Terpaksa Menikahi Tuan Muda (New Version Story Of Love By Accident)

Terpaksa Menikahi Tuan Muda (New Version Story Of Love By Accident)
Episode 27


__ADS_3

Aksa sedang sendiri di ruangannya, ayah dan ibunya pergi karena ada urusan sedangkan Jordan pulang ke rumah.


Tatapan matanya masih kosong dan terus melamun tidak tahu apa yang dia pikirkan, sampai lamunannya pecah dengan decit pintu terbuka yang memperlihatkan wanita cantik yang elegan masuk ke dalam dan Aksa mengalihkan perhatian ke wanita itu dan dia bahagia


"Fani kamu datang untuk melihat ku?" tanya Aksa antusias


"Iya ada yang mau ku katakan sama kamu," balas Fani memainkan kukunya.


"Apa yang ingin kamu bicarakan?" tanya Aksa.


"Aku cuma ingin bilang pertunangan kita dibatalkan aja," ucap Fani spontan tanpa rasa bersalah.


Aksa terpaku memandang lekat kekasihnya, "Kenapa kau ingin membatalkannya?" tanyanya dengan tatapan tajam.


"Aku udah tau kondisi kamu dari orangtuamu. Aku tidak bisa melanjutkan pertunangan kita karena aku masih ingin ngejar karier aku dan aku juga malu bagaimana kata orang masa model terkenal Fani Aulia Iskandar menikahi laki-laki cacat dan tidak bisa apa-apa, mau ku letakkan dimana muka aku ini," ujar Fani sedikit keras.


"Jadi kau campakkan aku gitu aja? Baiklah kita batalkan, dan tunggu apa yang akan ku lakukan padamu," ucap Aksa terkekeh lebar.


Fani lebih memilih meninggalkan ruangan Aksa dan pergi gitu aja tidak mempedulikan omongan Aksa.


"Ketika aku sempurna kau bersamaku dan memohon padaku, dan sekarang aku cacat kau tinggalkan aku gitu aja. Baiklah Fani silakan tinggalkan aku dan aku akan buat hidupmu lebih hancur dari hidupku lihat aja Fani," teriak Aksa lantang dan tertawa menggelegar.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Katya berdiri di balkon kamarnya ia memandang langit yang telah diselimuti oleh kegelapan yang berisi bintang-bintang kecil bersinar menghiasinya.


"Indah sekali," decaknya kagum.


"Pa, aku sangat merindukanmu. Aku lagi mempelajari cara mengelola rumah sakit kita pa, dan sebentar lagi aku akan mengikuti ujian masuk universitas. Aku harap papa tenang di sana bersama mama," ucapnya pelan menutup mulutnya.


Katya memilih masuk ke dalam ke kamarnya, ia berbaring di atas tempat tidur ketika ia akan menyelimuti tubuhnya terdengar bunyi nada dering dari ponselnya.


Katya mengangkat, "halo," sapanya.


"Nona Katya, ada hal yang ingin ku sampaikan," ujar seorang pria dari sana.


"Apa yang ingin kau sampaikan dokter Aditya?"


"Aku ingin menyampaikan pasien bernama Aksa mengalami infeksi pada saluran kemih," jawab Aditya parau.


"Bagaimana bisa? Apa sudah ditangani?"

__ADS_1


"Itu disebabkan karena pemakaian kateter dalam jangka waktu yang lama, kami sudah mengakalinya dengan memakaikan pasien diaper," papar Dokter.


"Diaper? Kalian gila!" pekiknya.


"Nona mau tidak mau pasien memang harus dipakaikan diaper bagaimanpun dia tidak bisa mengontrol air kecilnya," jelas Dokter.


"Jadi maksudmu seumur hidup dia harus pakai diaper?"


"Tidak seumur hidup nona, pasien bisa mengontrol kandung kemihnya jika ia menjalani terapi."


"Buat apa dia menjalani terapi jika seumur hidup dia akan terkurung di kursi roda," balas Katya dengan nada tidak sedap.


Dokter Aditya tidak merespon yang ada ia malah mengakhiri panggilan telepon secara sepihak.


Katya melempar kasar ponselnya lalu mengacak rambutnya layaknya orang gila, "sial prediksi itu benar, aku harus memastikan keadaannya. Tidak, aku cukup dengar saja kabar dari dokter Aditya dan kak Chiko, semoga mereka tidak menuntut kami," ucapnya seraya menggigit kukunya.


