
"Kalau Robby sebenarnya tidak pernah pergi ke London. " ucap Robby. Sedangkan Raihan yang mendengar nya nampak terlihat tenang.
Robby kembali menatap kakaknya itu,dan berjalan lebih dekat lagi.
"Robby, bukan maksudnya aku. "... sejenak Robby pun berfikir.
Raihan nampak menunggu jawaban dari Robby yang menggantung itu.
" Robby menyukai seorang wanita,"sembari melirik ke arah Mala.
"tapi wanita itu sudah memiliki seorang kekasih,dan kekasihnya itu jauh di atas Robby. Robby pun berpikir akan menyerah. Karena Robby lihat,kekasihnya itu sangatlah mencintai nya. Dan cintanya tak sebanding dengan cinta Robby. " ucap Robby dengan wajah sayu.
Sementara Raihan,Mala,sekretaris Sam dan nenek Rania hanya mendengarkan cerita Robby dengan duduk di kursi sofa.
"apa yang sebenarnya yang ia sembunyikan. Kenapa sedari tadi kata-katanya bertele-tele. " batin Mala dalam hati. Sembari menatap Robby dengan sorot mata yang sulit di artikan.
"lantas apa lagi yang ingin kau katakan...? " jawab Raihan dengan datar.
Deg,,,
Deg,,,
Mendengar ucapan dari Raihan, rasanya jantung Robby seketika berhenti sejenak. Robby pun melanjutkan ucapan nya kembali.
"kak Raihan sudah tahu semua nya...?? " jawab Robby dengan gundah.
Raihan menganggukkan kepala nya. Sejenak ia memejamkan ke dua matanya.
Dan kembali membuka nya,disertai dengan berkata,,,
"aku sudah tahu semuanya,termaksud kedekatanmu selama ini dengan Mala. Namun,aku ingin mendengarkan nya langsung dari ucapan mu sendiri. " jawab Raihan setenang mungkin,walaupun jauh di dalam lubuk hatinya, dia merasakan sesak di dada.Entah apa itu, yang jelas Raihan tidak tahu pasti.
"ka... kakak tahu semua...?Kak Raihan tahu tentang kebenaran nya semua...? " tanya Robby kepada Raihan dengan gagap.
Lagi -lagi Raihan hanya menganggukkan kepala nya.
"ta... tapi kenapa kakak bersikap seperti tidak tahu apa-apa...? " tanya Robby penasaran.
Raihan tersenyum,dan beranjak mendekati Robby. Raihan pun merangkul Robby dan mengajaknya untuk menjauh dari nenek Rania,Sam dan Mala.
"mari ikut kakak. " ajak Raihan sembari berbisik di dekat telinga Robby.
Robby pun menganggukkan kepala nya dan menurut apa yang kakaknya perintahkan.
Mala,Sam dan nenek Rania hanya terdiam menatap kepergian mereka berdua.
Kini Raihan dan Robby sedang berada di taman belakang rumah. (Taman yang luas ☺ dari segi bayangan author).Raihan pun bercerita tentang semua yang disembunyikan oleh Robby.
"kakak, terimakasih karena telah menjadi kakak terbaikku. Terimakasih kak, " ucap Robby dan lalu memeluk kakaknya itu. (Raihan). Raihan pun melakukan hal sama.
"Robby,kakak yang seharusnya berterima kasih ke kamu. Karena kamu mau menjadi teman Mala yang baik. Terimakasih telah menjaganya. " jawab Raihan dengan tersenyum lembut.
Hingga Mala datang menegur mereka yang tengah berpelukan seperti teletabis film anak-anak yang sempat terkenal di waktu masanya.
__ADS_1
"sampai kapan kalian mau berpelukan seperti ini...!! " ucap Mala dengan raut wajah yang dibuat seperti orang marah.
Raihan dan Robby pun saling menatap, dan berkata.
"sejak kapan dia menjadi segalak ini...! " ucap mereka yang hampir bersamaan. Sembari melepaskan pelukan mereka.
Mala yang melihat nya pun tiba-tiba tertawa lepas...
"hahaha.... hahaha... " tawa Mala.
Lagi-lagi Raihan dan Robby saling menatap tak percaya. Mereka pun mendekati Mala,dan menariknya untuk duduk di tengah-tengah mereka berdua. Sembari kedua tangannya di pegangi oleh Robby dan Raihan.
"sudah-sudah lepaskan tanganku ...!"seru Mala.
Mereka berdua pun melepaskan nya.Dan bercerita satu sama lain.
Di Negeri jiran Malaysia.
" Amar...!! "teriak Haslan keras.
Amar yang mendapat panggilan keras tersebut pun langsung berlarian menuju tuannya itu.
" iye encik boss,pa pasal awak teriak-teriak macam ayam nak bertelur sahaje... "ucap Amar dengan sedikit ngos-ngosan karena habis berlarian.
Haslan yang mendengar ucapan Amar pun langsung melototkan mata.Dan berjalan mendekati Amar yang masih berdiri di depan pintu masuk ruang Haslan.
