Terpaksa Menikahi Tuan Muda (New Version Story Of Love By Accident)

Terpaksa Menikahi Tuan Muda (New Version Story Of Love By Accident)
Episode 34


__ADS_3

Richard memakai kemeja dan celananya, ia memilih mengenakan style casual karena dia cuma pergi bertamu ke rumah temannya.


"Apa kau akan berpenampilan seperti itu?" tanya Lisa.


"Iya, buat apa aku tampil formal. Aku cuma mengunjungi Katya saja," balasnya menyisir rambutnya.


Richard selesai bersiap-siap ia segera turun ke bawah bersama Lisa, ia dapat melihat David yang sedang duduk bersama Rika.


"Kita berangkat sekarang?" tanya David melempar majalah yang baru saja ia baca.


"Ayo kita berangkat," ajak Richard.


"Cepatlah kalian pergi. Aku harap kalian pulang membawa kabar gembira," lontar Lisa.


"Sayang, aku pergi," pamit David mencium kening istrinya.


"Hati-hati sayang," balas Rika mengecup pipi suaminya.


"Pergilah enggak usah ada banyak drama," lontar Lisa memutar bola matanya malas.


Richard dan David pergi melangkah kaki mereka keluar dari rumah, mereka masuk ke dalam mobil yang dimana dikendarai oleh supir.


Mobil berjalan meninggalkan pekarangan mansion Wijaya.


"Pa, apa papa yakin pembicaraan ini lancar?" tanya David secara tiba-tiba.


"Aku sangat yakin, gadis itu akan menjadi menantu keluarga kita," balas Richard begitu yakin.


"Bagaimana jika mereka menolak?"


"Mereka tidak bisa menolak bagaimanapun pihak kita adalah korban jadi mereka harus bertanggung jawab," jawab Richard tersenyum miring.


Dari perasaan David dia merasa pembicaraan yang akan mereka lakukan tidak akan menghasilkan hasil yang memuaskan untuk mereka.


...****************...


Katya sedang duduk dengan meluruskan kakinya di atas sofa, ia membaca sebuah majalah Vogue bisnis.


Ia menarik sudut bibirnya ketika melihat gambar seorang pria berdiri gagah dengan mengenakan jas hitam.


"Ternyata kita pernah bertemu Aksa Alvino Wijaya," ucapnya menatap lekat gambar pria tersebut.


Terdengar suara langkah kaki mendekat ke arahnya, ia mengangkat pandangannya dan melihat ibunya berjalan terburu-buru ke pintu depan.


"Ibu kenapa?" tanyanya mengerut keningnya.


Ibunya kembali masuk ke dalam tidak seorang diri melainkan ada dua orang pria paruh baya bersamanya.


Melihat ada tamu yang datang Katya segera merapikan duduknya dan ia mengambil bantal untuk menutupi pahanya yang terbuka. Ia cuma mengenakan celana jeans pendek dipadukan dengan kaos putih oversize.

__ADS_1


Tentu Katya mengenal tamu yang datang ke rumahnya, ia adalah tuan Richard merupakan pasien dan kenalan ayahnya, dan dia merasa sedikit asing dengan pria yang satunya lagi, ia berpikir itu mungkin asistennya.


"Udah lama enggak berjumpa kek. Kakek apa kabar?" tanya Katya berbasa-basi dengan tersenyum hangat.


"Aku baik. Aku turut berduka cita atas apa yang terjadi dengan ayahmu," ujar Richard pelan.


"Terimakasih kek. Silakan duduk," ujar Katya mempersilahkan mereka duduk.


Wati datang dari arah dapur dengan membawa nampan, ia menyajikan minuman dan beberapa makanan ringan di atas meja.


"Silakan diminum tuan," ucap Wati ramah seraya menduduki bokongnya di atas sofa.


"Terimakasih. Ngomong-ngomong ini anakku David," ucap Richard memperkenalkan putranya.


"Aku Wati dan ini putriku Katya," balas Wati juga memperkenalkan dirinya dan Katya.


"Aku rasa kita tidak perlu berbasa-basi lagi. Ada hal penting yang ingin aku bicarakan," ujar Richard to the point.


"Apa yang ingin anda bicarakan?" tanya Wati menyesap kopinya.


"Aku ingin Katya menikah dengan cucuku," ucap Richard spontan.


Katya terbatuk ketika ia minum jusnya, ia tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.


"Kakek bisa aja becanda," ucap Katya tenang berusaha mengendalikan suasana.


"Aku sedang tidak bercanda Katya, aku ingin kau menikah dengan cucuku," ujar Richard dingin.


"Dia harus menikahi anakku untuk mempertanggung jawabkan perbuatan ayahnya," sela David secara tiba-tiba.


Katya dan Wati terdiam untuk beberapa menit, mereka mencerna apa yang baru saja diucapkan oleh David.


"Apa perbuatan ayahku sehingga kalian minta tanggung jawab ke kami?" tanya Katya dengan ekspresi tenang.


