.


"Amar.Awak kat rumah saje. Saye nak keluar sebentar. " ucap Haslan.


"encik boss tak nak Amar ikut ke...? " tawar Amar kepada Haslan.

__ADS_1


"awak pasti lelah,istirahat lah...! " perintah Haslan kepada Amar.


"encik boss tak lelah ke...? " tanya Amar.


"aha... saye tahu. Pasti encik boss nak ketemu dengan Mala ye...? " ucap Amar kemudian.


Haslan hanya tersenyum,dan segera pergi.


Di tempat lain.


Raihan mengantarkan Mala pulang ke rumah Mala sendiri. Sebenarnya Raihan tidak ingin pisah dengan Mala. Dirinya masih ingin berduaan dengan Mala. Namun sayangnya,sedari tadi Mala merengek minta pulang. Karena takut kesiangan keesokan harinya. Pasalnya esok pagi sekali Mala harus sudah sampai di kampusnya,untuk menyiapkan beberapa tugas-tugasnya yang tertinggal.


"jadi,kamu gak mau nyuruh aku masuk rumah...? " ucap Raihan dengan lesu.


Mala menggelengkan kepala nya.


"beneran...! " rengek Raihan.


"beneran...! " jawab Mala singkat dengan tersenyum.


"aku temanin ya...?! " tawar Raihan.


Lagi-lagi Mala menggelengkan kepala nya.


Raihan menatap Mala dengan dalam. Seakan dirinya tidak ingin jauh-jauh dari Mala lagi. Dirinya takut jika Mala akan pergi lagi. Dirinya takut jika Mala akan mengalami penculikan lagi,seperti dengan apa yang terjadi sebelumnya.


"baiklah kalau begitu keinginan kamu. Tapi boleh gak kalau aku minta sesuatu dari kamu...?" jawab Raihan memohon.


"apa itu sayang...? " tanya Mala penasaran.


"kiss." jawab singkat Raihan sembari tersenyum nakal.


Mala yang mendengarnya tersipu malu, wajah nya memerah seperti kepiting rebus. Dengan perlahan Mala pun hendak mencium pipi Raihan. Namun sebelum bibir nya menyentuh pipi Raihan, ada seseorang yang memanggil namanya.


"Mala...! " seru seorang lelaki tampan dengan menggaruk kepala nya yang tidak gatal.


Mala dan Raihan pun menatap ke arah sumber suara tersebut.


"Haslan...! " seru Mala tak kalah kaget. Dengan rasa malu,secara perlahan Mala memundurkan dirinya dari Raihan.


Raihan yang melihat sikap Mala pun berkata.


"sayang.Apa kamu mengenal lelaki itu...? " tanya Raihan kepada Mala.


Mala pun menganggukkan kepala nya, dan berkata.


"sayang.Kenalkan dia Haslan, temanku. " jawab Mala sembari tersenyum. Mengenalkan Haslan kepada Raihan.

__ADS_1


Raihan pun menyambut Haslan dengan ramah, walaupun sikap nya berkata lain.


"Raihan,kekasih Mala. " ucap Raihan.


Haslan pun sedemikian rupa.


"Haslan, teman dekat Mala. " ucap Haslan sembari tersenyum menyeringai.


"kekasih...? apa maksud nya...?apa lelaki itu benar kekasih Mala...? ucap Haslan dalam hati.


"Haslan,kenapa tidak memberi kabar terlebih dahulu jika mau ke Indonesia...? " tanya Mala sembari tersenyum.


"aku ada perjalanan bisnis mendadak di sini. " jawab Haslan dengan tersenyum lembut menatap Mala.


"o begitu ya. Mari masuk...! " ajak Mala untuk masuk ke dalam rumah nya.


Haslan pun berjalan dan masuk ke dalam rumah Mala. Tak hanya Haslan,Raihan pun ikut masuk ke dalam rumah Mala.


Mala hanya melirik Raihan, sedangkan yang dilirik tidak memperdulikan nya.


Dua lelaki tampan tersebut duduk di sofa ruang tamu. Sedangkan Mala menuju dapur untuk membuatkan mereka berdua minuman.


Haslan menatap Raihan dengan tidak suka. Karena telah mencuri hati Mala. Sedangkan Raihan hanya hanya terdiam sembari memainkan telepon genggam milik nya.


"anda teman masa kecil Mala.Pastinya anda tahu masa kecil Mala.Boleh ceritakan masa kecil Mala seperti apa...? " tanya Raihan yang basa basi.


"dia gadis yang baik dan periang. " jawab Haslan datar.


"dia memang teman masa kecil Mala. Namun nampaknya dia tidak menganggap Mala sebagai temannya. Melainkan ada perasaan lain di hatinya, mengingat sikap nya yang begitu menyebalkan menatap ku. " batin Raihan.


"selain itu...? " tanya Raihan kemudian kepada Haslan.


"apa maksud anda...? " tanya balik Haslan dengan menaikan sebelah alisnya.


"ck... saya tahu,anda dan Mala adalah teman. Bahkan itulah pemikiran Mala terhadap anda. Akan tetapi,saya menangkap sesuatu dari sikap anda. Sikap anda mengatakan kalau anda bukan sekedar teman. Apakah anda menyukai Mala...? " ucap Raihan dengan penuh menekankan setiap dari ucapan nya.


Sedangkan Haslan menjawabnya dengan setenang mungkin.


"jika saya menyukai Mala. Apakah anda akan mengundurkan diri, untuk melepas nya...? " jawab Haslan.


"anda...! " seru Raihan geram.


"saya tidak akan pernah melepaskan atau mengundurkan diri dari Mala. Bahkan saya sudah sedari kecil dijodohkan oleh Mala.Dan saya akan menjaganya sampai akhir hayat saya. Jadi saya tekankan kepada anda, jangan pernah coba-coba untuk merebut Mala dari saya.! " ucap Raihan memperingatkan Haslan.


"ck... hahaha... anda terlalu bermimpi tuan Raihan. " ejek Haslan dengan tersenyum menyeringai.


Raihan yang ingin menjawab ucapan Haslan pun terdiam karena melihat Mala datang membawa nampan yang berisi dua cangkir kopi dan beberapa camilan.

__ADS_1


"maaf lama, tadi ada urusan yang tidak bisa diganggu. " jawab Mala sembari tersenyum.


__ADS_2