Ternyata Dia Jodohku

Ternyata Dia Jodohku
Episode 75


__ADS_3

Haslan akhirnya mengajak Mala pulang. Karena dirasa hari sudah mulai gelap atau malam. Setelah mengantarkan Mala pulang,barulah Haslan kembali ke apartemennya.


cekleek... bunyi suara pintu dibuka.


Haslan pun masuk ke dalam apartemen nya. Tanpa membuang waktu,Haslan pun segera masuk menuju ke dalam kamar tidurnya. Dirinya merebahkan tubuhnya ditempat tidur milik nya. Sembari mengambil benda pipih yang berbentuk persegi di saku celana yang dirinya kenakan.


Haslan membuka galeri fotonya,disana dirinya mengamati satu foto yang selalu dirinya pandangi sebelum menjelang akan tidur.


"kamu memang cantik, begitu pula dengan hatimu. Kamu sosok wanita yang sempurna untukku. Aku berjanji,aku akan merebut hatimu. Entah dengan cara apapun itu...! Maafkan aku karena aku tidak bisa menepati janjiku kepadamu, Mala. " ucap Haslan kepada dirinya sendiri.


Keesokan paginya di kantor Raihan.


"aku harus bagaimana ini...? bagaimana caranya agar tuan Raihan bisa terpikat denganku. Karena terlihat jika dia tidak begitu gila dengan wanita. Dia tipe pria yang setia kepada pasangannya. Oh...sungguh beruntungnya gadis itu. " batin Siska.


"semua ini demi Lukas,demi dia aku melakukan ini. Ini adalah pengorbanan aku untuk mendapatkan hati Lukas sepenuhnya. Karena dengan cara ini lah kak Girhan akan membantuku. " ucap Siska dalam hati.


Tiba-tiba tanpa di duga oleh Siska.


"hayoo....!? pagi-pagi udah ngelamunin mas Daffa ya...?? " ledek Daffa yang baru sampai di kantor.


Siska pun tersenyum. "Mas Daffa kok bisa tahu ya, kalau saat ini Siska memang sedang ngelamunin mas Daffa. " celetuk Siska.


"wah...!!aku hebat ya ternyata. Pagi-pagi sudah membuat seorang gadis secantik kamu terusik. " jawab Daffa dengan tingkat kepedean nya yang tinggi.

__ADS_1


Siska pun kembali tersenyum. "pede banget sih orang ini. " pikir Siska.


"Mas Daffa gak ngusik Siska kok... "balas Siska sembari tersenyum renyah yang dipaksakan.


"Ya, mungkin mas Daffa .Secara gak langsung gak ngusik dedek Siska. Tapi nama mas Daffa lah yang mengusik pikiran dan hati dedek Siska. " gombal si Daffa.


Karyawan yang lain sudah tidak heran dengan ulah si Daffa. Ya,karena begitu lah Daffa. Tingkah sehari-harinya yang selalu pandai menggombali setiap karyawan wanita baru.


"mas Daffa bisa saja. " jawab Siska.


"dasar si Daffa suka modus. " sahut salah satu karyawan wanita yang dulu pernah digombalin oleh si Daffa.


"sirik aja loo...!? " jawab si Daffa.


"ngomong apa sihh...!gak jelas deh..! " kata wanita tersebut.


"iri...? bilang boss...! " jawab Daffa sembari tersenyum dengan devil's.


Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi. Mereka pun memulai pekerjaan mereka masing-masing.


Pukul delapan lima menit Raihan pun baru datang, diikuti oleh asisten Sam yang selalu setia mengekor dibelakang Raihan.


Raihan dan Sam pun kini sudah berada diruang kerja Raihan.

__ADS_1


"Sam...? aku mau kamu selesaikan proyek yang ada di pulau B secepatnya. Proyek itu sudah lama tertunda. " ucap Raihan datar.


"baik tuan. " jawab Sam singkat.


"suruh saja si Daffa kesana...!Pasti anak itu akan suka. " ucap Raihan lagi.


"baik tuan. " jawab Sam.


"Sam, panggilkan si Daffa. Biar aku sendiri saja yang menyuruh nya kesana. Aku yakin dia pasti akan menolak jika kamu yang menyuruhnya. " ujar Raihan.


"baik tuan. " jawab Sam.


Sam pun keluar dari ruangan Raihan untuk memanggil Daffa.


"tuan Daffa, anda dipanggil oleh tuan Raihan. " kata Sam dengan datar.


"kan bisa tinggal telepon. Tak perlu juga kamu kesini,bikin cuaca hatiku gak mood saja. " sarkas Daffa sembari menatap tajam ke arah si Sam.


"gak si Raihan, gak asisten nya sama saja. Mereka membuat orang yang berada disekitar nya tidak nyaman. Wajah datar dan aura dingin yang diciptakan oleh dua mahkluk itu benar-benar membuatku tidak nyaman sama sekali. " gerutu Daffa pelan, namun masih bisa didengar oleh Sam.


"maaf tuan Daffa, apakah anda mengatakan sesuatu...?? " tanya Sam kepada si Daffa.


"ayoo cepat...! kita sudah ditunggu tuan Raihan. " jawab Daffa beralasan karena tidak mau kalau si Sam membahas ucapan nya barusan.

__ADS_1


__ADS_2