Ternyata Dia Jodohku

Ternyata Dia Jodohku
CIUMAN PERTAMA


__ADS_3

Semua tidak seperti apa yang Mala kira sebelumnya. Ternyata nenek Rania adalah seorang nenek yang penuh kasih sayang, tak seperti apa yang dirinya dengar dari kabar burung yang dirinya ketauhui.


Nenek Rania memandangi wajah Mala dengan seksama. Wajah itu mengingatkan nya kepada teman lamanya yaitu nenek Mala yang bernama Sukma. Sukma adalah teman sekaligus orang yang membantu nya saat dirinya membutuhkan bantuan waktu itu.


flashback on...


Seorang gadis kecil menangis dipinggir jalan. Dengan pakaian yang lusuh dan sudah tak layak dipakai. Dirinya menangis karena merasa lapar, sudah beberapa hari ini dirinya tidak makan.


"hiks... hiks... hiks..." tangis gadis itu.


Dari kejauhan seorang gadis yang seusianya pun turut menangis mengingat teman nya yang baru saja meninggal dunia.


"hiks... hiks... hiks... Ria... " tangis nya.


"sudahlah sayang jangan menangis lagi,mama yakin suatu saat nanti kamu akan bertemu dengan teman seperti Ria. Ikhlaskan dia ya, kasihan dia kalau lihat kamu menangis seperti ini. " ucap seorang wanita dewasa yang tidak lain ibu dari gadis itu.


Saat ini mereka habis pulang dari pemakaman seorang gadis kecil yang bernama Ria yang tak lain adalah teman akrab Sukma, nenek Mala. Mereka duduk di sebuah mobil mewah yang di kendarai oleh seorang sopir.


Sukma pun melihat-lihat disekitarnya dengan membuka jendela mobilnya. Saat dirinya melihat seorang gadis kecil yang tengah menangis sembari memegangi perutnya. Sukma pun berkata,


"berhenti...!! " ucap Sukma.


Sopir pun menghentikan mobilnya seperti perintah Sukma. Kebetulan saat ini mereka berada di jalan yang tidak begitu ramai, karena memasuki wilayah komplek perumahan.


"ada apa sayang...? " tanya mama Sukma dengan raut wajah bingungnya.


"mama lihat...! " ucap Sukma sembari menunjukkan jari nya ke arah seorang gadis kecil seusianya yang tengah menangis, sembari memegangi perutnya.


"iya sayang mama lihat, ada apa...? " tanya mama Sukma.


"bolehkah aku berteman dengannya,mama...? "ucap Sukma polos.


Mama Sukma pun menganggukkan kepala nya dan mengizinkan Sukma untuk berteman dengan gadis kecil itu. Sukma dan mama nya pun turun dari mobil dan menghampiri gadis kecil itu yang bersandar di sebuah tiang listrik.


" Hai...!? "sapa Sukma kepada gadis kecil itu.


" Hai... "balas gadis kecil itu kemudian.


Mama Sukma hanya melihat nya dan tersenyum ramah kepada kedua gadis kecil di depan nya itu.


" perkenalkan nama ku Sukma, siapa nama kamu...? "tanya Sukma.


" Rania. "jawab gadis itu.


" Rania, nama yang bagus. "ucap Sukma sembari tersenyum.


Rania pun ikut tersenyum walaupun dirinya saat ini tengah menahan rasa lapar yang melanda.


" ini aku punya sesuatu buat kamu,makan lah. "ucap Sukma sembari memberikan makanan siap saji yang di beli mama nya tadi.

__ADS_1


" te... terimakasih. "jawab Rania dengan meneteskan sebulir air mata nya karena terharu dan bersyukur akhirnya dirinya mendapatkan makanan untuk mengganjal perutnya.


Dengan rakusnya Rania pun memakan makanan siap saji tersebut. Tanpa rasa malu,tanpa memperdulikan orang disekitarnya.


" pelan-pelan makan nya. "ucap Sukma sembari tersenyum melihat tingkah konyol dari teman baru nya itu.


" eh... maaf. "jawab Rania malu.


" kamu maukan jadi teman aku. "ucap Sukma kepada Rania.


" teman...? "jawab Rania bingung.


" ya teman, jadilah teman Sukma nak. "ucap mama Sukma meyakinkan Rania.


Rania pun menganggukkan kepala nya. Dan sejak saat itu Rania tinggal di rumah Sukma. Rania pun di sekolahkan oleh keluarga Sukma hingga jenjang kuliah. Mereka menjadi teman yang seperti keluarga sendiri. Hingga akhirnya Rania memutuskan untuk tinggal London mengejar karirnya. Mereka pun berpisah dengan waktu yang cukup lama. Dan dua tahun yang lalu mereka pun dipertemukan kembali. Hingga akhirnya mereka memutuskan untuk menjodohkan cucu mereka.


flashback of


Nenek Rania meneteskan air mata nya. Dan di sadari oleh Mala dan Raihan. Mereka berdua pun mendekati nenek Rania.


