Terpaksa Menikahi Tuan Muda (New Version Story Of Love By Accident)

Terpaksa Menikahi Tuan Muda (New Version Story Of Love By Accident)
Episode 67


__ADS_3

Seluruh anggota keluarga Wijaya sarapan, mereka makan seperti biasanya tidak menunjukkan gelagat aneh begitu juga dengan Cherry ia malah acuh tak acuh. Sedangkan Katya makan dalam keadaan kesal dan malas jika mengingat momen romantis bersama suami tercintanya dikacaukan oleh adik iparnya.


"Aksa, seperti apa pendapatmu tentang Rafael?" tanya Richard memecahkan kesunyian antara mereka.


Aksa menoleh agar bisa memandang kakeknya, "menurutku Rafael orang baik," jawabnya.


"Bukan seperti itu, maksudku adalah apa pendapatmu tentang Rafael untuk menjadi suami?" ucap Richard menjelaskan.


Aksa mengerutkan keningnya, "suami? maksud kakek?" tanyanya balik.


"Aku ingin mengenalkan Rafael pada salah satu anak kenalanku," jawab Richard tenang dan tidak menimbulkan kecurigaan.


Aksa mengangguk kepalanya, "menurutku dia bisa menjadi pasangan yang bagus dan memperlakukan istrinya begitu baik kelak," ucapnya.


Richard mengangguk kepalanya pelan lalu menoleh ke arah Cherry, "bagaimana pendapatmu tentang Rafael?" tanyanya.


"Aku rasa kak Rafael pria baik-baik, aku tidak pernah lihat dia dekat dengan wanita mana pun dan dia tahu cara memperlakukan perempuan dengan baik," jawab Cherry acuh.


Richard tersenyum smirk dan memandang istrinya, Lisa juga tidak kalah merekah senyuman lebar. David melihat gelagat orang tuanya langsung paham dengan rencana mereka.


"Sepertinya papa dan mama begitu serius ingin menjodohkan Cherry dengan Rafael," bisik David tepat di daun telinga istrinya.


"Aku setuju dengan mereka, Rafael pria baik-baik dan kita udah kenal Rafael dari dia kecil. Jadi, tidak masalah jika dia menjadi suami Cherry," balas Rika dengan berbisik.


"Aku tidak mengkhawatirkan Cherry melainkan Rafael, dia pasti akan menerima keputusan ini. Aku sangat khawatir Rafael akan kerepotan mengurus Cherry," balas David dengan nada rendah.


"Yang papi katakan memang benar, aku malah kasihan sama Rafael. Semoga dia diberikan kesabaran," sambung Rika tidak kalah lesu.


Aksa dan Katya saling memandang satu sama sama lain dengan alis terangkat melihat gelagat dan gestur tubuh para orang tua.


"Mami, papi, kakek, sama nenek aneh. Mereka dari tadi senyum enggak jelas, papi sama mami asik bisik-bisik tetangga. Kakak ngerasa enggak!" celetuk Katya.


"Tidak usah dipikirkan, mereka akan kembali normal seperti biasa," jawab Aksa santai dan ia melanjutkan makannya.


"Oh iya mas, kak Alex sama kak Bella kapan datang?" tanya Katya.


"Sebentar lagi mereka sampai, supir sedang menjemput mereka," jawab Aksa.


"Apa kakakmu menyukaiku?" tanya Katya sedikit ragu.


"Dia pasti menyukaimu jangan khawatir," balas Aksa mengusap pucuk kepala Katya.


Cherry memutar bola matanya malas melihat semua drama yang dilakukan oleh keluarganya, Cherry menyelesaikan sarapannya dan segera pergi dari sana, tidak ada yang menyadari bahwa Cherry telah pergi.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Cherry melangkah kakinya menuju kamarnya, ia membuka pintu lalu menutupnya secara kasar, Cherry menghempaskan tubuhnya ke atas sofa yang terletak di pinggir kamar.


Cherry mengusap rambutnya ke belakang, "sial, kenapa semalam aku berkata seperti itu pada mami! Untung saja mereka tidak bahas yang semalam, bisa habis diriku ini," gerutunya.


Cherry bangkit dari sofa dan berjalan ke meja belajarnya, ia mengambil ponselnya dan mencari kontak seseorang lalu menekan ikon panggilan.


"Apa!" ucap penerima panggilan secara ketus.


"Ayo shopping terus kita ke salon!" ucap Cherry riang.


"Malas lagi sibuk, lain kali saja!" balasnya singkat dan mengakhiri panggilan telepon secara sepihak.


Cherry memandang ponselnya dengan ekspresi wajah cengo, "sepupu sialan," umpatnya dengan menghentakkan kakinya kecil.


Orang yang dihubungi Cherry adalah Zahra yang merupakan sepupunya, Cherry berjalan keluar dan berdiri di pembatas pinggir lantai. Ia bisa melihat kakak Alex dan kakak iparnya Bella telah tiba.


