
Haslan akhirnya bertanya kepada Mala,tentang sesuatu hal yang mengganjal di pikirannya.
"Mala,aku mau bertanya sesuatu sama kamu...!? " ucap Haslan.
"hm... tanya apa Lan...? " tanya balik Mala kepada Haslan.
"aku rasa ada sesuatu yang kamu sembunyikan dari aku,kalau boleh tahu apa itu...? " ucap Haslan penasaran.
"menyembunyikan sesuatu...?maksud kamu menyembunyikan apa ya...? aku gak ngerti deh. " jawab Mala.
"sebenarnya apa yang terjadi sama kamu La. " ucap Haslan.
"aku... aku baik-baik saja,seperti yang kamu lihat saat ini. " ucap Mala sembari menunjuk kepada dirinya sendiri,tidak lupa dirinya tersenyum ramah kepada Haslan.
"lihat dirinya,berpura-pura kuat.Walaupun aslinya rapuh. " batin Haslan.
"iya aku tahu itu,tapi aku kira semua tak seperti apa yang terlihat. " jawab Haslan.
"a...aku... iya benar aku tidak... " ucap Mala mengelak.
"tidak apa La...? " ujar Haslan.
"bisakah kita melupakan semua ini,aku tidak mau membahasnya lagi. Dan sebab itu lah aku datang kesini. " ujar Mala.
"lari dari kenyataan tak akan bisa menyelesaikan masalah Mala.Apapun itu,jangan pernah menghindar dari masalah. " kata Haslan dan berlalu pergi dari kamar Mala.
"benar apa katamu,tapi aku masih ingin menyendiri. Namun pada kenyataannya,aku tidak tega membiarkan nya sendiri. Apalagi,saat ini dirinya tengah sakit. "guman Mala pelan.
__ADS_1
" cepat lah berkemas,pesawat mu terbang dua jam lagi. "ucap Haslan mengingatkan Mala,sembari berjalan dan sedikit berteriak.
" ya. "jawab Mala.
" heran aja sama tu orang,gak biasanya dia bawel kayak gitu. "gerutu Mala pelan.
Satu setengah jam kemudian,sampailah Mala dan Haslan di bandara internasional Kuala Lumpur Malaysia.
Masih ada waktu tiga puluh menit lagi pesawat akan berangkat. Dan waktu itu pun digunakan oleh Mala dan Haslan untuk mengunjungi sebuah cafe. Mala memesan minuman dan beberapa camilan ringan,begitu pula dengan Haslan. Setelah selesai mereka pun menunggu di tempat tunggu.Tanpa mereka sadari sedari tadi mereka di perhatikan oleh sepasang mata.
" kak Raihan sakit,dan Mala pun pulang...? ada hubungan apa diantara mereka sebenarnya. ?ah... semoga hanya kebetulan saja. "batin Robby.
Ya,saat ini Robby akan pulang ke Indonesia. Dirinya mendapat kabar kalau kakak satu-satunya sedang sakit. Robby yang mendapat kabar tersebut pun segera pulang ke Indonesia. Dan pada saat dirinya duduk di ruang tunggu. Tanpa sengaja dirinya melihat Mala, yang kebetulan pada hari itu pula dirinya pulang ke Indonesia.Padahal mereka tidak janjian.
" kamu hati-hati ya,jangan lupa hubungi aku setelah sampai di Indonesia. "ucap Haslan.
" iya, pastilah. Aku akan menghubungi kamu setelah sampai sana. Kamu juga, jangan lupa makan.Aku sering lihat kalau pula makanmu tidak teratur. "jawab Mala.
" kan mulai,kambuh nih jadi emak-emaknya. Hehe... "kata Haslan sembari tersenyum renyah.
" di bilangin malah ngeledek...! Dah ah,aku kesana dulu ya. Bye Haslan... "pamit Mala.
Haslan pun mau tak mau melepas kepergian Mala. Ada rasa sesuatu yang hilang tiba-tiba, saat melihat Mala melambaikan tangannya ke arah Haslan.
" entah ini perasaan apa,tapi kenapa rasanya berat melihat dia pergi.Apakah aku...,,, "belum sempat Haslan menyelesaikan ucapan nya, tiba-tiba...
__ADS_1
bruuuk.... " jangan halangi jalan dong...!! "ucap seorang pria dengan menutupi wajahnya dengan masker, kaca mata dan topi yang hampir menutupi wajahnya.
Haslan hanya bisa menggelengkan kepala nya.
" ada-ada saja. Situ yang nabrak,situ juga yang marah. Orang aneh,,,, "gerutu Haslan.
Yang mana dapat di dengar oleh sang penabrak yang tidak lain adalah Robby. Robby pun tersenyum,karena dirinya dapat lolos dari pandangan Haslan, bahkan Haslan tidak mengenalinya.
Sampai di dalam pesawat,Robby pun mencari keberadaan Mala. Namun sayangnya,tempat duduk di sebelah Mala sudah ada orang yang menduduki nya. Dengan cerdik,Robby menghampiri orang tersebut.
" permisi nyonya,maaf kalau boleh saya mau tukar tempat duduk disini dengan yang disana. "ucap Robby memohon kepada wanita paruh baya yang duduk disamping Mala.Sembari dirinya menunjukkan kursi yang seharusnya dia duduki.
Wanita paruh baya tersebut pun tersenyum dan berkata.
" boleh,silakan."jawabnya tanpa protes.
Robby pun merasa senang,karena dengan mudah dirinya bisa membujuk wanita paruh baya tersebut. Dan bisa duduk di sebelah Mala. Mala pun heran menatapnya,karena dirinya tidak tahu kalau itu Robby sahabat nya.
Sebelum duduk di kursi dekat Mala. Robby pun menoleh ke arah sang wanita paruh baya tersebut. Dan ternyata wanita tersebut adalah istri dari lelaki paruh baya yang duduk disebelah Robby sebelumnya, pantas saja dia tidak protes.
Robby pun tersenyum saat wanita paruh baya tersebut tak sengaja memandangnya.
Mala pun tak memperdulikan nya. Dirinya pun tertidur karena kelelahan.
Robby pun yang melihat nya hanya mendengus kesal.
"ternyata perjuanganku sia-sia, dia malah tidur. "ucap nya sembari cemberut.
__ADS_1