Ternyata Dia Jodohku

Ternyata Dia Jodohku
MAAF


__ADS_3

Kurang lebih menempuh perjalanan dua jam. Sampai lah pesawat yang di tumpangi oleh Robby dan Mala mendarat di bandara Soekarno Hatta. Mala pun terbangun, dirinya lalu merenggangkan otot-otot kaki nya sembari menguap.Mala melihat para penumpang mulai sibuk membereskan bawaan mereka,dan bersiap-siap untuk turun.Bahkan sudah ada diantara mereka yang hendak turun. Mala melihat lelaki di sebelah nya yang mana masih terlelap tertidur.Dirinya akhirnya berinisiatif untuk membangunkan pria di sebelah nya itu, karena menghalangi jalan nya untuk keluar.


"permisi,permisi tuan...!? " ucap Mala ragu.


Pria tersebut hanya mengeliat dan melanjutkan kembali tidurnya.


"ih orang ini,bisa-bisanya dia tidur sepulas itu." pikir Mala.


Mala pun hendak membangunkan lagi pria tersebut,yang mana Mala belum mengetahui bahwa pria tersebut adalah Robby teman dekat nya.


"tuan,tuan...ih orang ini...! " kesal Mala.


Mala mempunyai ide untuk membangunkan nya dengan cara kasar. Dirinya sudah tidak ada waktu lagi untuk meladeni pria yang duduk disampingnya itu.


"permisi tuan...! bisakah anda menyingkirkan kaki ini...! " ucap Mala sembari gemas karena menahan kesal.


Pria tersebut pun mengeliat dan menatap Mala.


"aduh beb,bisa gak sih bangunin nya dengan cara yang halus, di cium atau dibelai-belai gitu. Ini malah, kayak preman pasar. " ucap Robby tanpa dosa karena sudah membuat Mala kesal.


"apa beb...?enak saja asal panggil beb...!" jawab Mala kesal.


"saya mau lewat tuan,tolong jangan halangi jalan saya...! " ucap Mala lagi dengan menekankan setiap ucapan nya.


"ah... kamu gak asyik deh beb... " kata Robby.


"a... anda...! " ucap Mala gagap karena Robby telah menarik tangannya untuk duduk.


"sudah diam jangan protes,nanti aku cium lho... " kata Robby yang berhasil membuat kedua mata Mala membulat dan bibir membentuk huruf O.


Setelah berhasil membuat Mala duduk. Robby pun berdiri dari tempat duduk nya,dan mengambil tas ransel yang ditaruh nya di atas tempat duduk nya. itu. Setelah nya Robby pun menarik lengan Mala yang mana membuat Mala terkejut karena secara tiba-tiba,lengannya ditarik oleh Robby.


"eh anda,jangan seenak jidatnya dong tarik-tarik lengan orang. Memang nya siapa anda...??! " kata Mala dengan sedikit nada berteriak.


Robby pun berhenti dan berbalik menghadap Mala, dirinya pun melepas masker yang dirinya pakai. Mala pun terkejut dibuatnya,dan tanpa sadar berteriak kencang.


"Robbyyy....!! " teriak nya. Dan langsung saja mengejar si Robby yang berhasil membuat nya kesal.


Robby pun berlarian kecil dan berteriak minta ampun kepada Mala, agar Mala berhenti untuk mengejarnya. Namun hal itu tidak diperdulikan oleh Mala, Mala pun trus saja mengejarnya. Dan datang lah beberapa awak pesawat dan berkata.


"maaf tuan dan nona,pesawat akan kami bersihkan. Bisakah tuan dan nona untuk keluar. " ucap salah satu diantara awak pesawat tersebut.


"oh, maaf. "jawab Mala.


Robby pun mendekati Mala dan dirinya pun berkata.


" maaf tuan-tuan.Bukan maksud kami ingin berlama-lama disini,tapi ini karena keinginan buah hati kami. "ucap Robby sembari mengelus perut Mala yang rata.

__ADS_1


Mala pun kaget atas ucapan dan tindakan yang Robby perbuat, dengan segera dirinya pun berhasil meredam amarahnya dan berkata.


" benar tuan-tuan atas apa yang di ucapan oleh suami saya. "ucap Mala sembari mengulas senyum dan tidak lupa Mala menginjak kaki Robby. Yang mana membuat Robby kesakitan akibat ulah Mala.


Mereka pun berjalan dan menuruni tangga pesawat yang mana menunggu mereka turun,karena tinggal mereka lah penumpang yang belum turun.


Para awak pesawat pun menggelengkan kepala mereka.


" anak muda jaman sekarang ada-ada saja. "ucap salah satu awak pesawat.


" ah, kamu kayak gak pernah gitu saja. "celoteh awak pesawat lain.


Mereka pun mengerjakan tugas mereka masing-masing.


" kamu naik taksi atau dijemput...? "tanya Robby menanyai Mala.


" aku...? "jawab Mala sembari menuding dirinya sendiri.


" ya, siapa lagi...masak iya, aku nanya mbak-mbak itu...! "ucap Robby asal.Sembari menunjukkan jarinya ke arah segerombolan mbak-mbak yang melewati mereka berdua.


Mala pun tersenyum dan melihat wajah Robby yang kesal oleh nya, dirinya pun berkata,


" ya siapa tahu... "jawab Mala enteng.