"Ada sih albino di rumah ini dan sekarang ditambah sih Bella," gerutunya menangkup kedua pipinya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Alex dan Bella telah tiba setelah melakukan penerbangan selama 7 jam dari Australia menuju Indonesia.


"Oh cucuku," ucap Rika mengambil alih menggendong cucu perempuannya.


"Seperti biasa," jawab Alex.


Alex memandang seorang gadis yang berdiri tepat di samping adiknya Aksa, dan bisa ia tebak jika gadis itu adalah istri dari adiknya.


"Apa kabar Aksa?" tanya Alex dengan nada rendah.


"Baik," jawab Aksa singkat.


"Maaf, aku tidak bisa hadir di pernikahan kalian," ucap Alex dengan mimik wajah bersalah.


"Tidak apa-apa kak, kami cuma mengadakan akad saja. Urusanmu lebih penting pada apa pun," jawab Aksa santai namun berhasil menohok perasaan Alex.


"Sepertinya dia memang kesal," batin Alex tersenyum cengengesan di hadapan adiknya.


Alex dan istrinya tidak bisa hadir ke pernikahan Aksa dikarenakan penerbangan mereka dibatalkan karena cuaca sedang lagi tidak bersahabat dan Alex juga lagi menghadapi permasalahan yang cukup pelik di perusahaan.


Alasan mereka pulang ke Indonesia adalah ingin mengunjungi keluarga dan juga melihat istri dari Aksa. Dan Alex ingin melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana keadaan adik laki-lakinya itu sekarang.

__ADS_1


Bella menatap intens Katya yang duduk di sampingnya, Katya yang ditatap seperti itu merasa kurang nyaman dan berdehem kecil dan ia berharap Bella paham dengan gesture yang ia berikan.


Bella tertawa kecil, "maaf membuatmu tidak nyaman. Aku sangat menyukaimu kau begitu cantik," ucapnya sambil mengusap punggung tangan Katya.


"Terimakasih atas pujiannya kak," balas Katya menarik senyum kecil.


Secara tiba-tiba putri kecil pasangan Alex dan Bella mengulurkan kedua tangan mungilnya ke arah Katya. Katya mengernyitkan keningnya memandang tatapan polos bayi kecil tersebut.


Bella menggeleng kepalanya melihat wajah kebingungan Katya, "dia memintamu menggendongnya, cobalah gendong dia," tuturnya.


Katya mengangkat bayi kecil itu dengan begitu hati-hati dan bayi itu malah menyembunyikan wajahnya di dada Katya.


"Sepertinya dia menyukaimu, dia tidak pernah mau digendong oleh siapa pun kecuali oleh aku dan suamiku," ujar Bella mengelus lembut kepala putrinya.


"Dia begitu imut, siapa namanya?" tanya Katya.


"Anastasia. Anastasia Wijaya," jawab Bella.


"Namanya bagus sesuai dengannya yang begitu cantik ini," ucap Katya mengecup pipi bayi tersebut.


"Dia pemegang tahta tertinggi di keluarga Wijaya ini, anak pertama dan cucu pertama kelurga kita," sambung Rika.


"Tentu saja karena dia permata keluarga kita," balas Katya menempelkan hidungnya dengan hidung Anastasia.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Abraham Adylson yang sedang duduk begitu santai di kursi kebesarannya sambil memegang segelas wine dan juga tidak lupa atau pandangannya tertuju pada gedung-gedung pencakar langit yang ditampilkan melalui jendela.


"Katakan apa yang ingin kau sampaikan Lucas!" kata pria tua tersebut dengan tegas.


"Sepertinya Kim Jong Hyun berusaha mencari anda tuan, aku mendapatkan informasi itu dari orang yang kita utus untuk memantau mereka," jawab Lucas.


"Aku sudah menduga dia akan mencari diriku, tapi jangan sampai dia menemukan keberadaan diriku. Aku harus menyelesaikan semua urusanku dan aku akan muncul dengan sendirinya di depan Kim Jong Hyun," ujar Abraham.


"Baik tuan, aku akan mengawasi setiap pergerakan mereka," sambung Lucas.


"Bagaimana kabar cucuku?"


"Mereka baik tuan. Nona Katya sedang menginap di rumah mertuanya sedangkan tuan muda Kevin sedang menghabiskan akhir pekan bersama ibu asuhnya," jawab Lucas secara terperinci.


"Apa Kevin berkuda bersama ibu asuhnya?"


"Iya tuan," balas Lucas singkat.

__ADS_1


"Pergilah," perintah Abraham dan Lucas segera pergi dari ruangan tuannya.


Abraham meletakkan gelas ke atas meja dan ia menautkan kedua tangannya, "aku tahu apa yang harus aku lakukan," ucapnya tersenyum smirk.


__ADS_2