"nenek... " ucap Raihan dan Mala bersamaan.


Menyadari hal itu, nenek Rania pun mengusap air mata yang menetes di pipi nya.


"nak Mala,nenek ingin berbicara denganmu sebentar. " ucap nenek Rania kepada Mala.


"iya nek," jawab Mala.


Nenek Rania berhenti di depan sebuah kamar yang cukup besar. Dirinya pun membuka pintu kamar tersebut dan mempersilakan Mala untuk masuk ke dalam kamar.


"masuklah, " perintah nenek Rania.


Mala pun menganggukkan kepala nya dan memasuki kamar tersebut.


"duduklah, " perintah nenek Rania lagi.


Mala pun mengikuti perintah nenek Rania untuk duduk.


Saat ini hati Mala benar-benar merasa tak karuan. Dirinya begitu takut dengan hal-hal yang tak terduga.


"Mala, nenek ingin kamu mencintai Raihan seperti kamu mencintai dirimu sendiri. " ucap nenek Rania di tengah keheningan.


Mala hanya bisa menganggukkan kepala nya pertanda dirinya mengiyakan apa yang di ucapkan oleh nenek Rania.


Nenek Rania pun bercerita semua tentang masa lalu keluarga nya, dari Raihan kecil sampai Raihan dewasa. Nenek Rania juga menceritakan tentang Robby adik Raihan,namun nama Robby tidak dirinya sebutkan. Nenek Rania hanya menyebutnya (Robby) dengan panggilan bocah nakal. Kurang lebih dua jam, nenek Rania dan Mala pun keluarga dari kamar tersebut.


Raihan yang melihat nya pun segera menghampiri keduanya.


"nenek... apa yang nenek bicarakan dengan Mala, sampai begitu lamanya. " ucap Raihan dengan pura-pura kesal.

__ADS_1


"biasa urusan wanita. " jawab nenek Rania asal.


"nenek... " teriak Raihan dengan raut manjanya.


Mala yang melihat hal itu pun hanya tersenyum manis.


"sudah sana tolong antarkan nak Mala pulang, keburu malam. " perintah nenek Rania kepada Raihan cucunya.


"inikan sudah malam nek, " jawab Raihan.


"siapa suruh lama -lama di kamar, " ucap Raihan lagi dengan nada yang agak kesal.


"lihatlah nak Mala,tingkahnya seperti anak kecil. Semoga kelak kamu sabar menghadapinya. " ucap nenek Rania dengan terkekeh.


Mala pun ikut terkekeh.


"kalau sama Mala sih beda nek,dia kan baik hati dan tidak sombong. " jawab Raihan dengan menyanjung Mala.


Mereka bertiga pun tertawa bersama. Setelahnya Mala pun berpamitan kepada nenek Rania.


"nek, Mala permisi pulang dulu. " ucap Mala sembari tersenyum manis.


"iya sayang,hati-hati ya dijalan. Terutama dengan orang ini. " kata nenek Rania dengan menatap ke arah Raihan.


Raihan pun yang mendengar nya bersuara.


"iya hati-hati, takut kalau kamu tergoda imamnya. " seru Raihan asal sembari membukakan pintu mobil untuk Mala.


"bocah-bocah kalau dibilangin, " ucap nenek Rania kesal karena mendengar jawaban dari Raihan.


"da nek... " ucap Mala sembari melambaikan tangan nya.


Raihan pun segera mengemudikan mobil nya meninggalkan mansion nenek Rania.


"semoga kalian selalu bahagia, " ucap nenek Rania setelah kepergian Mala dan Raihan.


Kurang lebih setengah jam Mala dan Raihan pun telah sampai di depan rumah Mala. Raihan pun turun terlebih dahulu untuk membukakan pintu mobil untuk Mala.


"silakan turun my princess... " ucap Raihan yang memperlakukan Mala seolah-olah seperti princess.


Mala pun tersenyum dan berkata,


"terimakasih my prince. " jawab Mala.


Setelah turun dari mobil Mala pun hendak masuk ke rumah nya sesudah dirinya berpamitan kepada Raihan. Mala pun hendak melangkahkan kakinya dan tiba-tiba dicegah oleh Raihan.


"sayang, tunggu...! " ucap Raihan dan dengan tiba-tiba Raihan pun mencium bibir merah muda Mala.


Mala yang mendapatkan serangan dadakan pun terdiam dan membisu.

__ADS_1


Seakan jantung nya berhenti berdetak,bersamaan dengan ciuman yang diberikan oleh Raihan secara tiba-tiba. Ciuman ini adalah ciuman pertama nya dalam hidup nya.


__ADS_2