
Haslan menarik Mala keluar dari ruangan dokter Nando. Dirinya ingin menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Dan tak hanya itu saja,Haslan juga akan memperkenalkan dokter Nando kepada Mala. Yang tidak lain adalah sepupu sekaligus sahabat dekat nya.
Haslan membawa Mala ke sebuah taman yang masih satu lingkungan dengan rumah sakit.
"duduklah...! " perintah Haslan kepada Mala.
Mala pun menurut,dan duduk di atas sebuah kursi yang terbuat dari anyaman rotan.
Sesekali mata Mala, menatap tajam ke arah Haslan. Seakan ingin menuntut meminta penjelasan dari Haslan.
Setelah melihat Mala duduk,Haslan pun juga ikut duduk di samping Mala.
"jelaskan,apa ini...! " seru Mala ketus.
"iya aku ini mau jelasin. " jawab Haslan.
Mala melihat benda yang melingkar di pergelangan tangannya. Menunjukkan waktu sudah pukul dua tiga puluh pagi.
Mala pun berdiri dan berkata.
"jelaskan besok saja, aku mau pulang...! " ucap Mala ketus.
Sedangkan Haslan yang mendengar nya hanya menganggukkan kepala nya.
"aku antar ya...? " tawar Haslan kepada Mala.
"ini sudah terlalu malam,jalanan juga masih sepi. Biar aku antar, ayoo...!! " ucap Haslan kemudian dan langsung menarik tangan Mala, tanpa permisi.
Mereka menuju ke arah parkiran rumah sakit,untuk mengambil mobil Haslan yang terparkir disana.
Kini mereka telah sampai di area parkiran, Haslan pun mengambil kunci mobil dari saku celananya dan menekan tombol merah.Untuk membuka pintu mobil. Setelahnya, Haslan pun membukakan pintu mobil untuk Mala.
"silakan...! " ucap Haslan membukakan pintu mobil sembari tersenyum lembut kepada Mala.
"terimakasih." jawab Mala yang masih kesal kepada Haslan.
"masih marah. " guman Haslan dalam hati sembari menaikan kedua pundaknya.
__ADS_1
Haslan pun menyusul Mala untuk naik ke dalam mobil.
Haslan menyalakan mesin mobil miliknya, dan melajukan mobil miliknya. Kurang lebih tiga puluh menitan, mereka pun sampai di depan rumah Mala.
Haslan membukakan pintu mobil untuk Mala. Mala pun keluar dari mobil.
"terimakasih, sudah mengantar saya. " kata Mala.
"iya." jawab Haslan sembari tersenyum lembut.
"kamu pulang lah,aku mau masuk ke dalam. " ucap Mala.
"iya, masuklah...! " jawab Haslan.
Dengan malas, Mala segera masuk ke dalam rumah nya. Sesekali dirinya menengok ke belakang, untuk melihat Haslan.
Haslan yang melihat hal itu pun malah tersenyum lembut ke arah Mala.
"aku tahu kamu pasti melihat ku dengan mencuri-curi pandang. Aku yakin,entah bila itu masanya. Awak akan menyukai saye,bukan sebagai teman melainkan sebagai seorang kekasih. " batin Haslan sembari sesekali senyam senyum sendiri.
Mala pun ternyata sudah masuk ke dalam rumah nya, tanpa Haslan sadari. Setelah nya Haslan pun melajukan mobil nya untuk pergi dari rumah Mala dan menuju rumah sakit untuk menemui Nando.
"aku jadi penasaran,mendengar penjelasan dari Haslan besok. Kurang kerjaan saja dia.Bisa-bisa nya berbohong, pake acara bilang sakit lagi.Tapi tunggu,kata si Amar kan Haslan pingsan dan dilarikan ke rumah sakit. Jadi.... " kata-kata Mala pun terjeda. Karena ada orang yang sedang mengetuk pintu rumah nya.