Katya memiliki kebiasaan menggigit kukunya ketika ia merasa cemas, gusar, takut dan khawatir.


...****************...


Kediaman Wijaya


Mendengar suara mobil yang masuk ke pekarangan rumah mami Rika langsung menyampari mereka.


Aksa dibantu papi dan Jordan untuk masuk ke dalam rumah dan Jordan mendorong kursi rodanya


"Sayang kau udah pulang,mami sudah masak makanan kesukaan mu dan...."ucapan mami Rika dipotong Aksa


"Aksa mau istirahat," ucap Aksa dingin.


Mami Rika cuma bisa diam melihat Jordan mendorong kursi roda Aksa ke kamar yang telah disiapkan mami Rika.


Jordan membantu Aksa berbaring di atas kasur, Jordan menekan bagian bawah Aksa yang terasa empuk.


Aksa langsung menghempas tangan Jordan dari bagian bawahnya, "jauhkan tanganmu dariku," ucapnya dingin.


"Maaf Sa, aku cuma ingin mengecek apa diaper sudah bisa diganti atau belum," jelas Jordan dengan nada rendah.


"Aku bukan bayi. Cepat pergi dari sini," pekik Aksa.


Jordan menghela nafas, "ada yang kau butuhkan?" tanyanya.

__ADS_1


"Gak ada dan jangan ada yang masuk kesini selain dirimu," ucap Aksa dengan memalingkan wajahnya ke samping


Jordan paham Aksa sedang sensitif sekarang setelah kondisinya berubah.


"Jika butuh apa-apa panggil saja aku," ucapnya menarik selimut menutupi Aksa.


Jordan melangkah kakinya keluar dari kamar Aksa.


Aksa membuka selimutnya kasar lalu ia menepuk kakinya, "ayo rasakan ini sakit, kenapa kau enggak bisa merasakannya," pekiknya seraya menarik rambutnya.


...----------------...


Seluruh anggota keluarga Wijaya sedang berkumpul di ruang makan terkecuali Aksa, mereka makan dalam keadaan hening cuma terdengar suara dentingan sendok dan garpu.


"Jordan, siap makan temui papi di ruang kerja papi, ada hal penting yang ingin papi bahas," ujar David menyeka mulutnya dengan tissue.


David menarik kursi dan pergi dari ruang makan, tinggal Jordan, Cherry dan Rika yang masih memakan makanan mereka.


"Hal penting apa yang ingin papi bicarakan sama aku?" tanya Jordan memandang punggung David menghilang dari pandangannya.


"Temui saja papi, pasti bukan masalah besar," balas Rika sembari memotong daging.


"Mi, jadi kakak batal tunangan sama model sok cantik itu?" tanya Cherry mengaduk sup.


"Iya, perempuan sialan itu membatalkannya setelah apa yang kita lakukan buat dirinya dan keluarganya, cuma karena kondisi Aksa yang sudah berubah," jawab Rika menggenggam erat garpu.


"Kita akan balas mereka, cukup menarik investasi kita dari perusahaan mereka dan buat semua perusahaan yang mengontrak Fani membatalkan kontraknya," sambung Jordan tersenyum miring.


"Kakak benar, kita buat dia sadar akan posisinya. Dia tidak akan jadi model seperti sekarang jika bukan dukungan dari kita," ucap Cherry tersenyum sinis.


"Percuma saja kita melakukan itu," ucap mami Rika seraya meminum jus buah naga.


"Apa maksud mami?" tanya Cherry mengerutkan keningnya.


"Kita menarik investasi dan dukungan pada mereka itu percuma karena mereka bisa saja menjilat pada orang lain," jawab Rika tenang.


"Kenapa aku tidak kepikiran sampai sana? Tapi biarkan saja mereka menjilat orang lain namun mereka belum tentu mendapatkan keuntungan besar seperti seperti dari kita," sambung Jordan menyungging senyum.


"Aku ingin melihat wajah sombong Fani itu ketika dia akan memohon pada kita," ujar Cherry tersenyum lebar.


Mereka melanjutkan acara makan mereka dan ketika selesai mereka kembali mengerjakan urusan mereka masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2