" gadis ini ya,... "gerutu Robby dan berjalan mendahului Mala dengan menabrak bahu Mala. Yang hampir membuat Mala hampir terjatuh.Untung lah dirinya bisa menjaga keseimbangan nya,jadi tidak terjatuh.


" maaf saya tidak lihat... "jawab Robby setelah dirinya menghentikan langkah kakinya dan menoleh ke arah Mala.


" kau...!! "ucap Mala.


" ayo cepatlah, jangan membuang waktu. Hampir gelap ini...!"kata Robby dan berlalu pergi.


"dasar orang aneh... " sungut Mala yang mana bila digambarkan akan keluar dua tanduk dari atas kepala nya.Mala pun menyusul Robby.


Sampailah mereka berdua di luar bandara.


"kamu yakin gak mau bareng aku sekalian. " tawar Robby kepada Mala.


"untuk kali enggak,soalnya aku mau mampir ke suatu tempat dulu. " jawab Mala.


"aku bisa mengantar mu dulu kok... " kata Robby membujuk Mala.


"hehe... makasih atas tawaran nya." ucap Mala sembari tersenyum.


"sudah sana duluan... aku nunggu taksi dulu. " ucap Mala kemudian.


"aku nunggu kamu, sampai kamu masuk ke dalam taksi. " jawab Robby.

__ADS_1


"kasihan kan yang jemput kamu nanti...? " ujar Mala.


"biarin lah,orang dia aku bayar. " jawab Robby tanpa sadar.


"apa tadi...?" tanya Mala penuh menyelidik.


"apa...?aku kan gak ngomong apa-apa. " dalih Robby yang sadar kalau dia tadi keceplosan.


Walaupun Mala dan Robby dekat,namun Mala tidak tahu kalau Robby adalah adik Raihan.Karena selama ini Robby tidak pernah menyebutkan nama kakaknya. Walaupun sering kali dia bercerita tentang kakak kesayangannya.Mala juga tidak pernah tahu, kalau Robby adalah pewaris kedua dari perusahaan besar yang dirinya ketahui pemiliknya adalah Raihan sang kekasih hati.


Selang beberapa menit,datang lah taksi online yang ditunggu Mala. Mala pun berpamitan kepada Robby, dan masuk ke dalam taksi online tersebut. Robby pun melakukan hal yang sama seperti Mala. Dirinya masuk ke dalam mobil jemputan nya.


Mereka pun akhirnya meninggalkan area bandara soekarno-hatta.Menuju ke tujuan mereka masing-masing.


Sampai lah Mala di area rumah sakit yang disebutkan oleh Dea. Dirinya pun langsung turun dari taksi online tersebut, setelah menyelesaikan pembayaran nya.


Mala menatap rumah sakit di depan nya. Dan memantapkan hati dan tekadnya untuk menjenguk Raihan,kekasih yang bermain hati dibelakang nya. Itulah pemikiran Mala saat ini.


Setelah sampai di depan sebuah ruangan VVIP. Mala pun bersiap untuk menata hati dan pikiran nya. Dirinya tidak mau terlihat lemah di depan Raihan yang menghianati nya saat ini,pikir Mala.


Tok... took... toookk... bunyi ketukan pintu kamar VVIP tersebut. Seseorang dari balik pintu pun membukakan pintu untuk Mala.


Nampak sekretaris pribadi Raihan yang menonjolkan kepala nya dari balik pintu.


"nona Mala...! " seru Sam sekretaris pribadi Raihan.


"iya tuan Sam. " jawab Mala.


Sam pun mempersilahkan Mala masuk ke dalam kamar.


"silahkan masuk nona. " ucap Sam.


Mala pun masuk ke dalam ruangan tersebut.Dan dirinya mendapati Raihan yang masih terbaring lemah di tempat tidur.


"sayang... " ucap Mala pelan dan tanpa sengaja meneteskan air mata dari kedua sudut mata nya.


"ada apa dengan kamu...? kenapa kamu selemah ini. Hiks... " isak Mala.


"permisi nona,bisakah kita berbicara di luar sebentar. " kata Sam.


Mala pun mengangguk,dan mengikuti Sam dari belakang yang terlebih dahulu ke luar ruangan.


Setelah sampai di luar ruangan. Sam pun mengatakan perkara kebenaran nya tentang semua yang terjadi. Tak lupa Sam juga menceritakan tentang Yenika yang sengaja merencanakan muslihat jahat nya untuk memisahkan Raihan dan Mala. Setelah mendengar semua penjelasan dari Sam, Mala pun menyesali semua perbuatan nya. Dengan segera dirinya pun berlari masuk ke dalam ruangan Raihan. Dan menangis tersedu-sedu di dekat Raihan. Sembari memegangi tangan Raihan dengan tak henti-hentinya menciumi punggung tangan Raihan.


"maafkan aku sayang,maafkan aku. Sebenarnya aku meminta penjelasan darimu dulu sebelum aku mengambil keputusan. Maaf karena telah membuatmu cemas dan kawatir.Maaf karena aku,kamu menjadi seperti ini. Maafkan aku sayang... hiks... hiks... " kata Mala di dalam isak tangisannya.


Dan tanpa Mala ketahui,ada seorang lelaki yang mengintip nya dari balik pintu. Yang tidak tertutup dengan rapat, sehingga orang tersebut pun bisa mengintip Mala dengan jelas. Lelaki tersebut pun meneteskan butiran-butiran bening dari sudut kedua matanya. Dan pergi begitu saja meninggalkan rumah sakit.

__ADS_1


__ADS_2