"siapa sih, jam segini bertamu....! " gerutu Mala. Dengan malas,Mala pun berjalan untuk membukakan pintu.
cekleekkk... bunyi suara pintu terbuka.
"selamat pagi sayang...!! " sapa tamu tersebut yang tidak lain adalah Raihan.
Mala pun terkejut.Pasalnya jam baru menunjukkan pukul kosong tiga tiga puluh menit, pagi.
"sayang...! ini kan masih terlalu pagi...! " seru Mala.
"jadi aku tidak boleh masuk nih...! " jawab Raihan dengan wajah polos seperti anak kecil yang meminta mainan kepada orang tuanya.
Dengan berat hati, Mala pun mempersilahkan Raihan untuk masuk ke dalam rumah nya.
__ADS_1
Dengan segera Raihan pun masuk.Tak hanya masuk ke dalam rumah Mala. Raihan malah langsung masuk ke dalam kamar Mala. Mala yang melihat hal itu pun hanya menggelengkan kepala nya. Dan setelah dirinya mengunci pintu rumah nya. Mala pun masuk ke kamar satunya lagi, dan membiarkan Raihan untuk tidur di kamarnya.
"sayang....! " seru Raihan namun Mala sudah terlanjur masuk ke dalam kamar sebelah.
"ya... kirain mau nyusul kesini...! " keluh Raihan pelan dengan wajah kecewa.
Raihan pun menidurkan tubuh nya untuk masuk ke alam mimpi.
Pukul kosong lima kosong-kosong. Alarm Mala pun berbunyi dirinya pun langsung bergegas untuk membersihkan dirinya,dan setelah nya menunaikan ibadah sholat shubuh.Setelah selesai menunaikan ibadah sholat shubuh,Mala pun membuat sarapan pagi untuk nya sendiri. Setelah aktivitas pagi nya selesai, Mala pun dengan segera mengeluarkan motor matic nya dan menuju ke kampus nya.
Mungkin Mala lupa akan Raihan... 🤔....
Di perjalanan ke kampus.
"rasanya seperti ada sesuatu yang terlupakan, tapi apa ya...? " pikir Mala.
"perasaan semua sudah... tapi apa ya...? yang terlupakan...? " pikirnya lagi.
Kurang lebih empat puluh lima menit kemudian, sampai lah Mala di kampusnya.
Sedangkan di rumah Mala...
Seorang lelaki tampan masih terlelap tidur di atas kasur berukuran big size. Dengan warna seprai yang dominan berwarna pink. Lelaki tampan tersebut dengan perlahan membuka kedua matanya. Dirinya menusap-usap mata nya agar jelas memandang di sekitarnya,dengan tujuan membersihkan tahi mata yang menempel di sudut ujung mata nya. Matanya mengedar, memandangi di sekelilingnya.Mencari sosok yang dirinya kunjungan saat pagi tadi.
"sayang....! " seru Raihan, yang masih rebahan di atas kasur.
"sayang...!kamu dimana...? " ucap Raihan lagi.
"kemana dia, ya...? " batin Raihan.
"sayang...!? " ucap Raihan memanggil Mala.
Raihan pun mencari Mala di setiap sudut rumah. Namun semua kosong,Raihan pun mengetuk kamar mandi. Siapa tahu Mala ada di dalam nya.Namun semua nihil,Mala tidak dapat ditemukan nya.Kemudian Raihan kembali ke dalam kamar Mala. Dirinya pun mencari benda pipih yang berbentuk persegi. Setelah menemukan nya, Raihan dengan segera mendail nomor telepon Mala.
kring... kriiinggg.... Raihan pun terkejut,karena mendengar suara telepon Mala. Yang ternyata tertinggal di rumah. Yang berada di tepat sebelah nya.
"astagfirullah...! " seru Raihan dengan terkejut.
__ADS_1
"kemana dia...? " guman Raihan.
"telepon genggam tertinggal. " ucap Raihan kemudian.