"Karena ayahmu adalah penyebab kecelakaan yang terjadi pada putraku," jawab David cepat.


Katya menutup mulutnya lalu mengangkat suaranya, "jangan bilang putramu adalah Aksa Alvino Wijaya?" tanyanya memastikan.


"Iya, dia putraku."


Katya dan Wati tidak berkutik mereka masih diam dan mencoba mengerti dengan situasi yang terjadi sekarang.


"Jika pun putra kalian mengalami kecelakaan kami akan bertanggung jawab tapi tidak dengan cara pernikahan. Orang kepercayaan kami yang akan mengurusnya," ucap Wati.


"Kami tidak membutuhkan uang kalian yang kami butuhkan Katya," lontar Richard.


"Kau pasti tahu apa yang terjadi sekarang dengan putraku kan?" tanya David tersenyum miring.


Katya meremas jari-jarinya, "aku tahu apa yang menimpa anak kalian, kami akan bertanggung jawab, kami akan menanggung seluruh biayanya," ucapnya.

__ADS_1


"Kami tidak butuh uang kalian. Yang kami butuhkan seorang istri untuknya," bentak Richard yang berhasil membuat jantung Katya sedikit berdebar.


"Kau harus menikahi anakku, karena kondisi anakku yang sekarang membuat kekasihnya membatalkan pertunangannya. Harga diri keluarga kami sedang dipertaruhkan," sambung David lesu.


"Jadi maksud kalian adalah ingin menjadikan putriku pengganti! Aku tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi," tegas Wati.


"Jika kalian tidak bersedia maka jangan salahkan kami membawa kasus ini ke meja hijau," cetus Richard dengan melayangkan tatapan tajam.


"Silakan kami tidak takut dengan ancaman kalian, tidak akan pernah ku biarkan masa depan putriku hancur," ujar Wati.


"Baik jika itu keputusan kalian, mari bertemu di pengadilan," sambung David datar.


"Silakan pergi dari sini sekarang juga!" usir Wati dengan jari menunjukkan pintu keluar.


Tuan Richard dan David pergi dari hadapan mereka tanpa menyebut sama sekali sajian yang disajikan.


Katya menggigit kukunya dan menghentakkan kakinya, "ibu, bagaimana jika mereka betul-betul membawa kasus ini ke pengadilan?" tanyanya khawatir.


"Kau tidak usah khawatir, aku akan mengerahkan berbagai cara untuk buat kita menang. Ibu tidak akan pernah membiarkan kau menikahi putra mereka, ibu tidak ingin masa depanmu hancur," ucap Wati menepuk pundak Katya.


"Aku sudah menduga hal ini akan terjadi, pasti mereka akan minta pertanggung jawaban ke kita," ucap Katya yang masih menggigit kukunya.


"Kau sudah tahu jika tuan yang menjadi penyebab kecelakaan putra mereka, tapi kau tidak memberitahuku," ucapnya murka.


"Aku tidak ingin ibu khawatir. Aku pikir mereka tidak akan mengusut kecelakaan ini ternyata dugaanku salah," kelitnya.


"Yang enggak habis ibu pikir adalah rupanya korban kecelakaan itu ternyata cucu tuan Richard," keluhnya bergeleng kecil.


"Aku juga tidak percaya. Dan aku baru sadar rupanya dia berasal dari keluarga Wijaya, pantas saja ketika aku mencari informasi mengenai Aksa aku tidak merasa asing dengan nama Wijaya."


"Bagaimana kondisi putra mereka Katya?" tanya Wati penasaran.


"Putra mereka lumpuh Bu," jawabnya pelan.


Mata Wati terbelalak tidak percaya dengan apa yang ia dengar, "pantas saja mereka minta kau menikahi putranya, tapi Katya itu bisa disembuhkan kan?" tanyanya menatap lekat wajah Katya.


Katya memalingkan wajahnya ke arah lain, ia menutup matanya dan bergeleng pelan, "enggak ibu, dia masuk ke dalam kategori pasien sci. Spinal cord injury merupakan cedera tulang belakang yang berhasil membuat seseorang mengalami kelumpuhan dari pinggang hingga ujung kaki," paparnya.


"Itu sudah begitu parah. Katya dengarkan ibu baik-baik, lebih baik kau pergi menjauh dari negara ini untuk sementara," ucap Wati tiba-tiba.


"Ibu ingin aku pergi? Aku mau pergi kemana?"


"Pergi saja ke Prancis menyusul Leon dan kau bisa melanjutkan studi di sana. Jika semua masalah di sini sudah membaik kau boleh kembali."


"Ibu ingin aku jadi pengecut kabur gitu aja!"


"Turuti saja perkataanku ini demi kebaikanmu!" bentak Wati.


Katya memilih berlari masuk ke kamarnya, Wati yang melihat itu cuma bisa menghela nafasnya kasar.

__ADS_1


"Aku melakukan ini demi kebaikanmu," ucapnya memandang punggung Katya yang berada di anak tangga.


__ADS_2