" awak dah tak nak kerja ke,kat sini...! " ucap Haslan dengan penuh penekanan.
"so... ape...?? " ujar Haslan mendelik.
"sudah-sudah,awak nak minta ape...?? " jawab Amar dengan bertanya.
"sopan sikit kenape,saye atasan awak lah...! " ucap Haslan kesal.
"uhhh... iye-iye,ada ape encik boss panggil saye....?! " Jawab Amar.
"puas awak...! " ucapnya kemudian.
Haslan tersenyum smirk.
"saye nak,awak kosongkan waktu saye untuk satu bulan ke depan. " jawab Haslan enteng sembari tersenyum-senyum sendiri.
"ape...? satu bulan...?? " tanya Amar kaget.
Sedangkan Haslan hanya senyum-senyum sendiri. Dan menganggukkan kepala nya.
"tapi...?! " ucap Amar.
"awak tahu kan,kalau saye tak lah suke di bantah. " kata Haslan datar.
"baik encik boss. " jawab Amar.
"dan saye nak,awak ikut saya. Kita akan berlibur ke Indonesia. " kata Haslan kemudian.
__ADS_1
Amar pun melongo dan segera berpamitan.Namun sebelum dia keluar Haslan kembali memanggil nama nya.
"saye melupakan satu hal.Saye nak,awak mengurusnya dengan cepat dan baik. Dan untuk urusan kantor, sementara waktu akan di handle oleh ayahku. " jawab Haslan lagi
"bearti pak cik tahu...? " tanya Amar ingin tahu.
"tahu." jawab Haslan singkat.
"syukurlah... " ucap Amar pelan,yang mana masih bisa di dengar oleh Haslan. Dan Haslan pun hanya tersenyum menyeringai.
Amar pun berpamitan keluar ruangan. Dan setelah kepergian Amar.
"aku akan mencari tahu,alasan apa kamu kembali ke Indonesia. Setelah kau pernah bilang jika akan menetap kat sini. " ucap Haslan pelan dan menatap layar ponsel yang dipegangnya. Sembari mengusap foto wanita cantik di layar ponsel nya.
Di Indonesia.
Robby kini tengah berkemas-kemas. Ya, dirinya akan pergi ke London besok pagi. Setelah mengutarakan keinginannya kepada keluarga nya. Di samping nya,seorang wanita duduk dipinggir ranjang Robby sembari menatap Robby yang tengah berkemas.
"kamu yakin mau pergi sekarang Rob...? " tanya wanita itu yang tak lain adalah Mala.
"iya, aku yakin beb. " jawab Robby spontan. Karena dirinya selalu memanggil Mala dengan kata beb.
"eh maksud aku Kak. " jawab Robby mengulangi ucapan nya itu.
"hiks... hiks... aku gak mau kehilangan teman baik kayak kamu Rob... hiks... " jawab Mala ditengah tangisnya.
Robby pun mendongakkan kepala nya menengok Mala.
"aku pasti akan tetap menghubungi mu beb, eh salah maksud aku kakak ipar. " ucap Robby tersenyum lembut.
"aku juga sebenarnya berat beb, ninggalin kamu. Aku tidak bisa mempungkiri nya,kalau hati ini masih mencintai mu beb. " kata hati Robby dalam hati.
"hee jangan nangis dong...! aku kan hanya sebentar,ya kurang lebih hanya lima tahunan. " jawab Robby dengan tersenyum karena berhasil membuat Mala kesal.
Ya,inilah Robby yang selalu berhasil membuat Mala kesal.
"aku janji, aku akan sering menghubungi kamu kak. Tapi jangan minta lebih ya...? nanti kak Raihan marah. " jawab Robby dengan tertawa ringan.
"iya, iya, bawel. Aku juga kan sedihnya karena jauh dari temanku yang satu ini. Yang mana dapat membuat ku selalu kesal. Nanti siapa dong yang bisa buat aku kesal lagi... selain kamu...!? " ucap Mala.
"aku juga bisa. " jawab Raihan yang baru datang.Dirinya pun duduk disamping Mala,sembari merangkul pinggang Mala.
"uhh... Kak Raihan ini ya...? bisa gak sih,jangan buat mata Robby yang suci ini ternodai. " jawab Robby enteng.
Raihan pun hanya memamerkan deretan giginya. Begitu juga dengan Mala.
"ayo sayang,kita keluar. " bisik Raihan di dekat telinga Mala. Mala pun menganggukkan kepala nya.
"lanjut gih kemas-kemasnya. Kakak dan kakak ipar keluar dulu ya. " kata Raihan sembari tersenyum lembut.
Robby pun menganggukkan kepala nya. Dan setelah kepergian Mala dan Raihan.
"aku doakan semoga kalian bahagia selalu. Aku akan berusaha untuk melupakan kamu beb,bukan berarti aku membencimu. Namun semua ini demi kebahagiaan kalian berdua. " ucap Robby pelan.
__ADS_1